Saturday, June 15, 2013

Amalan seorang muslim (1)



1. Dimulai dengan niat yang benar untuk melakukan amal-amal soleh

Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya amal-amal itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang ia niatkan. 

Rasulllah saw bersabda : Barangsiapa mendatangi tempat tidurnya (tidur) dengan niat agar dapat melakukan solat di malam hari, lalu matanya mengalahkannya (tidak bangun) hingga Subuh, maka dituliskan baginya pahala yang ia niatkan. Dan tidurnya menjadi sedekah baginya dari Rabbnya.

Oleh kerana itu, niatkanlah dengan benar perbuatan-perbuatan yang mubah – seperti makan, tidur,  berpakaian dan lain-lain agar bernilai ibadah. Ibnu Rajab r.a berkata : Manakala seorang mukmin memenuhi syahwatnya yang mubah dengan niat takwa maka hal itu menjadi ketaatan yang berpahala, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya aku mengharapkan pahala dari tidurku sebagaimana aku mengharapkan pahala solat malamku.

Hal ini masuk ke dalam firman Allah Taala : Katakanlah : Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah) (QS. Al-An’aam :162-163)

2. Berdakwah agar orang lain mendapat hidayah, menunjukkan kebaikan dan merintis jalan-jalan kebaikan (agar diikuti oleh mereka)

Rasulullah saw bersabda : Demi Allah, jika Allah memberi hidayah kepada seseorang, dengan sebab (ajakan) engkau, maka itu lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah.

Rasulullah saw  bersabda : Sesungguhnya yang menunjukkan kepada kebaikan seperti orang yang mengerjakan kebaikan tersebut.

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa merintis suatu jalan kebaikan (kebiasaan yang baik) yang diamalkan orang sepeninggalnya, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan yang semisal dengan pahala mereka (orang-orang yang mengamalkan kebaikan itu) tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka itu.

3. Mendidik anak agar menjadi anak yang soleh yang akan mendoakan anda

Rasulullah saw bersabda: Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga macam: 1) sedekah jariyah, 2) ilmu yang dimanfaatkan dan 3) anak soleh yang selalu mendoakannya.

4. Mengkaji ilmu agama

Barangsiapa menempah suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju Surga

Diriwayatkan dari rasulullah saw, beliau bersabda; Barangsiapa berpagi-pagi ke masjid, tidak ada yang ia inginkan kecuali hendak mempelajari kebaikan, atau mengajarkannya, maka baginya seperti pahala haji yang sempurna dikerjakannya.

5. Berdoa untuk saudaranya sesama muslim dan beristighfar untuk mereka

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa memohonkan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, maka Allah mencatat baginya satu kebaikan untuk setiap orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan (yang ia doakan)

6. Taubat dari dosa dan menangis kerana takut kepada Allah

Allah Taala berfirman : Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal soleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.Al-Furgaan : 70)

Sabda nabi saw: Seandainya kalian  mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.

Dan rasulullah saw bersabda : Ada dua mata yang keduanya tidak akan tersentuh neraka : 1) Mata yang menangis kerana takut kepada Allah, 2) Mata yang di malam hari berjaga-jaga (dari musuh) di jalan Allah.

7. Berzikir ketika hendak tidur dan bangun tidur

Apabila nabi saw hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangan (kanan)nya , kemudian berdoa: Allaahumma...wa ahyaa (Ya Allah, dengan namaMu aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun). Dan ketika bangun, beliau mengucapkan : Alhamdu lillaahi laadzii...nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan  (membangunkan) kami setelah mematikan (menidurkan) kami. Dan hanya kepadaNyalah dikumpulkan.

8. Niat untuk bangun malam ketika hendak tidur, kemudian bangun untuk solat malam dan membangunkan isteri atau suaminya serta berdoa seraya mohon ampun kepada Allah.

Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa mendatangi tempat tidurnya (tidur) dengan niat agar dapat melakukan solat di malam hari lalu matanya mengalahkannya (tidak bangun) hingga subuh, maka dituliskan baginya pahala yang ia niatkan. Dan tidurnya menjadi sedekah baginya dari Rabbnya.

Rasulullah saw bersabda: Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari, lalu solat dan membangunkan isterinya, lalu isterinya pun solat. Jika isterinya enggan banggun, maka ia (suaminya) memercikkan air ke wajah (isterinya). Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari, lalu solat dan membangunkan suaminya. Jika ia (suaminya) enggan bangun maka ia (isterinya) memercikkan air ke wajah (suami)nya.

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa bangun dari tidurnya di malam hari lalu ketika bangun ia mengucapkan : laa ilaaha illallaah...walaa quwwata illaa billaah (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah  semata. Tidak ada sekutu bagiNya. MilikNya kerajaan dan baginya pujian. Dia menghidupkan dan mematikan. Di TanganNyalah kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah, segala puji bagiNya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Kemudian ia mengucapkan : Allaahummaghfir lii (Ya Allah, ampunilah aku) atau pun ia berdoa (dengan doa apa sahaja), maka ia akan dikabul. Apabila ia bangun. Lalu berwuduk, kemudian solat, maka solatnya diterima.

9. Memberi makan

Rasulullah saw bersabda: Hai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makanan, hubungkanlah tali kekerabatan dan solatlah di waktu malam, ketika manusia dalam keadaan tidur, nescaya kalian masuk surga dengan selamat.

10. Membaca al-Quran atau ayat dan surah tertentu

Rasulullah saw bersabda: Perumpamaan orang (mukmin) yang membaca al-Quran adalah seperti jeruk, rasanya enak dan aromanya harum. Orang (mukmin) yang tidak membaca al-Quran seperti kurma, rasanya enak dan aromanya tidak harum. Orang fajir (banyak maksiat) yang membaca al-Quran seperti raihanah, aromanya harum tapi rasanya pahit. Dan orang fajir yang tidak membaca al-Quran seperi hanzhalah, rasanya pahit dan aromanya tidak wangi.

Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya ada satu surah dari al-Quran terdiri dari tiga puluh ayat, yang akan memberi syafaat kepada seseorang (yang membacanya) hingga ia diampuni, iaitu Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah al-Mulk).

Rasulullah saw bersabda: Qul huwallaahu ahad (QS. Al-Ikhlas) setara dengan sepertiga al-Quran. Dan Qul yaa ayyuhal kaafiruun (QS. Al-Kaafiruun) setara dengan seperempat al-Quran.

Rasulullah saw bersabda : Barangsiapa membaca dua ayat di akhir surat al-Baqarah di malam hari maka kedua ayat itu mencukupi.

Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah
Tim Pustaka Ibnu ’Umar
Bogor

No comments:

Post a Comment