Asma ul-Husna ke-99
As-Sabur ertinya Maha Penyabar Zat yang Sangat Sabar sebagaimana firmanNya
bermaksud:
Dan mereka juga tidak lemah
tenaga dan tidak pula tunduk (kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah sentiasa
mengasihi orang-orang yang sabar.
(Ali-Imran:146)
Zat Yang Sangat
Sabar
As-Sabur berasal dari akar kata shabr yang ertinya menahan diri daripada
mengungkapkan kesedihan yang menyelimutinya. As-sabur adalah Maha Sabar, yang
kesabaranNya lebih besar dari sesiapa pun. Bulan Ramadhan disebut bulan
kesabaran dan ketabahan lantaran ketika siang harinya, kaum mukmin menahan
dirinya daripada mengikuti pada keinginan-keinginan.
As-Sabur tidak tergesa-gesa berbuat sesuatu secepat mungkin. Sebaliknya,
Dia mengurus urusan-urusan menurut suatu ukuran. Dia memperlakukan mereka
menurut sebuah rencanaNya yang tersusun baik; Dia tidak menghalangi mereka dari
mencapai arahan-arahan mereka yang ditetapkan kerana kemalasan atau kelalaian
ataupun Diamemajukan pelaksanaannya. Sebaliknya, Dia melakukan segala sesuatu
tepat pada waktunya, dengan carasebaik-baiknya.
As-Sabur memerintahkan dan
memberhentikan orang-orang yang kepada mereka Dia turunkan perintahNya. Dia
berbuat dan tidak tergesa-gesa, tidaklah Dia berbuat sesuatu secara prematur.
Diamemerintahkan dan perintahNyamenurut kadar tertentu. Dia menangguhkan
hukuman meskipun waktunya telah tiba.
Memiliki kesabaran yang tinggi
Merujuk kepada perkara ini, maka sifat manusia yang kesembilanpuluh
sembilan dengan bercermin padaAsma ul-Husna ialah memiliki kesabaran yang
tinggi dan sekaligus ketabahan.
As-Shabur mengilhamkan kesabaran dan ketabahan kepada semua makhlukNya.
Makna sifat as-Sabur sangat dekat dengan pengertian sifat al-Alim, ertinya
Sangat Bijaksana.
Salah satu cerminan akhlak mulia seorang mukmin dalam menurunkan petunjuk
moral dari inspirasi sifat as-sabur adalah ia menanamkan dalam dirinya
makna-makna eloknya, sehingga ia bersabar dalam semua keadaan. Siapun yang
mengevaluasi bagaimana Allah memperlakukan hamba-hambaNya, bagaimana Dia
bersabar dalam menghadapi kekasaran dan kederhakaan manusia, ketika Dia terus
memberi mereka istirehat satu demi satu, akan mempelajari bagaimana
memperlakukan orang lain menurut petunjuk Ilahi dengan cara terbaik menurut
kemampuannya.
(Dan juga) orang-orang yang
sabar (dalam menjunjung perintah Allah), dan orang-orang yang benar (perkataan
dan hatinya), dan orang-orang yang sentiasa taat (akan perintah Allah), dan
orang-orang yang membelanjakan hartanya (pada jalan Allah), dan orang-orang
yang beristighfar (memohon ampun) pada waktu sahur.
(Ali Imran:17)
Wallahu ’alam
Adil Akhyar
Kehebatan berzikir dengan
Asma ul-Husna
Pustaka Azhar, 2010
No comments:
Post a Comment