Monday, August 11, 2014

Pahala bersembahyang jemaah

Pengajian ke-8

a) Dikhabarkan bahawa rasulullah saw bersabda: Di hari kiamat dikumpulkan oleh Allah swt sekelompok kaum yang wajah-wajahnya seperti bintang-bintang. Ditanya oleh malaikat apakah amal-amalnya di dunia, mereka berkata: Kita selalu berkemas-kemas ambil air wuduk apabila mendengar adzan dan tidak mengerjakan sesuatu pekerjaan lain dan sekelompok kaum lagi yang wajah-wajahnya seperti rembulan yang menjawab pertanyaan malaikat dengan mengatakan: Kita selalu mengambil air wudhu sebelum mendengar adzan, sedang sekelompok ketiga yang wajah-wajahnya seperti matahari berkata: Kita selalu mendengar panggilan adzan di masjid.

b) Diriwayatkan bahawa rasulullah saw bersabda: Bahawasanya Allah swt akan mengumpulkan semua masjid di dunia seakan-akan sebagai unta-unta putih, kakinya dari ambar, lehernya dari za’faran, kepalanya dari kasturi dan telinganya dari permata zabarjad hijau, dengan dituntun oleh para muadzzin dan disaisi oleh para imam lewat melalui lapangan hari qiamat secepat kilat. Melihat itu semua, bertanya-tanya ahli qiamat : Gerangan siapakah mereka itu? Malaikat-malaikat terdekat atau nabi-nabi dan rasul-rasul. Tidak, mereka adalah umat Muhammad yang rajin bersembahyang jemaah.

c) Sabda rasulullah saw: Barangsiapa mengambil air wudhu dari air yang mengalir dan bersembahyang belakang imam yang qari, ia patut memperoleh rahmat Allah maha pencipta(timur-barat).

d) Diriwayatkan bahawa rasulullah saw bersabda: Jika tiba hari qiamat, keluarlah suatu makhluk serupa kala-jengking dari neraka, panjangnya ialah sepanjang antara langit dan bumi, lebarnya ialah antara masyriq dan magrib. Makhluk yang bernama Harisy ditanya oleh Jibril : Ke mana engkau pergi dan siapa engkau cari? Aku mencari lima orang, jawab si Harisy, yang meninggalkan sembahyang, yang menahan zakat, yang mendurhakai kedua orang tuanya, yang meminum khamar dan yang berbicara di mesjid tentang urusan keduniawian.

Kerananya Allah berfirman : Sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah rumah Allah, maka janganlah kamu berdoa menyekutukan sesuatu dengan Allah.
 
Maka ambillah pelajaran hai orang-orang yang mempunyai penglihatan mata hati dan janganlah menjadi orang-orang yang alpa. (Zubdatul-Wa’idhin)

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

No comments:

Post a Comment