Sunday, August 17, 2014

Pahala berbakti kepada kedua orang tua

Pengajian ke-13

Dihikayatkan bahwa nabi Musa as bermohon kepada Allah: Ya Tuhan! Tunjukkanlah siapa temanku di syurga! Maka Allah memerintahkan: Pergilah ke negeri anu, ke pasa anu, di situlah engkau akan menemui temanmu di syurga, ialah seorang pedagang daging. Lalu berangkatlah nabi Musa menuju tempat yang ditunjuk dan tiba di toko si pedagang daging di kala sudah senja.Dilihatnya si pedagang memotong sepotong daging dan memasukkannya dalam sebuah keranjang lalu keluar dari toko dan pulang ke rumah diiringi oleh nabi Musa.

Dalam perjalanan berkatalah nabi Musa padanya : Dapatkah aku bertamu padamu? Ya jawab si pedagang. Sesampai mereka di rumah dimasak dan diolah sepotong daging itu menjadi masakan (sop) yang lezat, kemudian si tuan rumah mengeluarkan dari belakang rumahnya sebuah keranjang di dalamnya terdapat satu perempuan yang sudah amat tua, lemah dan kurus seakan-akan seperti seekor burung merpati.Dikeluarkannya si orang tua itu dan diberinya beberapa suap makanan sampai kenyang, kemudian dicucikan bajunya dan sesudah itu dikeringkan dikenakannya kembali, kemudian digantungkan keranjang itu setelah perempuan tua direbahkan kembali di dalamnya.

Dalam pada itu nabi Musa sambil memperhatikan gerak kedua bibir perempuan tua itu berkata as : Aku melihat kedua bibirnya berdoa: Ya Tuhan! Jadikanlah anakku ini kawan Musa di syurga. Kemudian tuan rumah berkata, menjawab pertanyaan nabi Musa: Perempuan ini adalah ibuku ia sudah menjadi begitu lemah, sehingga tidak dapat duduk. Bahagialah engkau, berkata nabi Musa, Akulah Musa dan engkaulah kawanku di syurga. Semoga Allah meringankan penderitaan ibumu demi kemuliaan nama-namaNya yang baik dan demi kemuliaan yang termulia di antara segenap makhluk.

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

Ya Allah, hadirkan senentiasa di hati kami kebesaranMu sebagaimana hadirnya ia sewaktu dalam kekhusyukan solat-solat kami. Aameen Ya Rab.

No comments:

Post a Comment