Showing posts with label Buku Am. Show all posts
Showing posts with label Buku Am. Show all posts

Sunday, January 21, 2018

Layanan Ar-Ridha as

Kami berada  bersamaAr-Ridha as dalam perjalanan ke Hurasan. Maka pada suatu hari beliau menyuruh disiapkan makanan. Maka dikumpulkanlah semua pelayan dari bangsa Sudan dan lainnya. Aku berkata kepada beliau; Alangkah baiknya seandainya anda memisahkan diri dari mereka ini.

Maka berkatalah beliau: Mengapa aku harus memisahkan diri? Tuhan Tabaraka wa Ta’ala itu satu, ibu umat manusia satu, ayah mereka pun satu, sedangkan pembalasan (di akhirat) tergantung pada amal perbuatan.

Kepala  pelayan beliau mengatakan:  Apabila salah seorang di antara kami sedang makan, maka Abul Hasan as tidak akan menyuruhnya mengerjakan sesuatu sampai dia selesai makan.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997

Monday, January 8, 2018

Untaian kata Musa b Ja’far Al-Kadzim as


1. Yakin itu ialah bertawakal kepadaAllah, berserah diri kepadaNya, redha menerima ketentuanNya dan menyerahkan seluruh persoalan kepadaNya.

2. Barangsiapa yang berbicara tentang  (Dzat) Allah, pasti celaka. Barangsiapa meminta menjadi pemimpin, dia celaka dan barangsiapa yang dirinya dimasuki rasa bangga diri, pasti celaka.

3. Sebaik-baik sifat bukanlah menahan diri dari menyakiti orang lain, tetapi pada kesabaran dalam menghadapi penderitaan.

4. Wahai anakku, hendaklah engkau takut bila dilihat Allah saat melakukan kemaksiatan yang dilarangNya dan hendaklah engkau berhati-hati jangan sampai engkau meninggalkan Allah saat engkau melaksanakan perintah yang disuruhNya. Bersungguh-sungguhlah dan jangan sampai dirimu keluar dari batas-batas ibadah dan ketaatan kepada Allah. Sebab dengan begitu Allah tidak disembah  sebagaimana semestinya. Hindarilah sifat pongah sebab sifat seperti itu bias menghilangkan cahaya keimananmu dan merendahkan harga dirimu dan hindarilah sempit dada dan malas, sebab kedua-duanya  memberatkan kakimu dari kehidupan dunia dan akhirat.

5. Berusahalah dengan bersungguh-sungguh agar waktumu terbagi menjadi empat: seperempat untuk munajat kepada Allah, seperempat untuk mencari kehidupanan, seperempat untuk bergaul dengan saudara-saudara  dan orang-orang terpercayayang mau menunjukkan kekuranganmu dan yang ikhlas kepadamu dalam hatinya dan seperempat lagi untuk menikmati hal-hal yang tidak diharamkan atas dirimu. Janganlah kamu berkata-kata tentang kemiskinan dan panjang umurmu. Sebab, barangsiapa yang menceritakan kemiskinannya, bererti dia bakhil, sedangkan orang yang berbicara tentang panjang umur, bererti dia orang yang tamak. Jadikanlah untuk dirimu bagian kehidupan dunia dengan memberinya suatu kesenangan yang halal tanpa berlebih-lebihan dan mintalah pertolongan untuk itu dengan melaksanakan perintah-perintah agama. Sebab, nabi saw diriwayatkan pernah mengatakan; Tidaklah termasuk golongan kami orang yang meninggalkan urusan dunianya untuk mengejar urusan akhiratnya dan yang meninggalkan urusan akhiratnya untuk mengejar urusan dunianya.

6. Musibah bagi orang yang sabar (hanya merupakan) satu musibah, sedangkan bagi orang yang berkeluh kesah, ia menjadi dua (musibah).

7. Sampaikan yang baik-baik dan katakan yang baik pula dan jangan engkau menjadi orang plin-plan (al-‘im’ah). Iaitu jangan hendaknya engkau berkata, Aku terserah padaorang banyak dan aku tidak berbeda dengan mereka (kalau mereka baik, aku akan baik, sedang kalau mereka jahat aku pun akan jahat pula. Rasulullah saw berkata; Ayyuhan Nas, sesungguhnya di situ ada dua jalan: Jalan kebaikan dan jalan kejahatan. Kerana itu janganlah hendaknya jalan yang jahat itu lebih  menarik hatimu ketimbang jalan yang baik.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997

Wasiat Ash-Shadiq as kepada Sufyan Ats-Tsauri

Sufyan Ats-Tsauri berkata: Aku masuk menemui Ash-Shadiq as dan berkata kepada: Berilah wasiat kepada saya untuk kusimpan sepeninggal anda. Beliau as menjawab: Engkau akan memeliharaannya, wahai Sufyan?. Aku menjawab: Tentu saja, wahai anak puteri rasulullah. Beliau lalu berkata: Wahai Sufyan, seorang pendusta  tidak menemukan akhir dustanya. Seorang pendengki tidak akan merasa tenang hati. Seorang pembosan tidak akan memperoleh persaudaraan. Seorang yang sombong tidak akan mempunyai sahabat dekat. Seorang yang buruk perangai tidak akan bisa berdaulat atas orang lain.

Kemudian beliau as diam. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliau lalu berkata: Wahai Sufyan, percayailah Allah, nescaya engkau menjadi orang yang arif. Puaslah dengan apa yang dibagikanNya untukmu, nescaya engkau menjadi orang yang kaya. Sertai orang banyak sebagaimana mereka mnyertaimu, nescaya imanmu bertambah dan janganlah engkau bersahabat dengan seorang pendosa, sebab dia akan mengajarkan dosa-dosanya kepadamu. Bermusyawarahlah dengan orang-orang yang takut kepada Allah Azza wa Jalla.

Kemudian beliau as berdiam diri. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliau as lalu berkata lagi: Wahai Sufyan, barangsiapa yang menghendaki keperkasaan tanpa harus mempunyai kekuasaan, kebanyakan tanpa harus mempunyai teman-teman dan keseganan orang tanpa harus memiliki harta maka hendaklah dia  berpindah dari kehinaan maksiat kepada Allah menuju kemuliaan taat kepadaNya.

Kemudian beliau as berdiam diri. Aku berkata lagi: Wahai anak puteri rasulullah, tambahlah untukku. Maka beliaupun berkata lagi: Wahai Sufyan, ayahku as telah mendidikku dengan tiga hal dan melarangku dari tiga hal.Adapun tiga hal yang dididikkannya kepadaku itu, bahwasanya beliau telah berkata kepadaku: Wahai anakku, barang siapa yang bersahabat dengan pelaku keburukan, nescaya dia tidak akan selamat, barangsiapa yang tidak mengendalikan kata-katanya, nescaya dia akan menyesal dan barangsiapa yang memasuki pintu-pintu keburukan, nescayaakan dituduh. Aku berkata: Lantas, apa ketiga hal yang anda dilarang oleh ayah anda as itu?.  Beliau as menjawab: Beliau melarangku bersahabat dengan seorang yang suka  mendengki nikmat (yang diterima orang lain), yang suka mengomel jika kena musibah atau orang yang suka membicarakan kejelekan orang lain.

Beliau as juga mengatakan: Enam hal yang tidak akan terdapat  pada seorang mukmin: menyukarkan orang, sikap kasar (kikir), dengki, keras kepala, dusta dan melanggar hak orang lain.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.

Kuala Lumpur, 1997

Saturday, January 6, 2018

Doa Imam Sajjad as ( 2 )

Allahumma ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Muhammad dan keluarganya. Janganlah Engkau angkat derajatku di mata manusia kecuali Engkau juga merendahkan aku di mataku sendiri sebanding dengannya. Janganlah Engkau perbarui kebesaran lahiriahku kecuali Engkau  perbarui juga kerendahan hati dan batiniahku dalam jiwaku sendiri, sebanding dengannya. Allahumma ya Allah, janganlah Engkau biarkan sesuatu sifat buruk dalam diriku kecuali Engkau perbaiki, tidak pula keaiban yang menimpa diriku kecuali Engkau perbaiki. Jangan pula Kau biarkan penghormatan  orang, sementara ada kekuranganku, kecuali Engkau sempurnakan ia.

Aameen.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997


Saturday, December 30, 2017

Mutiara kata Imam Al-Baqir as


1. Tidak ada sesuatu yang bias ditangkupkan secara tepat dengan sesuatu yang lain, kecuali kesabaran dan ilmu.

2. Sempurna dari segala yang sempurna dalam pemahaman yang mendalam terhadap agama adalah sabar menghadapi cobaan dan menyedikitkan ma’isyah.

3. Ada tiga hal yang termasuk kemuliaan dunia dan akhirat; memaafkan orang yang berbuat zalim kepadamu, menghubungkan tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya darimu, dan bersikap sabar terhadap orang yang bertindak bodoh kepadamu.
 
4. Seseorang belum disebut alim kecuali bila dia sudah tidak lagi dengki kepada orang yang lebih tinggi darinya, dan tidak merendahkan orang yang lebih rendah darinya.

5. Ada tiga hal yang pelakunya belum akan mati sebelum menyaksikan akibat perbuatannya: membangkang (terhadap kebenaran), memutuskan hubungan persaudaraan dan sumpah palsu.

6. Ketaatan yang pahalanya diberikan seketika (di dunia) adalah menghubungkan tali persaudaraan. Sepanjang orang-orang yang berlaku jahat itu menyambungkan tali persaudaraan, maka kekayaannya akan bertambah dan berkembang; dan sumpah palsu dan memutuskan hubungan persaudaraan menyebabkan kekayaan dunia lepas dari pemiliknya.

Wallahu ‘alam.

Tokoh-tokoh terkemuka ahlul bait nabi
Ali Muhammad Ali
Pustaka Jiwa Sdn. Bhd.
Kuala Lumpur, 1997

Wednesday, December 27, 2017

Prakata buku


Pada suatu masa dahulu dalam sebuah negara yang dinamakan Dropland, iaitu  negara yang terdapat dalam setitis air, rajanya, Raja Amoeba membuat keputusan mahu mengajar rakyatnya cara menjalani kehidupan yang lebih baik. Oleh itu, baginda mengembara ke seluruh  pelosok negara memberitahu rakyat cara-cara menjalani kehidupan yang lebih baik daripada keadaan mereka pada masa itu. Namun, tiada seorang pun ambil peduli.

Kata penasihat baginda: Mula-mula tuanku mesti mendapatkan perhatian  mereka. Nah. Gosokkan minyak bawang putih ajaib ini dan tuanku akan mendapat perhatian semua orang.

Raja pun berbuat sebagaimana yang dinasihatkan dan baginda keluar mengajar rakyat cara-cara menjalani kehidupan yang lebih baik . Namun tidak seorang pun ambil peduli. Mereka berenang menjauhkan diri….sambil menutup hidung.

Kata penasihat baginda lagi, Tuanku mesti pastikan mereka mendengar cakap tuanku. Nah. Gunakan pembesar suara  ini supaya semua orang mendengar tuanku.

Raja berbuat sebagaimana yang dinasihatkan dan baginda keluar lagi bagi menyebarkan  amanatnya. Namun, tiada seorang pun mahu mendengar kata-kata baginda. Mereka berenang menjauhkan diri……sambil menutup hidung….dan juga menutup telinga. Akhir sekali kata penasihat baginda, Rakyat tuanku terlalu bodoh untuk menyedari kata-kata bijaksana yang tuanku berikan. Tuanku perlu buat sesuatu supaya mereka mendengar kata-kata tuanku demi kebaikan  diri mereka sendiri.

Selepas itu baginda mewajibkan semua rakyat berhimpun di sebuah dewan. Namun apabila pintu besar dewan dibuka, semua rakyatnya berenang menjauhkan diri daripada baginda dengan begitu pantas sekali sehingga tanpa mereka sedari, mereka sudah berenang dari Dropland. Dan sejak itu, dan buat selama-lamanya, mereka dikenali sebagai Outdroppers.
 
Pengajaran daripada cerita dongeng ini adalah…..apa-apa sahaja yang tidak menyeronokkan tidak akan diberi perhatian. Jadi , jelaslah apa yang kita ajar selalunya berbeza daripada apa yang kita beritahu. Ada kalanya, kita mengajar betapa baik dan betapa pentingnyasesuatu perkara serta inti patinya sekali. Ada kalanya, kita mengajar orang supaya tidak menyukai dan kemudiannya menghindari perkara yang kita ajarkan itu…….

Teknik Mendorong Pelajar Belajar…..tanpa membunuh semangat mereka membincangkan matlamat sejagat bagi pengajaran, dengan tujuan sekurang-kurangnya  menanam sikap yang baik kepada pelajar terhadap subjek yang diajarkan kepada mereka semasa mereka mula-mula belajar. Buku ini menerangkan keadaan persekitaran mempengaruhi sikap ini, tentang cara mengenalinya dan cara menilainya. Pengarang tidak akan  membincangkan apa yang patut diajar. Sebaliknya, pengarang  hanya membincangkan cara  membantu pelajar menggunakan apa yang mereka sudah pelajari dengan sebaik mungkin . dan cara mempengaruhi mereka suaya terus belajar. Sekiranyaanda benar-benar mengambil berat samaada pelajar anda menggunakan atauun tidak pengetahuan yang anda ajarkan, maka buku ini sesuai untuk anda.
 
a) Sekiranya memberitahu disamakan dengan mengajar, kita semua akan menjadi terlampau bijak sehinggakan kita sendiri tidak mempercayainya.

b) Benda yang berguna, mestilah digunakan
Benda yang tidak disukai, kurang digunakan tetapi selalu sahaja disalahgunakan.

c) Sekiranya apa yang kitalakukan kadang kala tidak begitu berkesan  berbanding apa yang kita luahkan, maka tidak perlulah menggunakan ungkapan , Jangan buat apa yang buat, buat apa yang saya suru.

d) Seorang guru yang berwawasan pernah berkata kepada seorang rakan sejawat, Saya dapati sekiranya saya menunjukkan sikap yang tidak disukai ketika mengendalikan perbincangan, pelajar membenci apa yang mereka pelajari.

e) Sekiranya anda tidak pasti tentang arah tuju anda, besar kemungkinan anda akan ke tempat lain.

Wallahu ‘alam

Robert F. Mager
Teknik Menorong Pelajar Belajar…….
.tanpa membunuh semangat mereka

Tuesday, December 26, 2017

Pendekatan Menangani Probia Matematik Di Kalangan Murid

Bentuk mindset mereka

Saya sering berhadapan dengan pelajar-pelajar yang tidak menggemari mata pelajaran Matematik di sekolah. Ramai ibu bapa yang mengadu anak mereka sangat lemah dalam mata pelajaran tersebut, Kenyataan ini disokong lagi dengan keputusan peperiksaan mereka yang tidak pernah lulus mata pelajaran Matematik.

Apabila saya berhadapan dengan pelajar yang menghadapi situasi begini, biasanya saya akan cuba mendiagnosis mereka bagi mencari punca mereka tidak menggemari subjek tersebut. Adakah memang mereka sangat lemah menguasai operasi dalam mata pelajaran tersebut ataupun mereka tidak tahu teknik menjawab soalan?

Sangkaan saya meleset kerana hasil diagnosis saya adalah 90% daripada mereka mempunyai punca yang sama iaitu kepercayaan mereka terhadap mindset mereka yang telah ditanam bertahun-tahun lamanya dalam minda mereka.

Apabila saya bertanya mengapa mereka tidak suka dan tidak memahami mata pelajaran tersebut, memberi jawapan yang sama iaitu:

# Matematik sangat susah kerana terlalu banyak formula yang perlu diingat.

# Ibu bapa serta guru-guru Matematik saya sebelum ini mengatakan saya sangat lemah dalam Matematik.

# Saya sering gagal dalam mata pelajaran tersebut. Saya mungkin tidak akan lulus sampai bila-bila.

# Matematik perlu banyak latihan.

Kepercayaan diperoleh daripada pengalaman sudah menjadi mindset yang tertanam dalam minda sehingga mereka tidak mampu mengubahnya lagi. Lebih menyedihkan, apabila mereka sebenarnya mempunyai potensi yang sangat baik dalam mata pelajaran Matematik.

Proses menukar mindset ini perlu dilakukan secara berperingkat sehingga akhirnya mindset lama ditukar dengan mindset yang baru dan mereka mula berusaha  memperbaiki diri. Akhirnya mereka sedar bahawa mereka juga mampu berjaya seperti orang lain.

Jadi, penting untuk kita sering membentuk mindset yang baik kepada anak-anak autistik kita supaya mereka tidak rasa rendah diri dan merasakan bahawa mereka juga mempunyai potensi yang sama seperti adik-beradiknya yang lain.
 
Saya  sering memberi positive affirmation kepada Rizqy ( nama anak saya ) dan minta dia menyebutnya bersama-sama. Positive affirmation berbeza dengan pujian.

Pujian kita berikan kepada mereka sebagai tanda kita menghargai setiap kejayaan yang mereka lakukan. Manakala positive affimation pula ialah satu perakuan secara positif yang diucapkan sendiri oleh mereka sehingga mereka sangat percaya bahawa apa yang diucapkan oleh mereka itu adalah benar, sekali gus menjadi mindset yang tertanam dalam minda mereka.

Setiap kali Rizqy berjaya melakukan sesuatu tugasan akademiknya, saya mengajarnya mengucapkan, Alhamdulillah, abang hebat dan dia cukup bersemangat sewaktu mengucapkannya.

Apabila dia tidak dapat melakukan tugasan baru, saya akan cepat-cepat mengingatkannya, Abang mesti boleh buat, abangkan hebat. Dia akan  berusaha sedaya upaya sehingga akhirnya diamampu melakukan dengan baik.

Jangan sesekali membentuk mindset anak dengan mengaitkan kekurangannya sebagai alasan apabila dia tidak dapat melakukan sesuatu tugasan. Tugas kita adalah untuk menampakkan yang mereka bertuah dan berbeza kerana dipilih oleh Allah menjadi seorang autistik.

Wallahu ’alam

Genius dari syurga
Ainizal Abdul Latif
Gruf Buku Karangkraf Sdn.Bhd.
2015

Wednesday, August 16, 2017

Aura1 : Penyayang

 
1. Sebagai pengetua, guru dan ibu bapa kta bukan sahaja perlu penyayang tetapi juga  dilihat penyayang.
2. Banyak terbukti anak ataupun pelajar mendengar kata orang yang mereka sayangi.
3. Sekiranya anak ataupun pelajar tidak mendengar kata, jangan cepat, salahkan mereka, sebaliknya renung dalam diri kita, adakah selama  ini kasih sayang ataupun kebencian yang kita berikan kepada mereka.

Anak yang baik mendengar kata.

Wallahu a’lam.

Khuzaimah Sulaiman
Serlahkan aura guru super
PTS,2012

Sunday, February 26, 2017

Iman dan ibadat (2)

Ada manusia yang beriman dan menyembah Tuhan, dan tidak kurang pula yang enggan beriman dan beribadat. Di antara manusia-manusia yang enggan beriman dan beribadat kepada Tuhan itu terdapat suatu golongan yang mempunyai hujah-hujah dan alasan-alasan yang tertentu; mereka tidak mudah percaya kepada sesuatu selagi kebenaran sesuatu itu belum jelasdan terang kepada mereka. Mereaka mahu dalil dan alasan yang dapat diterima oleh akal. Sikap ini amat baik; kerana tiap-tiap manusia telah dianugerah Tuhan Daya Pemikiran (Power of Reasoning) dan juga naluri sukakan menyiasat dan menyelidik (instinct of curiousity); dan bawaan-bawaan semulajadi inilah yang mendorong mereka berfikir sebelum menganut sesuatu fahaman.

Ugama Islam tidak menyekat daya semula jadi dan naluri ingin mengetahui yang sememangnya sudah ada di dalam diri dan jiwa manusia supaya memerhatkan kejadian alam semesta ini dan mengkaji punca kelahirannya.

Akal siuman dan fikiran waras tidak akan menerima jika dikatakan sesuatu itu terjadi dengan sendirinya tanpa sebab dan musabab (cause dan effect); dan dengan kajian begini akal manusia akan sampai kepada suatu kesimpulan bahawa alam ini mesti ada penciptanya; dan menurut ajaran Islam, pencipta itu ialah Allah Maha Esa lagi Maha Berkuasa.Allah Pencipta alam tidak dapat dilihat dengan mata kasar dan tidak juga dapat dibandingkan dengan sebarang benda; kerana pencipta dengan ciptaannya tidak pernah serupa atau dapat disamakan di antara satu sama lain. Jika alam ini berasal dari serpihan matahari dan matahari pula mempunyai titik permulaannya seperti alam kebendaan; Allah itu sedia ada, tidak bermula dan tidak berakhir tetapi sedia dan abadi (Eternal) sepanjang masa.

Tuhan yang bersifat abadi (Eternal) inilah menjadikan bumi dengan keadaannya sebagai suatu hamparan sekiranya dapat manusia berjalan mencari rezeki hidup di atanya; dan Tuhan itu jugalah yang menjadikan segala petala langit yang kelihatan terbina dan beredar di awang-awangan.Dengan kehendak iradatNya dan Kuasa KudratNya maka Tuhan itu menyebakan air hujan turun semula ke bumi setelah menjadi wap lalu meringankan diri ke angksa dan dengan air itu Tuhan lahirkan berbagai-bagai tumbahan di bumi masing-masing dengan daun dan bunga berwarnawarni serta melahirkan pula buah-buahan yang sedap dimakan.

Alam yang indah lagi permai ini memang menjadi nikmat kepada manusia, indah dipandang mata; riang rasa di hari; sedap dimakan; dan jika boleh manusia itu ingin memiliki segala keindahan dan kemurnian yang ada di alam ini.

Begitu banyak rezeki dan nikmat yang diperolehi manusia dan begitu indah alam yang menjadi tempat kediamannya maka tidaklah manusia itu terfikir siapakah dia Pencipta yang Maha Bijaksana itu?

Ada manusia yang berkata bahawa alam yang indah ini terjadi dengan sendirinya; tetapi orang  itu sendiri tidak dapat menerima jika dikatakan dirinya telah terjadi dengan tidak berpunca serta tidak bersebab. Adapun orang berkata alam ini adalah suatu perkaratabii yang memang adasejak mula lagi tetapi diasendiri tidak mengetahui oermulaan dan kesudahan alam ini. Ada juga yang terlaku berkufur dan merasai dirinyaberkuasa lau membandingkan ciptaannya dengan ciptaaan Tuhan jika dikatakan Tuhan itu ada dan berkuasa mencipta,

Dia bertakbir lalu mencabar:

Di manakah kekuasaan dan kebijaksanaan Tuhan? Tuhan menjadikan pasir tetapi watak manusia menjadikan pasir itu cermin yang indah. Tuhan menjadikan pokok tetapi akal manusia menjadikan pokok itu alat-alat dan perkakas yang indah seperti meja, katil dan sebagainya. Tuhan menjadikan bulu kambing tetapi manusia membuat kain dan baju. Tuhan menjadikan getah tetapi manusia dapat membuat dari getah berbagai-bagai benda yang ajaib; Tuhan menjadikan kilat tetapi manusia menangkap kilat itulalu dikurungkannya di dalam kaca menjadi lampu elektrik dan berbagai-bagai lagilah cabaran dari manusia.

Memang sudah jelas bahawa Tuhan itu Maha Esa lagi Maha Berkuasa; Dialah yang menjadikan segala petala langit dan bumi dan dia jugalah yang memberi segala nikmat dan rezeki kepada manusia sejak dahulu hingga sekarang; leh itu tidaklah patut bagi manusia itu bersyirik atau mengadakan sekutu dengan Allah; kerana mereka sendiri mengetahui dan sedar bahawa Tuhan itu Maha Sempurna dan tidak dapat dibandingkan dengan sebarang makhluk.

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001

Iman dan ibadat (1)


Asas pengajaran ugama Islam ialah iman dan ibadat kepada Tuhan Maha Esa; itulah sebabnya maka Islam mewajibkan mereka menyembah Tuhan. Perintah ini bukanlah suatu paksaan ke atas diri dan jiwa manusia; tetapi adalah suatu penyaluran kepada tabi’i semula jadi manusia itu sendiri. Dengan iman dan ibadat kepada Tuhan, manusiaakan terselamat dan terpelihara daripada segala kejahatan dan kesengsaraan hidup di dunia.

Di dalam diri manusia ada suatu pembawa semula jadi atau naluri (instinct) yang dinamakan Naluri Menyerah Diri (Instinct of Submission); dan naluri inilah yang mendorongkan manusia mencari Tuhan atau kuasa tertinggi untuk menjadi tempat harapan nasibnya.

Naluri ini tidak dapat disekat atau dihalang; kerana iaadalah tabi’i dan akan tetap kembang serta subur di dalam diri manusia. Jika naluri tersebut tidak disalurkan untuk menyembah dan menyerah diri kepada Allah maka ianya akan mendorong manusia supaya menyembah dan menyerah diri keada tuhan-tuhan anggapan seperti dewa-dewa, matahari, bulan, bintang, hantu syaitan, api dan sebagainya malah ia akan mendorongkan mereka menyembah sesama manusia sendiri seperti menyembah ketua, orang-orang gagah atau pihak yang berkuasa ke atas masyarakat.

Agama Islam tidak menyekat naluri semula jadi itu tetapi salurkannya kepada Tuhan yang sebenar yang layak disembah dan layak pula menjadi tempat bergantung nasib manusia.

Beriman dan beribadat kepadaTuhan tidak akan memberi banyak faedah kepada manusia dan tidak dapat menyelamatkan mereka daripada kejahatan budi dan kesengsaraan hidup jika tidak melalui tiga tingkatan dasar iaitu:

a) Iman yang bersih daripada sebarang rupa syirik.
b) Ibadat menurut cara yang ditetapkan Tuhan dan dengan ikhlas dan
c) Mematuhi hukum Tuhan

Ibadat hanya akan merupakan riadah badan samalah seperti bermain gerak-gerak badan (acrobatic) jika tidak lahir dari iman yang sejati; dan iman itu tidak diakui sebagai iman sejati jika manusia tidak patuh kepada perintah dan hukum Tuhan. Ramai orang mengaku beriman dan kelihatan sentiasa beribadat tetapi sebanyak  manaakuannya itu sebanyak itu pulalah dustanya, dan sebanyak mana ibadat yang dilakukannya makasebanyak itu pulalah kejahatan dibuatnya. Iman bercampur dusta dan bercampur kejahatan seperti itu tidaklah dapat menyelamat dan memelihara manusia daripada kejahatan hidup seperti yang dijanjikan oleh Islam.

Ibadat yang disuruh oleh Islam ialah ibadat yang dapat memelihara manusia daripada melakukan kejahatan dan kekotoran budi; dan yang diakui oleh Islam ialah iman yang jazam yang tidak bercampur dusta dan syirik.

Manusia yang benar-benar beriman kepada Allah MahaEsa serta menyerah diri kepadaNya tidak akan takut kepada sebarang makhluk; ia tidak takut kepada jin, tidak takut kepada hantu syaitan, tidak takut kepada manusia dan tidak takut kepada sebarang ugutan. Apa yang ada padanya ialah dasar: Berani kerana benar – takut kerana salah dan Marah jangan dipikat – rezeki jangan ditolak.

Tuhan yang menjadikan pujaan ugama Islam ialah Allah Maha Esa lagi Maha Kuasa; iaitu Tuhan yang menjadikan manusia dari keturunan Adam dan Hawa, dan Adam dan Hawa itu berasal dari tanah. Pengertian ketuhanan seperti ini membatalkan sangkaan bahawa manusia itu berasal dari jenis binatang jenis monyet (ape); dan dasar-dasar ketuhanan ini pula mengingatkan manusia bahawa mereka adalah berasal dari ayah bonda yang satu dan sama iaitu Adan dan Hawa; maka dengan demikian lahirlah pula erti sama rata dari keturunan manusia sekira-kira tidaklah harus berlaku hina menghina di kalangan manusia semata-mata sebab berlainan tempat atau warna kulit; kerana perbezaan seperti itu bukanlah perbezaan asal tetapi hanyalah perkara mendatang setelah manusia itu merebak ke merata penjuru alam ini. Tidak ada kelebihan di kalangan manusia melainkan dengan iman dan taqwa kepada Allah dan bakti masing-masing kepada masyarakatnya sendiri.

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001

Saturday, February 18, 2017

Al-Barr

Asma ul-Husna ke-79

Al-Barr ertinya Allah Maha Bagus, Sumber Segala Kelebihan dan yang Maha Berbuat Baik sebagaimana firmanNya bermaksud:

Sesungguhnya Dia Maha Baik dan Maha Penyayang
(At-Thur:28)

Maha Bagus dan Maha Berbuat Baik

Al-Barr adalah sifat Allah yang diturunkan dari barr, sumber kebaikan; al-birr ertinya perbuatan-perbuatan baik. Al-Barr merupakan suatu kata yang mengandungi semua sifat kebaikan, kasih sayang dan kemurahan. Orang yang al-barr kepada orang tuannya adalah sangat memuliakan dan mengasihi mereka. Mereka yang al-barr adalah orang-orang yang perbuatan-perbuatan baiknya diharapkan.

Al-Birr juga mengandungi erti ikatan, jalinan atau hubungan. Seorang yang al-barr berkaitan kerabatannya bererti ia memelihara hubungan-hubungan baik dengan mereka.

Seorang haji yang diberkati dan bebas dari perbuatan-perbuatan haram disebut haji mabrur yang ganjarannya tidak kurang dari syurga itu sendiri menurut hadis.Al-Birr juga bermakna kesolehan, yang pada akhirnya perbuatan apa sahaja yang lebih mendekatkan seseorang kepada Allah, suatu kata yang memadupadankan sifat-sifat yang terpuji dan mulia.

Al-Birr adalah apa yang terbaik pada kehidupan dunia sekarang dan di akhirat kelak. Yang terbaik dalam kehidupan ini adalah apa sahaja yang Allah sediakan kepada hamba-hambaNya seperti petunjuk, kurnia dan benda-benda yang dinikmati. Yang terbaik  dalam kehidupan akhirat adalah rahmat abadi yakni kediaman di syurga, semoga Allah memudahkan kita untuk menikmati kedua rahmat tersebut dengan keagungan dan kemuliaanNya.

Mencintai perbuatan baik dan benar

Merujuk kepada perkara ini maka sifat manusia yang ketujuhpuluh sembilan dengan bercermin pada Asma ul-Husna ialah mencintai kebaikan dan kebenaran, menjadikannya sebagai teras kehidupan. Rasulullah saw bersabda: Tetaplah mengatakan kebenaran, kerana ia akan menghantarkanmu kepada al-birr.

Al-Birr ertinya kebaikan, suatu kata yang menyatukan semua sifat baik. Ia membawa kesan pada segala perbuatan baik yang lebih mendekatkan seseorang kepada Allah, yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi. Perigi Zamzam disebut barra lantaran manfaatnya yang melimpah.

Al-Birr tidak berbuat sesuatupun secara buruk atau tercela. Dia mulia kepada mereka yang mencari redhaNya. Al-Barr berbuat baik kepada orang-orang yang mencari kasih sayang dan pemberianNya, kepada para penyembah dengan mengganjar mereka dengan indah. Tak pernah Allah swt menghentikan pemberian kerana kederhakaan manusia kepadaNya.

Seorang hamba Allah dapat digambarkan sebagai al-barr. Seorang hamba Allah adalah al-barr menurut tingkat kebaikannya. Kebaikan pertama dan utamanya adalah memenuhi hak-hak orang tuanya, gurunya dan kaum kerabatnya.

Salah satu cara agar seseorang dicintai Allah ialah dengan mengamalkan sikap benar sama ada dalam ucapan mahupun perbuatan. Ianya akan menerbitkan kasih sayang sesama insan. Siapa pun yang patuh kepada kebaikan, maka Allah dengan sifat al-BarrNya akan menjaga hamba tersebut sampai ke gerbang syurga yang penuh kenikmatan.

Syurga dikatakan juga sebagai pintu kebaikan kerana di dalamnya adalah kebaikan-kebaikan yang banyak, tempat ahli kebaikan dan kebenaran tinggal selama-lamanya.

Wallahu ’alam

Adil Akhyar
Kehebatan berzikir dengan Asma ul-Husna
Pustaka Azhar, 2010

Peringatan nesan

Tiada rumah melainkan dua ini bagi manusia
oleh itu pilihlah yang lebih mulia
sesungguhnya Tuhan Maha Mengasihani
dengan pendosa ia Maha Pengampun.

Maut ialah pintu di mana semua orang akan masuk
apakah keadaanku selepasnya (maut)?
di Syurga, kalau aku disukaiNya
di Neraka, kalau kau mengengkariNya.

Maut itu ditakdirkan pada semua yang hidup adanya
dunia ini tidak kekal adanya
manusia lena waktu hayatnya
tetapi celik lepas matinya.

Maut ialah pintu bagi semua melaluinya
maut ialah minuman bagi semua merasainya
manusia lena waktu hayatnya
tetapi celik lepas matinya.

Adalah menghairankan melihat mereka mengejar dunia
apabila maut mengejar mereka
adalah menghairankan mereka menjadikan istana rumah mereka
sedangkan kuburlah hakikatnya rumah mereka.

Hai segala mereka yang empunya mata hati
lihatlah engkau dari masa aku hidup lagi di dunia ini lagi
atas kerajaanku dan aku pegang negeri Patani
ibarat bunga sekuntum
tiada keberatan bagiku
maka tatkala layu bunga itu
maka terbuanglah ia dari diriku
hinggalah kosong tanganku
demikianlah orang yang menuntuti dunia
hanya aku meninggal dalam dunia dua perkara
nama yang baik atau nama yang jahat
dan aku membawa bersamaku ke negeri akhirat
yang baqa’ pun
dua perkara jua
amal yang baik atau amal yang jahat
hendaklah engkau sekalian mengambil fikiran
atas ibarat sekalian pesanan aku ini adanya.

Wallahu ’alam

Tn. Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohamad
dan Tun Suzana Tun Hj Othman
Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Johor

Friday, February 17, 2017

Wasiat Sultan ’Alaudin

Kepada puteranya, Sultan Mahmud Syah

Hai anakku, adapun engkau hendaklah banyak-banyak bersabar dan ampunmu akan segala hamba sahayamu, dan baik-baik memelihara akan dia kerana Firman Allah Taala yang bermaksud: Allah Taala serta pada segala yang sabar. Dan jikalau datang kepadamu dua pekerjaan, satu pekerjaan Allah dan satu pekerjaan dunia, maka dahulukan olehmu pekerjaan Allah dari pekerjaan dunia.

Hendaklah engkau sangat-sangat menyerahkan dirimu ke hadrat Allah Taala yang akan memeliharamu, iaitu bertawakkallah kepada Allah. Dan segala anak Melayu walau bagaimana besar dosanya jangan oleh mu di’aifi dia, dan sampai kepada hukum syarak dosanya derhaka bunuhlah, kerana segala Melayu itu ketahananmu seperti kata Arab al-abdi tin’ul maulahu, yang hamba itu tanah tuannya.Jikalau engkau bunuh ia dengan tiada dosanya, bahawa kerajaanmu binasa.

Hai anakku hendaklah engkau turut dan engkau ingatkan wasiatku ini dan engkau kerjakan supaya berkat diberi Allah swt.

Wallahu ’alam

Tn. Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohamad
dan Tun Suzana Tun Hj Othman
Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Johor

Thursday, February 16, 2017

Wasiat Sultan Mansur Syah

Hai anakku, ketahui olehmu, bahawa dunia ini sekali-kali tiada kekal adanya. Yang hidup itu sedia akan mati juga sudahnya; iman yang sempurna dan pekerti yang baik, itulah yang kekal disebut orang selama-lamanya. Adapun peninggalan ayahanda ini, hai anakku, hendaklah engkau berbuat adil sangat-sangat dan jangan engkau mengambil hak orang tiada sebenarnya.

Maka haqqu’l-adam terlalu besar dosanya, tiada diampuni Allah swt melainkan dengan izin dan yang empunya hak juga, jangan sekali-kali engkau keluar di hadapan orang kerana hamba Allah sekaliannya banyak berserah kepadamu jikalau kesukaran baginya, hendaklah segala yang kesakitan itu segera engkau tolong; jikalau teraniaya ia hendaklah engkau periksa ia baik-baik, supaya di akhirat jangan diberatkan Allah atasmu, kerana sabda nabi saw yang bermaksud: Segala kamu yang menggembala akan ditanyai Allah swt.......
 
Sebab demikianlah, maka sebaiknya engkau berbuat adil dan saksama supaya di sana jemah diringankan Allah Taalla kira-kiramu dan hendaklah engkau muafakat dengan segala menteri dan orang besar-besarmu, kerana raja itu, jikalau bagaimana sekalipun bijaksana dan tahunya, jikalau tiada muafakat dengan segala pegawai, di mana akan dapat ia melakukan kebijaksanaannya itu?

Dan tiada akan sentosa kerajaannya; kerana raja-raja itu umpama api, segala menteri itu umpama kayu, kerana api itu tidak akan nyala jikalau tiada kayu seperti Farsi; Ar’ayatu juan bakhasta sultan khasad, yakni rakyat itu umpama akar dan raja itu umpama pohon; jikalau tiada akar nescaya pohon tiada akan dapat berdiri. Demikianlah raja itu dengan segala rakyatnya.

Hai anakku, hendaklah engkau turut seperti amanatku ini supaya beroleh berkat diberi Allah swt, bija hi nabi saw.

Wallahu ’alam

Tn. Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohamad
dan Tun Suzana Tun Hj Othman
Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Johor

Wednesday, February 15, 2017

Wasiat Bendahara Raja Tun Perak

Hai segala anak cucuku, jangan kamu tukarkan agamamu dengan dunia yang tiada kekal adanya ini; yang hidup ini sahaja akan mati juga kesudahannya. Hendaklah kamu semua tuliskan kepada hatimu pada membuat kebaktian kepada Allah Taala dan rasulullah saw dan janganlah kamu sekaliannya melupai daripada berbuat kebaktian, kerana pada segala hukum, bahawa raja-raja yang adil itu dengan nabi saw umpama dua buah permata pada sebentuk cincin, lagi pula raja itu umpama ganti Allah dalam dunia, kerana ia Zillu’Lla fil’alam.

Apabila berbuat kebaktian kepada raja serasa berbuat kebaktian kepada Allah Taala. Firman Allah Taala yang bermaksud: Berbuat kebaktianlah kamu akan Allah dan akan rasulNya dan akan raja.

Inilah wasiatku kepada kamu semua. Hendaklah jangan kamu sekalian lupai supaya kebesaran akhirat kan peroleh.

Wallahu ’alam

Tn. Hj Muzaffar Dato’ Hj Mohamad
dan Tun Suzana Tun Hj Othman

Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Johor

Saturday, February 11, 2017

Al-’Awwal

Asma ul-Husna ke-73

Al-’Awwal ertinya Allah Maha Permulaan, Maha Awal yang terdahulu dengan tiada permulaan sebagaimana firmanNya bermaksud:

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Terang dan Yang Tersembunyi dan Dia mengetahui akan segala sesuatu.
(Al-Hadid: 3)

Maha Permulaan dan Maha Awal

Sifat al-Awwal ertinya Zat yang kepadaNya segala sesuatu bersandar, Zat yang mendahului semua yang lain. Diterapkan kepada Yang Maha Kuasa, ia bererti Dia tidak pernah didahului oleh siapapun dalam keberadaan. Dia sama sekali tidak membutuhkan sesiapapun. Dia terlepas dari segala sesuatu dan setiap orang.

Suatu hari seorang Badwi bertanya kepada rasulullah saw: Di manakah Allah sebelum penciptaan?. Baginda menjawabnya dengan mengatakan : Allah ada dan tidak ada sekutu pun di sisiNya. Orang Badwi kembali lagi bertanya: Bagaimana sekarang? Nabi saw menjawab: Dia kini sebagaimana Dia ada sentiasa (sebelumnya).

Al-Awwal adalah yang pertama dari sesuatu yang berbeza dariNya. Dia mempunyai kekuasaan atas musuh-musuhNya, suatu keutamaan bukan kerana waktu ataupun tempat atau sesuatu yang lainnya yang dapat dibayangkan oleh fikiran ataupun dicapai oleh pengetahuan.

Al-Awwal bererti Yang Abadi, Zat yang tidak mempunyai awal mahupun akhir. Dialah Yang Awal tanpa suatu permulaan. Dia ada kerana diriNya sendiri bahkan sebelum makhluk-makhlukNya ada.
 
Menyakini Allah Awal dan Akhir

Merujuk kepada perkara ini, maka sifat manusia yang ketujuhpuluh tiga dengan bercermin pada Asma ul_husna ialah menyakini bahawa Allah swt awal dan akhir ertinya tiada awal dan tiada akhir, berdiri sendiri dengan Zat keagungan dan kebesaranNya.


Dialah Zat yang abadi yang sentiasa ada dan yang tidak pernah didahului oleh sesiapa pun. Dia memiliki kekuasaan yang tidak terhad untuk menghidupkan atau mematikan hamba-hambaNya dan Dialah yang pertama untuk berbuat demikian tanpa sesiapapun mendahuluiNya.

Wallahu ’alam

Adil Akhyar
Kehebatan berzikir dengan Asma ul-Husna
Pustaka Azhar, 2010

Friday, February 10, 2017

Hakikat surat (rupa batin) (rupa zahir) (3)


Kita silap dalam membandingkan keadaan kita dengan peristiwa-peristiwa yang berlaku padazaman sahabat nabi. Apabila kita tidak mencapai sesuatu keistimewaan dan kelebihan maka kita terus mengomel dan kecewa. Kita merasa hairan yang kita juga membaca Kalimah suci itu, kita jugasembahyang, puasa dan sebagainya tetapi kenapakah kita tidak mencapai kemenangan, kemuliaan, kejayaan dan kehormatan. Jangan kita lupa bahawa pada mereka ada hakikat Kalimah suci, Surat Iman dan Surat Ihsan. Telah diterangkan bahawa surat tidak boleh melahirkan khasiat hakikat sepertimana kita tidak akan dapat buah anggur dari pokok kuini, maka begitulah juga kita tidak akan dapat khasiat dari surat.

Dalam medan peperangang Yarmuk, tentera Islam terdiri hanya kira-kira 3000 orang sahaja sedangkan tentera musunya ada seramai 200 000 orang lengkap dengan alat-alat peperangan. Sewaktu tenteraIslam bertempur hebat dengan musuhnyaseorang daripada tentera Islam yang muallaf, asalnya beragama Kristen telah terlanjur cakap, katanya. Amboi Khalid al-Walid (r.a) selaku kepala tentera Islam bercakap nada tinggi. Khalid menyahut. Diam! Demi Allah jika kaki kudaku yang bernama askar itu tidak tercedera maka mestilah aku beritahu kepada musuh supaya melipatgandakan tentera mereka. Mengapa Khalid al-Walid (r.a) berketengan dan berketeguhan sedemikian rupa? Mengapa beliau mengentengkan sahaja bilangan tentera-tentera musuh yang hampir 100 kali ganda lebih daripada tenteranya sendiri? Tentunya kerana beliau mempunyai hakikat roh dan semangat keIslaman. Beliau mengetahui benar-benar bahawa yang menentang beliau hanyalah surat-surat belaka (patung lilin yang terjauh sama sekali dari hakikat). Lantaran itu beratus-ratus ribu surat (laksana patung lilin) tentu tidak akan dapat mengatasi hakikat tentera Islam.

Kita memang melafkan syahadah, boleh jadi ada di antara kita yang menetahui makna dan tujuannya tetapi hakikat kalimah itu adalah lebih utama daripada lafaz-lafaz dan maknanya yang zahir. Hakikat Kalimah itu diperolehioleh parasahabat, tatkala mereka mengucap kalimah, mereka sunguh0sungguh mengetahui dan berkeyakinan bahawa tidak ada sesuatu yang wujud yang boleh mendatangkan suka-duka, benci-cinta, kuat-lemah, elok-hodog, hina-muliadan sebagainya dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong, melindungi dan membantu kita melainkan Allah Rabbul Alamin dan tidak ada sesuatupun wujud yang wajib diimani dan dipercayai melainkan wujudnya Allah Al-Azzim.

Mdiamesti darilah kitarenung bersama akan hakikat-hakikat yang tersebut itu. Sudahkah ianya tertanam di dalam batin kita? Sudahkah iasebati dengan otak kita? Dan sudahkah ia terlaksana dalam penghidupan kita. Jika kita mengetahui hakikat dan apabila kita membaca kalimah la ilaha illallah maka kita mesti merasai bahawa kita telah mengadakan ikrar dan pengakuan yang maha berat lagi maha utama. Barang siapa mempunyai perasaan hakikat tersebut dan mendakwa keIslamannya maka dia mesti sedar bahawa dia mendakwa satu perkara yang paling hebat, kuat dan suci-mulia. Perubahan yang paling hebat yang berlaku di kalangan umat Islam sekarang ialah mengenai ketiadaan hakikat dan roh keImanan serta semangat dan jiwa keIslaman. Ia telah tercabut dari sebahagian besar umat Islam. Kini tinggal pada mereka itu hanyalah surat semata-mata. Dari itu, marilah kita bersama-sama mengamalkan seruan rasulullah saw yang berbunyi:

Baharuilah Iman kamu......dengan berbanyak-banyak membaca kalimah La ilaha illallah. Dan juga menunaikan Firman Allah swt yang ertinya:

Manakala telah kamu selesai sembahyang, maka ingatlah (zikirlah) kepada Allah.
 
Andainya keduanya, hadis dan Firman itu dapat dilaksanakan dengan penuh kemahuan dan kesungguhan dan dengan cara yang teratur dan tertentu, insya Allah tiada lagi kita berkeadaan surat tetapi berkeadaan hakikat- hakikat Islam, hakikat Iman dan hakikat Ihsan.

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001

Hakikat surat (rupa batin) (rupa zahir) (2)


Justeru kerana dunia ini adalah alam syahadah atau alam kenyataan, maka Allah swt telah meletakkan hakikat ke dalam tiap-tiap kejadianNya. Musalnya hartakekayaan itu mempunyai hakikat maka kecintan dan kesukaan terhadapnya adalah termasuk kehendak-kehendak fitrah manusia. Kalau tidak, mengapa iamempunyai dayapenarik dan kenapa pula terdapat hukum-hukum dan peraturan-peraturan berkenaan dengannya. Anak-anak itu adalah suatu hakikat maka cinta, kasih dan sayang terhadapnya adalah termasuk kehendak fitrah manusia. Demikianlah keperluan dan tabiat juga mempunyai hakikat yang boleh membawa kepada kesempurnaan dan kebahagiaan abadi. Hakikat mempunyai kuasa kesempurnaan yang lebih kuat dan berkesan sedangkan surat tidak ada dan tidak lain akan dapat membawa kepadanya.

Andainya kita inginkan kejayaan dan kemenangan sejati dari hakikat yang telah bercampur aduk dengan kepalsuan dan kebatilan itu kita semestinyalah merujuk kembali kepada hakikat Islam dan Iman. Surat Islam itu sungguhpun  suci dan murni, tidaklah akan mencapai kejayaan kerana yang membawa kepada kejayaan dan kemenangan abadi itu ialah hakikat Islam, bukan suratnya, dan yang memundurkan serta menjatuhkannya ialah surat Islam, bukan hakikatnya. Di masa ini kita tampak bahawa surat Islam itu tidak dapat menewaskan atau mengalahkan hakikat, kendatipun hakikat itu terlalu hina dan rendah kerana surat itu tidak berkekuatan surat Islam, surat Iman, surat kalimah, surat sembahyang, surat haji dan sebagainya tidak dapat menjauhkan kita daripada hawa nafsu. Surat Islam dan surat Iman tidak dapat memisahkan kita daripada adat resam dan perbuatan-perbuatan yang terkutuk.

Kalau kita membuka lembaran buku-buku sejarah maka akan ternyatalah kepada kita bahawa umat Islam dahulu pernah mengorbankan nyawa dengan penuh keredhaan apabila dikehendaki oleh Kalimah Tauhid atau Kalimah Iman sepertimana kita pernah diceritakan tetapi bagi kita sedikitpun tidak memberi kesan-kesannya. Mereka itu pernah mengorbankan harta kekayaan dan keluarganya, jika perlu, untuk mempertahankan kalimah itu. Mereka pernah meninggalkan tanah air dan mereka pernah menerima hukuman pancung.Tetapi nampaknya Kalimah suci itu tidak berdaya lagi untuk membangunkan kitadari katil untuk mengerjakan sembahyang Subuh.Jayanya perjuangan umat Islam dahulu yang berdasarkan kepada keberanian dan kemahahebatan yang kita baca dalam buku-buku sejarah Islam ialah kerana mereka mempunyai hakikat Kalimah suci itu.

Pada hari ini siang dan malam kita menyaksikan kelemahan Kalimah suci itu, kerana kita hanya mempunyai surat Kalimah suci itu sahaja. Jadi kemenangan dan kejayaan umat Islam dahulu itu ada natijah hakikat dan roh ke tanah suci itu, sedangkan kehinaan, kemunduran serta kejatuhan umat Islam di zaman sekarang yang kita tonton siang dan malam adalah natijah surat kalimah suci itu.

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001

Hakikat surat (rupa batin) (rupa zahir) (1)

Tiap-tiap satu kejadian itu mempunyai hakikat dan juga suratnya. Antara kedua-duanya itu meskipun ada persamaan yang nyata tetapi pada dasarnya didapati perbezaan yang amat jauh.

Kita  tentu pernah melihat buah-buah yang diperbuat daripada plastik. Pada zahirnya buah-buah itu nampaknya seperti buah-buah asli tetapi amatlah jauh bezanya antara yang palsu dengan asli itu. Kita  kata tidak boleh disamakan kerana buah-buahan palsu itu tidak mempunyai keharuman, kemanisan dan kelazatan sedikitpun. Yang dipunyainya hanyalah rupa dan warna.

Tentu ramai di antara kita yang pernah melawat ke rumah gambar atau muzium. Di sana tentulah kita dapat melihat  berbagai binatang seperti singa, harimau, gajah dan lain-lain. Sayangnya binatang-binatang itu tidak bernyawa dan tidak pula boleh bergerak. Ya! Ada rupa harimau tetapi tidak ada suara, tidak ada kekuatan, keberanian, kegagahan serta kehebatan padanya. Yang ternyata hanya suratnya sahaja, hakikatnya sama sekali tidak ada.

Surat tidak boleh mengambil tempat hakikat. Tidak pula boleh melawan hakikat dan tidak boleh memikul beban hakikat. Hakikat mempunyai satu kekuatan yang paling agung yang tidak dapat dinafikan. Hakikat itu adalah satu kewujudan yang kukuh, malahan surat itu cumabayangan semata-mata. Sebagai misalan, cubalah lihat seorang budak kecil bahawa ia boleh menjatuhkan sebuah patung singa ketanah, sebabnya ialah meskipun budak itu kecil dan lemah tetapi berhakikat; dan patung singa itu sungguhpun dianggap gagah tetapi hanyalah bersurat sahaja. Hakikat yang ada pada budak itu dengan mudah sahaja boleh menewaskan surat yang ada pada singa yang dianggap gagah itu.

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001

Monday, February 6, 2017

Amal soleh (3)

Sebenarnya untuk mendapatkan amal kebajikan yang sebanyak-banyaknya kita harus mengikuti apa yang tertera dalam ayat yang bermaksud :

Untuk mencapai amal kebajikan yang sebenar-benarnya hendaklah seseorang dalam hidup ini mempercayai dengan sungguh-sungguh adanya zat yang Maha Kuasa iaitu Allah dan mempercayai adanya hari akhir.

Membenarkan kitab-kitab suci dan para nabi yang menjadi lampu dunia penunjuk jalan ke arah kesempurnaan hidup manusia di maya pada hari ini. Di samping itu hendaknya tunduk kehadirat Allsh dan melakukan solat dengan sebaik-baiknya. Gemar memberikan hartanya kepada orang lain baik pemberian itu sebagai zakat ataupun sadaqah. Sama ada terhadap anak yatim, orang-orang miskin yang kehabisan bekal dalam perjalanan, terutama kepada sanak kerabatnya sendiri yang kekurangan. Begitu juga selalu menepati janji terhadap Allah mahupun janji terhadap sesama manusia.

Dan lagi di saat ditimpa kesukaran, kemiskinan atau sedang sakit dan sebagainya hendaknya  sabar selalu ingat kepada Allah. Hendaknya terus  berdoa  dan berusaha dengan tidak pernah merasa putus asa dari rahmat Allah swt. Inilah sumber kebajikan dan dari sinilah saudara-saudara amal soleh muncul menjadi kenyataan.

Sebabnya sudah terang kalau iman atau kepercayaan itu boleh diibaratkan laksana pohon maka amal soleh sebagai buahnya. Kalau iman atau kepercayaan tidak dapat membuahkan amal soleh menunjukkan bahawa  imannya tidak sempurna. Dan lagi, memang keindahan ajaran Islam, kebaikan tuntutan Islam hanyadapat dibuktikan dengan amal yang nyata sebagaimana yang dicontohkan oleh nabi kita Muhammad saw. Beramal sekali lagi beramal. Semangat inilah harus kita pupuk dalam dada kita masing-masing.

Semoga seruan beramal ini bermanfaat bagi kita bersama. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beramal. Orang yang banyak mengamalkan ajaran nabi kita orang-orang yang soleh yang hidupnya berguna bagi diri, masyarakat, nusa dan bangsa serta agama. Dapatlah hendaknya kita mengamalkan tuntutan agama dengan sebaiknya, berbahagia fiddunia wal akhirah.

Di sini perlu kita mengetahui oleh kerana Islam mengajarkan hubungan iman dan amal soleh, sudahlah dapat ditangkap oleh fikiran bahawasanya seorang muslim adalah seorang budayawan. Iman yang menerangi hatinya membentuk akal budinya. Akal budinya mendorongnya berbuat amal soleh.Demikanlah amal-amal jariah yang amat besar faedahnya untuk masyarakat yang harus menjadi perhatian kaum muslimin dalam membuatny

Kita telah banyak terpesona oleh perbuatan perbuatan yang semata-mata kita perbuat di hari hidup kita semasa di dunia sahaja. Kita habiskan tenaga untuk membuat rumah-rumah cantik, berbual kosong, menonton wayang gambar yang tidak ada moral dan sebagainya. Tidakkah kita fikir yang sebaliknya pula untuk hidup di seberang makam. Berbahagialah orang yang berlumba-lumba berbuat amal baik dan soleh untuk hidup di alam akhirat, di manananti tidak adasesuatupun yang akan memberi pertolongan selain dari amal-amal soleh itu. Wal tanzhur  nafsun ma qad-damatli-ghadin, ertinya perhatikanlah sungguh-sungguh apa yang kau bawa untuk hari esok kamu.

Bersiaplah untuk hari esok dan gunakanlah semua ilmu, harta dan tenaga untuk kesenangan yang abadi itu.

Sabda nabi saw yang bermaksud:

Sesungguhnya yang terbaik di antara kamu semua, ialah terbaik akhlak
(Bukhari Muslim)

Dan lagi sabda nabi saw yang bermaksud:

Apabila manusia itu mati maka putuslah amalnya kecuali dari tiga perkara ialah sadaqah jariah (amal jariah), ilmunya yang diambil manfaat oleh orang banyak atau anak soleh yang selalu mendoakan terhadap orang tuannya.
(Bukhari Muslim)

Wallahu ’alam

Sentuhan rohani
Yusof Haji WanJor
Thinker’s libarary Sdn.Bhd.

2001