Sunday, January 13, 2013

Miqdad bin Amr


Nama lengkapnya Miqdad bin Amr bin Tsa’labah Al-Bahrani Al-Kindi, biasa dipanggl Abu Amr. Dia dilahirkan 37 tahun sebelum Hijrah.

Ayahnya pernah berkelahi dengan Ibnu Syamr Al-Kindi, lalu Miqdad menikam Ibn Syamr dengan sebilah pedang, kemudian lari ke Mekah. Di Mekah, dia dijadikan anak angkat oleh Aswad bin Abd Yaphuts Az-Zuhri. Sejak ketika itu, dia dipanggil dengan nama Miqdad bin Aswad. Setelah larangan tentang penggunaan nama anak angkat turun, dia lalu dipanggil dengan nama Miqdad bin Amr.

Dia adalah salah seorang dikalangan tujuh orang yang menunjukkan keIslamannya di Mekah.

Dia adalah Muslim pertama yang berperang pada jalan Allah dengan menunggang kuda dan termasuk salah seorang di antara tiga pasukan berkuda dalam Perang Badar. Mereka adalah Miqdad, Zubair dan Murtsad.

Rasulullah pernah bersabda : Sesungguhnya Allah menyuruhku supaya mencintai empat orang dan dia memberitahuku bahawa dia mencintai mereka, yakni Ali bin Abi Talib, Miqdad bin Amr, Abu Dzar Al-Ghafari dan Salman Al-Farisi.

Dia turut serta dalam Perang Badar dan turut memberikan pendapatnya setelah Abu Bakar dan Umar bin Al-Khattab ketika nabi bermusyawarah dengan para sahabatnya. Pada ketika itu, dia menyatakan : Wahai rasulullah, lakukanlah apa yang telah diperintahkan Allah kepada kamu dan kami (kaum Ansar) akan tetap bersama kamu. Demi Allah, kami tidak akan mengatakan kepada kamu ucapan yang pernah diucapkan oleh Bani Israel kepada nabi Musa, pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan tetap duduk di sini. Kami akan mengatakan kepada kamu, pergilah kamu bersama Tuhanmu untuk berperang dan kami akan menyertai kamu untuk berperang. Demi Zat yang telah mengutus kamu membawa kebenaran, seandainya kamu mengajak kami ke Bark Al-Gumad, kami tetap mengikut kamu sampai ke sana dan kami akan berperang bersama kamu hingga Allah memberikan kemenangan kepada kamu.
 
Suatu hari, dia menolong seorang yang teraniaya, lalu dia mengatakan, aku akan mati dan ketika itu Islam sudah memiliki kedudukan yang kuat.

Dia meriwayatkan 48 hadis dari nabi.

 Dia selalu menyebut-nyebut sabda nabi, kebahagiaan itu adalah bagi orang yang menjauhkan dirinya dari fitnah.

Wallaahu a’lam.

(Tokoh-tokoh besar Islam sepanjang zaman; Syeikh Muhammad Sa’id Mursi)

No comments:

Post a Comment