Wednesday, September 3, 2014

Pahala doa yang diucapkan maupun yang tidak diucapkan

Pelajaran ke-21

Dihikayatkan bahawa ada seorang salih, keadaan kewangannya menyempit dan mengalami kesukaran dalam hal nafkah dan makan sehari-hari, maka ia diperintah isterinya agar berdoa kepada Allah memohon agar diperluas rezkinya dan dibebaskan dari kesukaran yang dialaminya.

Berdoalah orang salih itu sesuai dengan permintaan isterinya dan tidak lama kemudian tatkala si isteri masuk dilihatnya di sudut rumah lempengan emas murni sebesar sebuah bata. Gunakanlah emas itu sesuka hatimu, kata si suami.

Pada malam hari waktu tidur, si suami salih melihat dalam mimpi seakan ia masuk syurga di mana dilihatnya sebuah gedung yang tidak lengkap kurang satu biji bata. Bagi siapa gedung ini? Tanya ia dalam mimpinya. Bagimu, kata suara yang menjawab. Ke mana suatu bata ini? Tanya lagi ia. Sudah kami kembalikan kepadamu, kata suara yang menjawab. Kemudian terbangun orang saleh itu dari tidurnya dan dimintanya bata emas itu dari isterinya dan diletakkannya dia sisi kepalanya sambil berdoa : Ya Tuhanku telah kukembalikan bata itu kepadaMu dan terletaklah kembali bata itu di tempatnya.

Dan demikianlah sabda rasulullah saw: Tiada seorang mengambil (menerima) suatu suap dari dunia, melainkan akan dikurangi bagiannya dari akhirat.

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

No comments:

Post a Comment