Friday, September 27, 2013

Lipur lara bangsa



Hujan panas melanggar musim
musim petaka empat keturunan
empat keturunan bangsa lara
bangsa lara melangkah gontai.

Pak Kaduk giat di gelanggang sabung
sekarung duri dipikul pulang
harga menang pertaruhan mimpi
bijak Pandir rusa dijerat
penat melapah daging terdampar
junjung balik tanduk sepasang
gantung kebanggaan di dinding pujian.

Sungguh Si Jenin berangan tinggi
subur di ladang lalang
sepadang pusaka tinggal sekangkang
tuahnya Lebai Malang, menghilir mudik
rezeki seupih terlambak ke tanah
punai di ketiak terbang lepas.

Kala ombak menongkah laut
parit penuh tapi kemarau di bendang
dituai cuma antah segantang.
Kala akar menunjang bumi
Pak Belalang menujum zaman
bangsanya lara berkepalakan kaki
bangsanya lara tak habis bermimpi
tidurnya lena berbantalkan lengan
lengan sudah tak berjari lagi.

Ibnu Hayat
Sungkai
Suara Kita: Antologi Seribu Sajak Merdeka
JaPen., 2013

No comments:

Post a Comment