Monday, August 15, 2011

Pelajaran Keenam: Al-Hilmu ( Lembut )

Hilm merupakan sikap berhati-hati dan menahan murka sehingga tidak dengan mudah membangkitkan kekuatan marah. Dan sifat hilmini tidak akan mengakibatkan kegoncangan jiwa dan stress sepanjang masa. Dan kazhmul ghaizh ( menahan diri dari murka ) adalah merupakan suatu perbuatan menyembunyikan dan mengekang rasa marah.

Kedua sifat ini iaitu hilm dan kazhmul ghaizh adalah merupakan akhlak yang sangat baik dan terpuji.  Cukuplah hilm ini merupakan sifat terpuji kerana ia banyak terdapat dan disebut dalam riwayat berkaitan  dengan al-'ilm (ilmu pengetahuan).

Dikatakan bahawa hilm merupakan garamnya akhlak. Sebagaimana setiap makanan tidak bisa dirasakan nikmatnya kecuali dengan garam, maka begitu pula dengan hilm. Akhlak dan budi pekerti tidak dianggap indah kecuali dengan adanya sifat hilm. Maka sifat hilm bagi setiap akhlak seperti garam bagi setiap makanan.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As. berkata "Sesungguhnya hilm itu merupakan cahaya yang esensinya adalah akal"
Dalam hadis  yang lain dikatakan bahwa:
"Sesungguhnya hilm itu merupakan kesempurnaan akal"
"Hilm itu merupakan tatanan urusan seorang mukmin"
" Hilm adalah kekasih dan teman dekat seorang mukmin dan merupakan
wazirnya"
" Keindahan seorang laik-laki terletak pada sifat hilmnya"
" Barang siapa membuatmu murka dengan melontarkan ucapan buruk kepadamu maka balaslah dengan kebaikan sifat hilm”
" Apabila engkau tidak memiliki sifat hilm maka berusahalah untuk menjadi orang yang halim ”

( 50 Butir Permata Budi ; Syaikh Abbas Al-Qummy )

No comments:

Post a Comment