Wednesday, March 30, 2011

Surah Al-Infithaar ( Terbelah, terlepas ikatan )

Sembilan belas  ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Apabila langit itu terbelah,
2. Dan apabila bintang-bintang itu gugur,
3. Dan apabila laut itu membuak,
4. Dan apabila (isi) kubur dibangkitkan,
5. (Tiap-tiap) satu diri akan tahu apa yang ia sudah kerjakan dan tinggalkan,

Keterangan :

Apabila langit terbelah itu maksudnya bahawa apabila bintang-bintang yang jadi isi langit itu terlepas, tidak bertunjang-tunjangan dan tidak bertarik menarik antara satu dengan lainnya sebagaimana penarikan besi berani akan besi biasa.

Apabila bintang-bintang gugur itu maksudnya, apabila bintang-bintang itu terlepas daripada pegangan antara satu dengan lain sebagaimana gugurnya satu besi yang terlepas daripada pegangan besi berani.

Apabila laut membuak itu maksudnya apabila air laut itu tidak akan tetap lagi di dalam laut lantaran tidak teratur lagi perjalanan bumi atau lantaran mendidih.

Ringkasnya apabila ikatan antara benda-benda di langit akan terlepas dan apabila bintang-bintangnya akan gugur lantaran tidak ada kekuatan penarik antara satu dengan lain dan apabila air laut membuak keluar dari laut ke muka darat lantaran perjalanan sudah tidak teratur dan apabila dibangkitkan ahli-ahli kubur daripada kuburnya buat menerima balasan amal masing-masing – ialah di hari penghabisan dunia yang dinamakan hari kiamat – di hari itu manusia akan dapat tahu ganjaran bagi amal yang ia sudah kerjakan dan balasan atas kewajiban yang ia telah tinggalkan.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah kita bersedia mengerjakan amal-amal baik yang diperintah dan diwajibkan oleh allah atas kita dan hendaklah kita jauhi sekalian laranganNya sebelum sampai hari yang tak dapat kita mengerjakan amal lagi padanya ialah hari kiamat yang diuntukkan bagi meneriksa amal masing-masing buat diberi balasan menurut pekerjaan dan ikhlas masing-masing.

6. Hai manusia! Apa yang menipumu buat (durhaka kepada) Tuhanmu Yang Maha
    Besar,
7. Yang telah menjadikanmu dan sempurnakan kejadianmu dan bereskan pendirian
       badanmu?
8. Padahal atas apa saja rupa yang Ia kehendaki Ia bisa susunmu,

Keterangan :

Hai manusia! Apa yang menipumu hingga engkau tidak mengerjakan perintah bahkan engkau durhaka kepada Tuhanmu Yang maha kuasa yang telah menjadikanmu dan sempurnakan kejadianmu dan bereskan bentuk badanmu padahal ia berkuasa membikinmu atas apa saja rupa jelek dan buruk yang Ia kehendaki?

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Sepatutnya janganlah  ada apapun yang menipu dan menghalangi manusia daripada berbuat ibadat dan menjalankan perintah-perintah serta menjauhi larangan-larangan Allah yang telah menjadikan dia atas rupa yang sempurna dan bagus ini sedang tidak ada siapa pun yang dapat melarang Dia kalau Ia jadikan manusia atas seburuk-buruk rupa.

9. Bikan saja begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan,
10. Padahal sesungguhnya atas kamu ada penjaga,
11. Yang mulia, yang menulis (amal kamu) yang mengetahui apa yang kamu
      kerjakan,

Keterangan :

Hai manusia! Bukan sahaja kamu durhaka kepada Allah bahkan kamu dustakan adanya hari pembalasan, padahal kamu itu dijaga oleh malaikat yang mulia, yang menulis sekalian amal kamu, yang mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Sepatutnya manusia percaya kepada hari pembalasan dan taat kepada Allah dan jauhi laranganNya kerana sekalian amal kita, ditulis oleh malaikat penjaga kita tentang amal yang sudah kita kerjakan itu.

12. Sesungguhnya orang yang baik-baik itu akan ada di dalam kenikmatan,
13. Dan sesungguhnya orang-orang jahat itu akan ada di dalam neraka,
14. Mereka akan masuk padanya di hari pembalasa,
15. Dan mereka tidak akan keluar daripadanya,
16. Dan sudahkah engkau ketahui apa (yang dikatakan) hari pembalasan?
17. Lagi, sudahkah engkau ketahui apa (yang dikatakan ) hari pembalasan?
18. (Ialah) hari yang tidak seorang pun dapat menolong seseorang,
19. Dan semua urusan di hari itu adalah kepunyaan Allah.



Keterangan:

Di hari kiamat hari pembalasan akan diperiksa tulisan malaikat-malaikat, penjaga manusia. Sesudah habis pemeriksaan maka orang yang baik-baik akan diberi surga tempat kesenangan dan nikmat. Dan orang-orang yang jahat akan diberi neraka tempat azab dan sengsara yang merraka akan masuk padanya dan mereka tidak akan keluar daripadanya.

Lantaran hari kiamat itu satu hari yang amat dahsyat, hebat dan penting maka Allah bertanya dua kali: ”Sudahkah engkau ketahui apa yang dikatakan hari pembalasan itu?”. Lalu Allah jawab sendiri :” Iaitu hari yang tak dapat seorang menolong seorang dan sekalian urusan di hari itu, kepunyaan Allah dan di dalam kekuasaan Allah”.


Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah manusia mengerjakan perintah Allah dan jauhi laranganNya supaya dapat surga tempat nikmat yang kekal dan janganlah jadi orang-orang yang mendustakan agama supaya tidak termasuk di dalam neraka tempat azab yang kekal dan hendaklah manusia ingat kepada hari yang tiap-tiap manusia memikirkan hal dirinya sendiri-sendiri tak dapat menolong atau meminta pertolongan dari seseorang.

 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Tuesday, March 29, 2011

Surah Al-Muthaffifien ( Orang-orang yang curang )

Tiga puluh Enam  ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Kecelakaan (disediakan) untuk pencurang-pencurang,
2. Yang apabila menerima sukatan dari orang-orang lain mereka minta cukup,
3. Tetapi apabila menyukat atau menimbang untuk orang-orang (lain) mereka   
     kurangi,
4. Tidakah mereka menyangka bahawa mereka akan dibangkitkan untuk hari yang
    besar,
5. (Iaitu) hari yang manusia berdiri untuk (keputusan dari) Tuhan yang mempunyai
    sekalian alam?

Keterangan :

Kecelakaan dan siksaan yang pedih disediakan untuk orang-orang yang berlaku curang di dalam hal timbang menimbang, sukat menyukat atau ukur-mengukur iaitu apabila membeli atau menerima kembali hak mereka dari orang lain mereka jaga dan tuntut supaya sukatan, ukuran atau timbangan itu cuku. Tetapi apabila menjual atau mengembalikan hak orang atau menghutangan kepada orang mereka kurangkan sukatan, timbangan atau ukuran itu.

Tidakkah mereka yang curang-curang itu menyangka bahawa mereka akan dibangkitkan di hari besar yang sekalian manusia akan berdiri menunggu keputusan masing-masing dari Tuhan yang mempunyai sekalian alam yang sudah, alam yang sekarang dan alam yang akan datang?.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah manusia berlaku jujur, ikhlas dan adil terhadap orang-orang lain di dalam timbang menimbang, sukat menyukat, ukur mengukur, jual beli dan sebagainya sebagaimana ia suka orang lain berlaku begitu kepadanya.

Hendaklah manusia ingat bahawa ia akan menghadap Tuhannya yang mengetahui sekalian perbuatannya, kecil dan besar, zahir dan batin.

6. Janganlah begitu1 kerana sesungguhnya tulisan (amal) orang-orang yang durhaka
    itu adalah di Sijjien.
7. Dan sudahkah engkau tahu apa yang dikatakan Sijjien itu?
8. (Iaitu) kitab yang tertulis,
9. Kecelakaan di hari itu adalah bagi orang-orang yang mendustakan,
10. (Iaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan,
11. Dan tidak mendustakan hari itu melainkan tiap-tiap orang yang melampaui batas,
      lagi durhaka,
12. Yang apabila dibacakan kepadanya ayat Kami ia berkata :”Ini semua dongengan
      orang-orang dahulu”,
13. Tidak sekali-kali! Bahkan apa yang mereka telah usahakan itu telah menutup hati
      mereka,
14. Bahkan sesungguhnya mereka terdinding daripada (rahmat) Tuhan mereka,
15. Kemudian sesungguhnya mereka itu akan masuk neraka,
16. Kemudian akan dikatakan kepada mereka: ”Inilah (tempat) yang kamu dustakan”,

Keterangan :

Janganlah kiranya manusia jadi penipu, pencurang, pemakan hak orang di dalam hal sukat menyukat, ukur mengukur atau timbang menimbang dan lain-lain mu’amalah, kerana amal orang-orang yang durhaka itu akan tertulis di tanah atau di tempat hina yang dinamakan Sijjien iaitu perbendaharaan kitab-kitab yang tertulis padanya amal orang-orang yang durhaka, jahat dan kafir yang terletak di tempat yang hina yang akan dibacakan di hari pemeriksaan amal, hari pembalasan.

Di hari itu kecelakaanlah yang akan didapati oleh mereka yang mendustakan adanya hari itu kerana tidak berani mendustakan adanya hari kiamat itu melainkan tiap-tiap orang durhaka yang melanggar batas-batas yang ditetapkan oleh Allah iaitu orang-orang yang mendustakan firman-firman Kami apabila dibacakan kepada mereka, dengan perkataan mereka : Ini semua dongengan (hikayat-hikayat bikinan) orang-orang dahulu kala”.

Firman-firman Allah yang dibacakan oleh Rasul-rasul itu bukan dongengan tetapi yang menyebabkan  mereka berkata begitu, ialah adat-adat dan dosa-dosa yang mereka sudah kerjakan yang mana sekalian itu telah meliputi dan menutup hati-hati mereka daripada menerima kebenaran.

Bahkan dengan perbuatan itu mereka akan terdinding daripada rahmat Allah di hari yang manusia akan mendapat kecelakaan yang amat besar jika tidak dilindungi oleh rahmat Allah swt di hari itu mereka akan masuk neraka dan akan dikatakan kepada mereka : Rasakanlah azab neraka yang dahulunya kamu dustakan.”

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Orang-orang yang melanggar perintah-perintah Allah itu dipandang sebagai orang yang tidak percaya kepada hari kiamat kerana orang yang percaya kepada hari pemeriksaan itu sepatutnya tidak akan melanggar perintah-perintah Allah.

Melanggar perintah-perintah Allah itu, pekerjaaan orang-orang kafir yang mendustakan hari pembalasan Allah, ialah orang-orang yang hatinya telah tertutup dengan maksiat, yang tidak akan dapat rahmat dari Allah, bahkan akan masuk ke neraka.

17. Ingatlah! Sesungguhnya tulisan (amal) yang baik-baik itu adalah di Illiyin
18. Sudahkah engkau tahu apa yang dikatakan ’Illieyun itu?
19. (Iaitu) kitab yang tertulis,
20. Yang disaksikan oleh (Malaikat) Al-Muqarrabun,
21. Sesungguhnya orang yang baik-baik itu adalah di dalam kenikmatan,
22. Daripada atas pelamin-pelamin, mereka melihat,
23. Engkau akan dapat melihat di muka mereka cahaya nikmat,
24. Mereka diberi minuman yang terpilih yang termeterai,
25. Meterainya (dari) kasturi,
26. Dan tentang itulah hendaknya berlomba-lomba oleh orang yang berlomba-lomba,
27. Dan campurannya daripada air yang terpilih,
28. (Iaitu) mata air yang daripadanya diminum oleh orang-orang yang dihampiri (oleh
     Allah).

Keterangan :

Amalan orang yang baik-baik itu adalah termaktub di tempat yang mulia iatu kitab yang tertulis padanya amal orang yang baik-baik, yang disaksikan oleh malaikat Muqarrabun iaitu malaikat yang dihampiri oleh Allah.

Sesungguhnya orang yang baik-baik itu akan duduk di surga di dalam nikmat dan keadaan yang amat senang.

Dari atas pelamin tempat-tempat duduk mereka dapat mereka melihat sekalian apa yang mereka suka.

Di muka-muka mereka akan terlihat bekas-bekas dan cahaya-cahaya nikmat sebagaimana berseri-seri muka orang yang di dalam kesenangan yang kita lihat di dunia.

Di dalam surga mereka akan diberi minum minuman yang paling terpilih yang termeterai dengan kasturi yang wangi, materai mana menunukkan bahawa minuman itu ialah minuman yang mulia, yang bersih, yang tidak ada bandingannya.

Kepada kesenangan-kesenangan nikmat dan rahmat yang seperti itulah patutnya manusia berlumba-lumba untuk mencapainya.

Dan juga minuman itu dicampur dengan air yang terpilih ialah dari mata air yang diminum daripadanya oleh makhluk yang dihampiri oleh Allah.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah manusia taat kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya supaya namanya tertulis di kitab yang mulia yang balasannya tidak lain melainkan surga yang nikmatnya tak dapat disifatkan dengan lidah, nikmat mana sepatutnya jadi rebutan manusia yang berakal.



29. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka itu biasa tertawakan mereka yang
      beriman,
30. Dan apabila mereka lalui kaum mukminin mereka bermain-main mata di antara
      mereka,
31. Dan apabila mereka kembali ke ahli mereka, kembalilah mereka dengan sukacita,
32. Dan apabila mereka lihat kaum mukminin mereka berkata, sesungguhnya mereka
      ini ialah orang-orang yang sesat,
33. Padahal mereka tidak diutus untuk menjadi pengawal atas mereka (yang kafir itu),
34. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman tertawakan mereka yang kafir,
35. Dari atas pelamin-pelamin mereka melihat,
36. Bukankah tidak dibalas kafir-kafir itu melainkan apa yang mereka telah kerjakan?

Keterangan:

Orang-orang kafir yang berdosa itu dahulunya diwaktu didunia selalu tertawakan orang-orang mukmin yang telah beriman kepada agama Allah. Dan apabila melalui kaum mukminin mereka yang kafir itu berpandang-pandangan muka antara mereka sebagai mentertawakan, mengejek atau menghina dan apabila kembali ke rumah masing-masing ialah dengan sukacita lantaran sudah puas menghina kaum mukminin.

Dan apabila kaum mukminin lalu mereka berkata antara mereka, ”Lihatlah orang-orang yang sesat it!”, padahal kaum Islam itu tidak diutus oleh Allah sebagai ketua-ketua yang menjadi pengawal yang berhak memaksa.

Kaum mukmin itu tidak lain hanya menyeru kepada agama Allah dengan nasihat dan ajakan yang lemah lembut, ajakan mana kalau tak disukai, tak patut dibalas dengan penghinaan yang tidak putus-putus itu.

Oleh sebab perbuatan kaum kafir yang jahat itu maka di hari kiamat ini kaum Islam akan tertawakan mereka dari atas pelamin atau singgahsana masing-masing.

Kaim Islam akan melihat balasan yang didapati oleh kaum kafir, pengejek-pengejek mereka didunia.

Sekalian kehinaan, kenistaan dan siksaan yang mereka terima di akhirat itu tidak lain melainkan balasan bagi perbuatan mereka sendiri di dunia.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Biar orang hinakan, biar orang tertawakan dan biar orang apa-apakan janganlah kita berhenti daripada mengerjakan pekerjaan baik yang diperintah oleh Tuhan kita.

Kita akan dapat balasan bagi perbuatan kita dan kaum yang menghina kita juga akan dapat balasan atas perbuatan mereka.

 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Monday, March 28, 2011

Surah Al-Insyiqaaq ( Pecah belah )

Dua puluh lima ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Apabila langit itu hancur
2. Dan ia turut (perintah) Tuhannya padahal (memang) patut (ia turut),
3. Dan apabila bumi itu dipanjangkan,
4. Dan ia keluarkan ap-apa yang di dalamnya dan kosonglah ia,
5. Dan ia turut (perintah) Tuhannya, padahal (memang) patut (ia turut)

Keterangan :

Maksudnya : Bagaimanakh kelak dahsyatnya dan bagaimanakah nanti ributnya dan bagaimanakah pula kebingungan makhluk di waktu isi langit itu hancur kelak sebab beradu, bertempur dan berlanggar nintang-bintang satu dengan lainnya lantaran menurut perinah Tuhannya yang memang patut diturutnya!

Bagaimanakah nanti keadaan bumi ini dan betapakah kelam kabutnya manusia, apabila bumi itu dipanjangkan, sedang ia keluarkan sekalian isinya daripada jasad-jasad manusia dan lainnya hingga kosonglah ia kerana menurut perintah Tuhannya yang memang patut diturutnya!

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah manusia bersedia ’amal’ yang baik dari sekarang kerana hari keributan itu bukan hari amal lagi tetapi ialah hari manusia menerima upah baik atau balasan jahat atas amalnya.

6. Hai manusia! Sesungguhnya engkau telah bekerja bersungguh-sungguh (menuju)
     kepada Tuhanmu maka (engkau) akan bertemu Dia,
7. Lantaran itu, barangsiapa diberi suratnya dari sebelah kanannya,
8. Maka akan diperiksa kira-kiranya dengan mudah,
9. Dan ia akan pergi kepada ahlinya dengan sukacita,
10. Dan barangsiapa diberi suratnya dari belakangnya,
11. Maka ia akan berteriak menyebut-nyebut kecelakaannya,
12. Dan ia akan masuk di api yang bernyala-nyala,
13. Kerana sesungguhnya adalah ia bersuka-ria dengan ahlinya
14. Kerana sesungguhnya ia menyangka yang ia tidak akan kembali,
15. Tidak begitu, bahkan sesungguhnya Tuhannya itu melihat akan dia,

Keterangan :

Maksudnya : Hai manusia! Sesungguhnya engkau telah berlelah-payah mengerjakan kebaikan atau kejhatan dan menghabiskan umurmu menuju Tuhanmu maka tidak syak engkau akan bertemu Dia.

Di hari perhitungan amal itu barangsiapa diberi suratnya dari kanannya maka orang itu akan diperiksa kira-kiranya dengan cara yang mudah dan ia akan pergi kepada ahlinya di surga dengan sukacita dan barangsiapa diberikan suratnya dari sebelah belakangnya maka orang itu akan berteriak menyebut kecelakaaannya dan ia akan masuk di api yang bernyala0nyala kerana di waktu hidupnya ia bersukaria dengan ahlinya dengan tidak memperdulikan perintah-perintah Allah dan ia sangka yang ia tidak akan bertemu hari pembalasan dari Allah.

Sesungguhnya amat salah sangkanya itu kerana Tuhan yang menjadikan dia, selalu melihat dia dan amalnya mahupun yang baik ataupun yang jahat untuk dibalas di hari pembalasan umum ialah hari kiamat yang amat dahsyat itu.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Maupun manusia berkerja jahat atau baikmesti lelah payah akhirnya mesti sampai kepada Tuhannya yang akan membalasnya. Oleh sebab itu, sepatutnya manusia memilih amal yang baik buat dikerjakan supaya di hari pembalasan yang dahsyat dan huru hara itu ia dapat surat dari pihak kanan yang akan membawa kesenangan yang tidak berkeputusan.

16. Perhatikanlah sungguh tanda merah di pinggir langgit,
17. Dan (perhatikanlah) malam fdan apa yang dikumpulkan olehnya,
18. Dan (perhatikanlah) bulan apabila sempurna terangnya,
19. Sesungguhnya kamu akan melalui selapis dari selapis,
20. Mengapakah mereka tidak mahu beriman?
21. Dan apabila dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak mahu tunduk?
22. Bahkan orang-orang yang kafir itu mendustakan,
23. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka kumpulkan (di hati mereka)
24. Lantaran itu, khabarkanlah kepada mereka (yang mereka akan mendapat) azab
      yang pedih,
25. Tetapi orang-orang yang beriman dan beramal baik itu akan mendapat pahala
      yang tidak putus.

Keterangan :

’Perhatikanlah tanda merah di pinggir langit waktu Maghrib ’ itu maksudnya – sebagai bandingan – fikirkanlah umur kamu yang hampir habis, sebagaimana hari siang akan habis dengan habisnya tanda merah itu.

’ Perhatikanlah malam dan apa yang dikumpulkan olehnya’ itu, maksudnya – sebagai tamsil dan ibarat – fikirkan dan perhatikanlah keadaan kamu yang akan pergi tidur di kubur kamu sebagaimana orang yang hidup pergi ke tempat tidurnya di waktu malam yang bererti dikumpulkan oleh malam.

’ Perhatikanlah bulan apabila sempurna terangnya ’ itu, maksudnya : fikirkan dan perhatikan serta bersedialah untuk hari terang iaitu hari bangkitan (kiamat) yang terang yang tidak tersembunyi pada sesuatu pun.

’ Sesungguhnya kamu akan melalui selapis dari selapis ’ itu maksudnya, baha manusia ini dari kecil sampai besarnya akan melalui beberapa keadaan susah-payah, senang sentosa, lalu mati dan tinggal di kubur kemudian dibangkitkan ke padang Mahsyar.

Di antara masa hidupnya itu, jika ia perhatikan nescaya ia akan dapat tahu bahawa alam ini tidak dapat tiada mempunyai satu Tuhan yang wajib dipercayai oleh sekalian makhluk.

Lantaran itulah Allah berkata di ayat 20 dan 21 itu : ” Mengapakah manusia tidak mahu beriman dan mengapakah mereka tidak mahu tunduk sujud kepada Allah waktu mendengar bacaan Al-Quran yang berisi ajaran-ajaran dan tanda-tanda yang menunjukkan kepada adanya Tuhan dan kekuasaaanNya? ”

Maka orang-orang kafir itu bukan sahaja tidak mahu beriman bahkan mereka mendustakan pula tetapi Allah tahu apa yang mereka kandung di hati-hati mereka. Lantaran itu khabarkanlah kepada mereka bahawa mereka akan dapat azab yang amat pedih.

Adapun orang-orang yang beriman dan beramal solih sebagaimana diperintah oleh Allah akan dapat ganjaran dan balasan yang tidak putus-putus.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Sebagaimana  keadaan masa, ada malam yang hampir gelap, ada malam yang gelap dan ada malam yang terang maka keadaan manusia yang begitu iaitu hampir mati, lalu mati kemudian akan bangkit di hari yang sekalian urusan kelihatan dengan terang, tidak tersembunyi.

Selain dari itu manusia akan melalui beberapa keadaan di dalam masa hidupnya yang mana sekalian itu menunjukkan keadaan dan kebenaran Tuhan.

Keterangan itu walau bagaimanapun nyatanya tidak akan diturut oleh semua orang.

Lantaran itulah ada orang yang akan dapat susah dan siksa dan yang akan dapat kesenangan dan sentosa.

( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Sunday, March 27, 2011

Surah Al-Buruj ( Bintang-bintang )

Dua puluh dua ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Perhatikanlahlangit yang mempunyai bintang
2. Dan (perhatikanlah) hari yang dijanjikan,
3. Dan perhatikanlah syaahid dan masyhud,
4. Celakalah orang (yang membikin) parit,
5. (Dari) api yang bernyala-nyala,
6. Ketika mereka duduk dipingginya,
7. Dan mereka jadi saksi atas perbuatan mereka (sendiri) kepada orang-orang
    mu’min.

Keterangan :

Perhatikanlah langit yang mempunyai bintang-bintang itu maksudnya perhatikanlah langit  yang mempunyai matahari dan bintang-bintang yang teratur sebagaimana bintang-bintang atau mahligai-mahligai yang teratur dengan pintu-pintu, pelita-pelitanya dan perhiasan perhiasannya.

Perhatikanlah hari yang dijanjikan itu maksudnya bahawa dengan memperhatikan langit dan isinya daripada matahari dan bintang serta peredarannya sebagaimana yang dimaksudkan oleh ayat yang pertama itu, kamu akan dapat tahu bahawa sekiranya Allah Taala ubahkan sedikit sahaja perjalanan bintang-bintang itu, akan beradu dan berlanggar sekalian isi langit satu dengan lainnya dengan perlanggaran mana akan hancur lebur  langit dan isinya.

Dengan hancurnya bintang-bintang dengan sebab berlanggar dan bertempur itu, jadilah kiamat – ialah hari yang dijadikan oleh Allah. Jadi perhatikanlah hari yang dijadikan itu, maksudnya perhatikanlah sebab-sebab yang akan menimbulkan hari yang tersebut yang mana kaum kafir tidak mahu percaya itu.

Perhatikanlah Syahidin itu ertinya perhatikanlah barang yang jadi saksi iaitu barang-barang yang hadir di hadapan mata kita seperti matahari, bintang-bintang serta peredarannya dan perhatikanlah Masyhudin itu ertinya perhatikanlah barang yang ghaib yang disaksikan oleh barang yang hadir ini, iaitu perhatikan dan fikirkanlah kedatangannya hari kiamat yang sekarang masib ghaib bagi kita, yang mana tentu akan datang apabila dikehendaki oleh Allah swt dengan diubahnya sedikit perjalanan falak bagi benda-benda yang diudara itu.

Perintah-perintah menyuruh perhatikan dan fikirkan hari kiamat dengan mengambil contoh keadaan di langit itu, tidak lain melainkan supaya manusia beriman kepada Allah dan beramal untuk hari peperiksaan yang tidak dipercaya oleh kaum kafir itu.

Orang  yang membikin parit dari api yang bernyala-nyala itu  ialah satu kaum di zaman dahulu yang menyiksa kaum mukminin dengan menggali satu parit yang meeka penuhkan dengan kayu bakaran dan mereka bakar hingga bernyala-nyala lalu mereka masukkan ke dalam api itu kaum mukminin yang sudah beriman kepada agama Allah yang sebenarnya. Perbuatan mereka yang sedemikian bengisnya itu mereka saksikan sendiri dengan duduk di tepi parit pembakar kaum mukminin tadi.

Mereka tidak lakukan perbuatan yang kejam, bengis dan buas melainkan lantaran mereka tidak percaya kepada hari pembalasan.

Oleh sebab itulah Allah swt perintah di ayat-ayat yang di atas tadi supaya manusia fikirkan bumi dan langit dan peredarannya yang mana akan menyebabkan mereka percaya kepada hari kesudahan yang dijanjikan oleh Allah.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

1) Hendaklah kita belajar ilmu perjalanan bintang-bintang walaupun sedikit kerana
    dengan mengetahui ilmu itu dapat kita perhatikan dan fikirkan apa yang diperintah
    oleh Allah di ayat-ayat itu.

2) Hendaklah kita jadikan contoh bagaimana kekuatan iman kaum mukminin di zaman
     dahulu hingga tidak berubah walaupun dimasukkan kedalam api.

8. Dan mereka itu tidak menyiksa mereka (yang mukminin) itu melainkan lantaran
    mereka beriman kepada Allah yang maha gagah dan terpuji.
9. Yang mempunyai kerajaan di langit dan bumi dan Allah itu menjadi saksi atas tiap-
    tiap suatu.

Keterangan :

Maksudnya bahawa kaum kafir yang tersebut di ayat-ayat yang terdahulu itu tidak membakar kaum mukminin serta duduk di pinggir parit api menyaksikan perbuatan mereka sendiriitu melainkan lantaran mukminin itu beriman kepada Allah swt. Yang mempunyai kerajaan bumi dan langit tetapi Allah menjadi saksi atas perbuatan mereka yang bengis itu.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Walaupun dengan mengorbankan harta dan jiwa hendaklah kita mengerjakan perintah-perintah Allah dan menyiarkan agama Allah – walaupun dipancong dan dibakar.

Janganlah kita khuatir, kerana pembalasan bagi kita dan bagi penganiaya itu Tuhanlah akan memberi kerana Tuhan menyaksikan tiap-tiap suatu.

10. Sesungguhnya orang-orang yang menyusahkan kaum mukminin dan mukminat
      kemudian mereka tidak bertaubat maka mereka akan mendapat azab jahanam dan
      mereka akan mendapat azab bakaran.
11. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal solih akan
      mendapat surga yang mengalir padanya sungai-sungai yang demikian itu satu
      kemenangan yang besar.

Keterangan :

Orang-orang yang menganggu dan memaksa kaum mukminin dan mukminat dengan bunuhan dan bakaran itu jika tidak bertaubat dan masuk Islam akan mendapat siksa jahanam yang amat pedih.

Adapun orang-orang yang beriman teguh dengan tidak berubah dan beramal solih itu akan mendapat ganjaran-ganjaran syurga yang amat cukup dan satu kemenangan yang besar.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

1) Orang-orang kafir walau bagaimanapun bengis, jahat dan kejam perbuatannya jika
    bertaubat, masuk Islam nescaya Allah ampunkan sekalian dosanya.
2) Kemenangan yang besar untuk kaum mukminin ialah masuk surga.

Manusia tidak akan masuk syurga melainkan dengan iman sebagaimana diperintah oleh Allah dengan beramal solih menurut agama Allah yang sebenarnya.

12. Sesungguhnya balasan Tuhanmu itu sangat (pedih)
13. Sesungguhnya Ialah yang memulakan dan akan mengembalikan,
14. Dan Ialah Pengampun dan Penyayang,
15. Yang mempunyai arsy yang terpuji,
16. Yang sangat berkuasa membuat apa yang Ia kehendaki.

Keterangan :

Sesungguhnya amat pedih balasan yang disediakan oleh Tuhanmu di dunia atau di akhirat untuk kaum kafir yang tidak mahu percaya kepada kebangkitan kiamat.

Sewajibnya mereka percaya kepada hari kemudian, kerana sebagaimana Allah telah mulakan iaitu telah jadikan alam ini daripada tidak ada kepada ada. Ia akan kembalikan jasad-jasad manusia yang sudah hancur-lebur itu kepada ada.

Ialah Tuhan yang amat mengampuni dosa hambaNya yang bertaubat dan amat penyayang akan hambaNya yang menjalankan perintah-perintahNya ialah Tuhan yang mempunyai arsy ialah Tuhan yang amat terpuji yang amat berkuasa membuat apa yang dikehendakinya.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

1) Oleh sebab Allah adakan makhluk daripada tidak ada kepada ada maka patutlah Ia
     sediakan balasan yang pedih untuk mereka yang tidak mahu percaya kepada hari
     pembalasan itu.
2) Sungguhpun pedih siksaan yang Ia ada sediakan untuk si kafir Ia sediakan juga
    keampunan dan percintaan kepada mereka yang bertaubat dari kesalahannya dan
    masuk agamaNya yang mulia.

17. Sudahkah datang kepadamu khabar tentera-tentera,
18. Firaun dan Tsamud?
19. Tetapi orang-orang kafir itu tetap mendustakan,
20. Padahal Allah mengepung (mereka) dari belakang mereka,
21. Bahkan iaitu Al-Quran yang mulia,
22. (Terpelihara) di Loh Mahfuzh.

Keterangan :

Maksudnya sudahkah engkau, ya Muhammad! Dengar khabar dari hal tentera-tentera yang kuat dan gagah berani seperti Firaun dan Tsamud dan pengikut-pengikutnya?. Bukankah Allah telah binasakan mereka lantaran kedurhakaan dan kekufuran mereka?

Mereka yang jadi musuhmu itu sudah mendengar khabar kaum-kaum kafir yang dahulu kala.

Sungguhpun begitu tetap juga mereka mendustakan pesuruh Allah dan agamaNya. Biarkanlah mereka berlaku begitu. Mereka tidak akan terlepas kerana Allah  akan mengepung mereka dari belakang mereka.

Biarkanlah mereka tidak percaya, biarkanlah mereka dustakanmu, biarkanlah mereka dustakan kitabKu.

KitabKu itu tidak lain melainkan Al-Quran yang mulia yang terpelihara di Loh Mahfuzh yang tidak akan terganggu walau bagaimanapun usaha mereka padaemadamkan cahayanya.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

1)      Orang yang mendustakan urusan Allah atau kitabNya akan dapat balasan yang secukupnya kerana tidak ada yang tidak di dalam gengaman dan kepungan Allah.
2)      Walau bagaimanapu kaum kafir itu berusaha dan berikhtiar hendaklah memadam cahaya Al-Quran maka Al-Quran tidak akan berubah, tidak akan rusak, kerana Al-Quran selamanya di dalam penjagaan Allah, tertulis di Loh Mahfuzh, di papan tulis yang terpelihara.

( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Saturday, March 26, 2011

Surah Ath-Thaariq ( Bintang Penebus )

Tujuh belas ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Perhatikanlah langit dan ath-thaariq!
2. Sudahkah engkau tahu apa (yang dikatakan) ath-thaariq itu?
3. (Iaitu) bintang yang (cahayanya) menembus,
4. Tidak ada satupun jiwa melainkan atasnya adalah penjaga.

Keterangan :

Maksudnya : Perhatikan langit dan isinya dari bintang-bintang yang berjuta-juta mil jauhnya dari bumi kita, padahal cahayanya sampai kepada kita sesudah menembusi beberapa banyak jenis udara!

Orang yang memperhatikan itu, akan dapat tahu bahawa tiap-tiap  satu jiwa ada penjaganya, ialah Allah swt iaitu orang yang memperhatikan hal langit dan isinya dari bintang-bintang yang besar-besar dan jauh-jau dan terang-terang hingga tembus menembus cahayanya sampai kepada kita, akan dapat tahu bahawa semua itu tak dapat tiada ada yang menjaga dan mengedarkannya dan dari itu ia akan dapat tahu bahawa apabila benda-benda yang tak bernyawa itu ada penjaganya tak dapt tiada bahkan teristemewa tiap-tiap barang berjiwa tentulah ada penjaga atau pengurusnya yang tidak lain melainkan ialah Allah, Tuhan yang menjadikan segala sesuatu dan memberi rezeki akan segala sesuatu dengan ukuran yang ditentukannya bagi tiap-tiap sesuatu.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah kita beribadat dan taat kepada Tuhan yang menjaga dan mengurus tiap-tiap suatu maupun yang bernyawa atauoun tidak.

Hendaklah kita malu dan jauhi larangan Tuhan yang tiap-tiap suatu benda ada dalam penjagaanNya.

5.Cubalah manusia lihat dari apa dijadikan dia!
6. Dijadikan dia daripada air yang terpancar,
7. Yang keluar dari laki-laki dan perempuan.

Keterangan :

Ash-shulb di sini maksudnya laki-laki dan At-tara-ib maksudnya perempuan.

Sesudah memperhatikan langit dan isi-isi dari bintang-bintang yang besar-besar dan jauh-jauh dan terang-terang hingga menembus cahayanya sampai kepada kita – sesudah memperhatikan sekalian yang tersebut dan sesudah dapat tahu bahawa tiap-tiap satu bebda ada di dalam penjagaan Allah yang maha kuasa.

Maka cubalah perhatikan keadaan dan kejadian manusia! Apakah ia satu makhluk yang patut bermegah diri, takabbur, sombong? Tentu tidak! Manusia hanya satu makhluk yang dijadikan daru air yang terbit dari laki-laki dan perempuan. Tidak berbeda manusia daripada lain-lain jenis haiwan kecuali dengan amal solih untuk akhirat dan untuk pergaulan di dunianya.

Oleh sebab itulah Allah berkata di surah Wal-Ashr bahawa manusia semua di dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal solih dan firman Allah di suah Al-Hujurat ayat 13, bahawa orang yang paling mulia pada pandangan Allah ialah orang yang paling berbakti kepada Allah.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Dengan kejadian badan kasar ini janganlah manusia menyangka yang ia satu makhluk yang mulia. Badan kasar manusia ini tidak lain melainkan berasal dari air yang manusia sendiri merasa jijik memegangnya juga air yang jijik dipegang itu, tidak jadi manusia  manusia yang  sombong dan takabbu, ini melainkan sesudah melalui beberapa kali akan tempat yang dilalui oleh kotoran.

Hendaklah kita jadi manusia yang sebenarnya dan mulia dengan amal yang solih untuk dunia dan akhirat kita.

8. Sesungguhnya Allah amat berkuasa atas mengembalikannya,
9. Di hari yang dibuka sekalian rahsia,
10. Maka tidak ada baginya kekuatan dan tidak ada penolong.

Keterangan :

Sesudah menyuruh manusia memikirkan hal kejadian dirinya di ayat-ayat yang telah lalu maka di ayat-ayat ini seolah-olah Allah berkata : Janganlah manusia menyangka bahawa badan yang dijadikan daripada air yang terpancar itu, apabila mati habis sekalian urusannya, tidak sekali-kali!.

Bahkan Allah itu amat berkuasa menghidupkannya kembali di hari yang akan terbuka sekalian rahsia manusia iaitu di hari kiamat untuk dibalas sekalian amal baik dan amal jahat manusia. Di hari itu manusia tidak akan mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri daripada menerima balasan siksa dan tidak akan mempunyai pembantu atau penolong yang dapat menolong dia di dalam hal tersebut.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah kita tunduk dan taat kepada hukum-hukum Allah dan jauhi sekalian laranganNya kerana kita sekalian akan dibangkitkan dan akan dibalas di hari kemudian.

Sebagaimana kita mengerjakan perintah-perintahNya dan jauhi larangan-laranganNya yang zahir hendaklah kita penuhi batin kita dengan sekalian perangai yang baik-baik dan hendaklah kita jauhi sekalian dengki, riak, ujub dan lain-lain penyakit di hati kerana sekalian itu akan dibuka di hadapan kalayak yang ramai di hari yang manusia tidak akan mempunyai sedikitpun kekuatan atau bantuan untuk menutup rahsia-rahsia itu.

11. Perhatikanlah langit yang mempunyai air,
12. Dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,
13. Sesungguhnya (yang demikian) itu perkataan benar,
14. Dan iaitu bukan (perkataan) sia-sia.

Keterangan :
Di sisi Allah Taala kuatkan lagi tanda kekuasaanNya dengan perkataan. Perhatikanlah langit yang menurunkan hujan yang jadi sebesar-besar rahmat bagi kamu dan bagi tanaman-tanaman kamu serta binatang-binatang peliharaan kamu dan perhatikanlah bumi yang mengeluarkan tumbuh-tumbuhan untuk jadi makanan, perlindungan bagi kamu.

Dengan memperhatikan hal-hal itu, kamu akan yakin bahawa perkataan-perkataanKu tentang langit, bintang, kejadian manusia, bangkitan di hari kiamat itu benar dan berguna bukan suatu hal atau perkataan yang sia-sia.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Hendaklah kita syukur kepada Allah atas pemberian hujan dan tubuh-tumbuhan yang jadi pokok kehidupan kita, dan hendaklah kita percaya bahawa Tuhan yang telah mengadakan kita daripada tidak ada dan membesarkan dan menjadikan kita manusia dengan air dan tumbuh-tumbuhan itu amat berkuasa membangkitkan kita di hari yang Ia kehendaki dan hendaklah kita percaya bahawa firman Allah itu benar dan berguna bukan perkataan yang sia-sia.

15. Sesungguhnya mereka itu membikin tipu daya,
16. Dan Aku akan membalas tipu daya,
17. Lantaran itu, biarkanlah orang-orang kafir itu1 Berilah tempo kepada mereka itu
      sebentar!

Keterangan :

Di ayat-ayat yang telah lalu, Allah Taala telah beri  beberapa contoh dan tamsil supaya manusia perhatikan dan beriman kepada Allah dan kepada hari kiamat, hari pembalasan yang mana manusia tidak akan terselamat daripada bahayanya kalau tidak beragama dengan agama Allah, agama Islam.

Sungguhpun begitu tetapi kaum-kaum kafir Mekah dan sekelilingnya selalu membikin tipu daya menghasut supaya manusia tidak beragama dengan agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.

Lantaran itu di ayat ini, Allah berkata :

Kaum kafirin itu membikin tipu daya, menghalangi manusia masuk agamaKu dan Aku akan balas tipu daya dan pekerjaan jahat yang mereka lakukan. Oleh sebab itu, janganlah engkau susah hati, biarkanlah kaum-kaum kafir itu berbuat apa yang mereka suka dan berilah mereka tempoh sebentar iaitu hingga mereka berpindah dari dunia ini atau hingga Aku balas mereka di dalam dunia ini juga.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Kewajiban kita tidak lain melainkan menyampaikan perintah-perintah dan larangan Allah kepada hambaNya. Di dalam antara kita berkerja itu kalau ada yang menghalangi jangan kita berdukacita kerana tipu daya dan hasutan jahat yang mereka kerjakan itu Tuhan akan balas dengan secukupnya.

Kita wajib berkerja terus, wajib berusaha terus. Barangsiapa menolong agama Allah, Allah akan menolong dia.

( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )