Wednesday, August 17, 2011

Pelajaran 31 - 35 Permata Budi

Pelajaran ke tiga puluh satu: Silaturahim

Dari hadis dan pengalaman membuktikan bahawa memutuskan silaturahm dapat menyebabkan kefakiran dan ketidaktenangan serta akan memperpendek umur. Cukuplah dalam keburukannya bahwa Haq Ta'ala dalam Al Quran al Majid berfirman: "Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan merusak apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan yang mengadakan kerusakan di bumi, itulah yang akan memperoleh kutukan"

Pada ayat yang lainnya Allah SWT berfirman: "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?"
Pelajaran ke tiga puluh dua: Menyakiti kedua orang tua

Yang dimaksud dengan menyakiti kedua orang tua adalah membuat mereka marah, mengecewakan dan merusak ketenangan keduanya.
Betapa malang nasib orang yang menyakiti kedua orang tuanya baik di dunia mau pun di akhirat, kerana dengan melakukan hal ini tidak ada lagi yang akan dia peroleh dari umurnya, dan tidak ada pula kemuliaannya. Usianya akan menjadi pendek dan kehidupannya merupakan hukuman baginya. Sakaratul maut akan menjadi susah dan cabutan nyawapun akan menjadi hal yang sangat menyakitkan baginya.
Oleh kerana itu wahai saudaraku yang budiman, kasihanilah jiwamu dan hindarkanlah dirimu dari duri yang menyakitkan ini. Ingatlah selalu jerih payah dan hari-hari kedua orang tuamu yang tanpa tidur dan istirehat yang cukup telah membimbing dan membesarkanmu. Bertahun-tahun engkau berada dalam pelukan mereka yang hangat dan penuh kasih saying, dan membesarkanmu dengan memeras jiwa. Ingatlah bahwa engkau terlahir tanpa daya, lalu layakkah setelah engkau mendapatkan sedikit kekuatan dalam dirimu, engkau segera melupakan semuanya itu?
Pelajaran ke tiga puluh tiga: Perhatian kepada tetangga
Wahai saudaraku yang mulia, janganlah engkau mengganggu dan menyakiti para tetanggamu dan perhatikanlah haq mereka. Janganlah engkau melihat ke arah rumah mereka, jangan mengalirkan talang ke arah rumah mereka dan jangan pula meletakkan sampah di depan rumah mereka. Dan jangan sampai engkau mengganggu mereka dengan bau atau asap masakanmu, tetapi saling membantulah engkau dengan mereka.
Ingatlah, jangan sampai engkau tidur pada malam hari dalam keadaan kenyang sementara mereka tidur dalam keadaan kelaparan atau engkau hidup dalam keadaan tenang, tetapi mereka hidup dalam kesulitan, kesusahan, kedinginan dan mengenakan baju yang compang camping.
Janganlah kalian tidak memberikan ketika mereka memerlukan garam, air, api dan semacamnya. Dan apabila mereka ingin meminjam sesuatu dari kebutuhan pokok rumah, maka berikanlah apa yang mereka inginkan.
Wahai saudaraku, perhatikanlah segala sesuatunya, kerana mereka yang berbuat baik terhadap para tetangganya, umur mereka akan menjadi panjang dan akan memperluas rumahnya.
Pelajaran ketiga puluh empat: Mencari aib orang lain

Mencari aib dan keburukan orang lain merupakan petunjuk  keburukan jiwa, keburukan peribadi dan kehinaan pelakunya. Kerana setiap orang yang mempunyai aib dan sifat buruk, pasti ingin menampakkan aib dan kekurangan orang lain.
Di riwayatkan dalam salah satu hadis Rasulullah Saw, beliau bersabda: "Barang siapa yang menampakkan amal orang lain yang tidak layak, sesungguhnya dia telah menempatkan dirinya pada posisi tersebut".
Pengalaman membuktikan bahawa barang siapa meletakkan dirinya untuk sentiasa membuka aib orang lain, bererti dia telah membuat malu orang lain dan akan membuat dirinya tidak dipercaya.
Oleh kerana itu, betapa bodohnya orang yang melihat dirinya sendiri bergelimang dengan beribu aib dan seluruh anggota : dari kaki hingga kepala, dipenuhi oleh maksiat, tetapi dia menutup matanya dari aibnya sendiri, lalu malah sibuk membuka mulutnya untuk mencari aib dan kesalahan orang lain.
Hadhrat Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As dalam salah satu kalimatnya mengumpamakan orang-orang yang sentiasa mencari aib orang lain lalu menukilkan aib tersebut, tetapi tidak menukilkan kebaikannya, dengan perumpamaan seekor lalat yang sentiasa mencari tempat-tempat jorok dan kotor dari badan manusia lalu hinggap di atasnya dan tidak melakukan sesuatu pun pada tempat-tempat yang bersih.
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib As telah berkata dalam sebuah hadisnya: "Paling besarnya aib seseorang adalah yang menjelek-jelekkan orang lain dengan keburukan yang ada pada dirinya sendiri".

Pelajaran ke tiga puluh lima: Menjaga rahsia

Wahai saudaraku, janganlah engkau membuka dan menceritakan rahsia yang engkau sembunyikan kepada orang lain, meskipun dia adalah sahabat sejatimu.
Para cerdik pandai mengatakan: setiap rahsia yang telah keluar dari mulut dua orang, berarti rahsia tersebut telah tersebar. Atau segala sesuatu yang telah keluar dari dua bibir, bererti telah tersebar.
Kerana dia mempunyai banyak teman dan teman-temannya pun mempunyai banyak teman.
Bahkan mengganggu ketenangan salah satu dari mereka pun dapat dikategorikan menyakitinya. Dan hal ini merupakan paling parahnya jenis pemutusan silaturahm dan  tentunya tanpa diragukan lagi merupakan sebuah dosa yang besar.
Wahai saudaraku, silaturahm dan menjalin ikatan persaudaraan dan kekeluargaan dengan sanak keluarga merupakan sebuah ketaatan yang sangat dianjurkan Islam. Bahkan melakukan hal ini lebih utama dari ibadah sunat. Cukuplah mengenai keutamaan perbuatan ini bahwa hal itu dapat memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki serta mempermudah hisab pada hari kiamat. Sedang memutus silaturahmi dapat menyebabkan ditimpanya azab akhirat dan malapetaka dunia.

No comments:

Post a Comment