Thursday, September 15, 2016

Petikan Khutbah Arafah 2016 (1)

Hadirin, para jemaah haji.

Semoga Allah Yang Maha Meyaksikan yang menjanjikan turun dekat dengan hambaNya dan membanggakan kita semua di hadapan para malaikat benar-benr menjamu kita saat ini dengan janjiNya diijabah doa-doa kita.

Segala puji bagi Allah yang Maha Menatap, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Dekat. Seperti yang kita tahu malam terbaik ada di bulan Ramadhan di sepuloh hari terakhir, namun Allah menyembunyikan di malam-malam ganjil. Berbeda dengan hari yang terbaik, hari Arafah yang Allah tidak menyembunyikannya.Namun Allah benar-benar memberitahu kita harinya, jamnya adalah saat inilah. Saat terbaik yang benar-benar terbaik di antara semua waktu yang ada.

Inilah hari menurut  rasulullah saw yang tiada hari Allah membebaskan hambaNya dari neraka yang terbanyak dibebaskan kecuali hari ini. Saat inilah Allah mengundang para malaikat untuk menyaksikan siapa yang berkumpul di Arafah ini dan inilah saat Allah benar-benar bertanya kepada hambaNya. Apa yang diinginkan oleh hambanya dan inilah yang disebut saat sebaik-baik doa ialah doa di hari Arafah. Mudah-mudahan kita menyedari bahawa hari inilah yang teragung, saat teragung yang betul-betul tidak ada bandingannya.

Alhamdulillah. Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan, maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.Ingat rasulullah saw bersabda: Sungguh menakjubkan orang yang beriman, semua urusannya adalah baik. Dan tidak ada yang begitu melainkan orang yang beriman. Ketika jika diberi kenikmatan, ia bersyukur maka itu kenikmatan baginya. Dan jika Allah memberikan ujian dia bersabar. Sabar itulah kebaikan baginya.

Hadirin;

Mudah-mudahan kita menyedari bahawa saat ini adalah nikmat yang tiada bandingannya. Allah mencipta begitu banyak makhluk di alam semesta ini dengan beragam jenis. Alhamdulillah, Allah takdirkan kita menjadi manusia, tidak menjadi binatang, tidak menjadi batu, tidak menjadi virus, tidak menjadi babi. Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan, maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan

Di antara tujuh setengah million manusian yang Allah ciptakan, alhamdulillah Allah takdirkan kita jadi orang Islam. Tidak jadi kafir, tidak jadi munafikin. Masyaallah. Bayangkan jika kita tidak dapat hidayah, boleh jadi kita saat ini sedang menyembah batu, sedang menyembah berhala. Nikmat Islam adalah nikmat yang tiada bandingan.

Di antara satu setengan million umat Islam, alhamdulillah Allah takdirkan kita diberi nikmat mengamalkan Islam. Betapa banyak umat Islam yang hanya bermimpi-mimpi bisa datang ke tanah suci. Berapa banyak umat Islam yang tiap malam tahajud memohon kepada Allah, belum sampai ke tempat yang penuh barokah ini.

Berapa banyak umat Islam yang jauh lebih soleh daripadakita, yang hafal Quran yang belum sampai ke tempat suci yang barokah ini. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan. Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan.Allah menyaksikan siapa diri kita siang dan malam. Allah tahu setiap maksiat yang kita lakukan. Allah tahu srtiap maksiat yang terang-terangan, yang sembunyi-sembunyi. Allah tahu persis setiap dosa dan maksiat yang kitaperbuat. Allah tutupi sehingga orang-orang yang terdekat dengan kita pun tidak tahu siapa diri kita yang sesungguhnya.   Nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.

Sesudah Allah tutupi aib-aib kita malah Allah undang kita ke tanah suci ini dan Allah janjikan ampunan bagi orang-orang yang mahu bertaubat.Inilah tempat yang Allah janjikan bagi haji mabrur. Tiadabalasan selain surga. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan. Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.

Lihatlah badan kita, Allah takdirkan sempurna. Padahal kesempurnaan ini yang sering kita gunakan untuk berbuat maksiat. Allah buat otak kita sempurna pada hal otak ini sering melupakan Allah. Allah kurniakan mata ini sempurna, tapi mata ini yang sering berzina, sering melihat maksiat, jauh dari al-Quran. Allah titipkan kita telinga yang jelas, bisa mendengar suara anak cucu, ayam berkokok dan telinga inilah yang sangat jarang mendengar nama Allah, kebenaran Allah.

Tapi Allah beri kesempatan, kita diundang ke tempat yang penuh barokah ini. Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan Fabiayyi aalaai rabbikumaa tukadz dzibaan. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan.

KH Abdullah Gymanastiar
Arafah, Arab Saudi.
11 September 2016

No comments:

Post a Comment