Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Wednesday, October 1, 2014

Munajat

Aku melangkah melewati lorong-lorong waktu
kadang aku berlari hingga terantuk, terjatuh dan terluka
dan untuk kesekian kalinya kucoba untuk bangkit
tetap melangkah mengikuti irama hidupku

Adakah engkau yang sudi menopangku saat kuletih?
adakah engkau yang siap mengulurkan tangan saat kuterjatuh?
adakah engkau yang mau mendengar lara hatiku, menghapus airmataku?

Aku berjalan sendiri diatas kerasnya hidup
melewati ribuan duri yang siap menancapku

Ya Rabb...
Jangan Engkau lepaskan sendi antara Engkau dan aku
agar aku tetap bertahan dipahitnya perjalanan ini
karna sesungguhnya aku telah lelah.

Adakah engkau disana yang sudi bermunajat untukku
walau hanya seuntai do’a?

Indah Nurul Afifah


Saturday, September 20, 2014

Cermin mukmin

Di sini
bersih dan jernih
pandangan bersatu
menatap rupa peradaban
adalah wajah kasih
didandan restu
cinta Tuhan.

Di sini
elok dan cantik
perasaan bertemu
dalam kemilau kemanusiaan
adalah kamar terbaik
tanpa debu tanpa ganggu
bercahaya persaudaraan.

Cermin mukmin
biar bercantum keyakinan
kekal titik pertemuan
abadi sinar kemuliaan
menghadapi abad
tanpa retak
tanpa sebak.

Nazim Mohd Subari
Endau, Johor
BH, 14 Sept 2014

Friday, September 19, 2014

Choraldra IV

We realize though that
Education is a shared responsibility
To do the job well, we need parents
Parents, a special word to you
Our students, your children;
You feed, fend for, feel their fears
Prepare them, pray for them
Yours to cherish but a while
You entrust them to us, we accept them
Teach them, challenge them, show them
Train and expand their minds
Help them live by the rules
Ours to cherish but a while
Together we are truly blessed
We raise them up
So they can stand on mountains
We raise them up
To walk those stormy seas
They are strong
When we can work together
We raise them up
To all that they can be.

This is our pledge
We are teachers
We’ll put the luster back into teaching
We are teachers
For our children, we’ll walk the extra mile
(The road is long)
With many a minding turn
Which goes no one knows where
But we are strong, strong enough to carry on;
They aren’t heavy, they’re our children
We are teachers, we’ll walk the mile.

The bottom line
If we work in tandem, we will not fail
For behind the parent stands the teacher
Behind the teacher, stands the parent
And behind us all; our leaders
Together, let’s walk into the future!
We are teachers, we’ll walk the mile
We are teachers, we’ll walk in style!

By:
Pn. Lyla Roberts
Pn. Janet Ratnam
PWTC, Kuala Lumpur

Wednesday, September 17, 2014

Choraldra III


(You see, teachers are not mere relics of a bygone era)
(Wait a minute, ICT and….)
(Yeah, yeah….software, hardware, wear and tear)
(As I was saying, ICT and the internet,
They can do the job just as well.)
But teaching is more than a job!
(It’s an art inspired by the human heart)
It’s a profession, a dream, a calling….
It’s got dignity, it’s got style!
(Oh, come on, teaching?)
Well, it’s not glitzy or glamorous
And as for the money….pooh!
(Come on lah, you know what the people say)
(Teachers, ag, they get too many holidays!)
How preposterous!
When teachers give homework
A teacher’s day is never done!
(Marking, test papers, preparation, thinking skills,
Eclectic, Multiple Intelligences, ICT!)
(Prepare them for the REAL world!)
What a tall order!
For those who still gripe about teachers’ time off-
Come on, give us a break!
For we are a happy lot!
Teaching is our choice
We believe in our profession
We believe in ourselves!
Though our core business is to teach
We can multi-task!
Versatility, our hallmark
Facing challenges, our trademark!
So, we coach, we nurse, we TEACH
We chauffeur, we comfort, we TEACH!
We guide, we parent, we TEACH!
So clever!

By:
Pn. Lyla Roberts
Pn. Janet Ratnam
PWTC, Kuala Lumpur

Tuesday, September 16, 2014

Choraldra II

Whoever they may be
Good teachers are potters,sculptors
They fashion young minds and hearts
And watch with pride as children transform
Into exquisite works of art to take their place
As mature adults, loyal citizens
The leaders of tomorrow
Remember: (The dawn of each poet,
Each philosopher and leader
Began with teachers
Our Prime Minister is one such leader
The teachers of Bukit Mertajam High School
Moulded this man of charisma
And under his dynamic leadership
Better days ahead
(Whopping, mind-boggling billions, you know!)
With him and Datuk Seri Hishamuddin at the helm,
We look forward to a brighter tomorrow. (Psst…psst)
(We are now at par with other Civil Servants)
(What on earth does that mean?)
(Exemplary teachers and resourceful principals
Can now vie for the JUSA C!)
Ummm….that’s something to celebrate!
(But for now, let’s not forget the veteran teachers
Whom we honour today!)
We salute the Tokoh Guru and our leaders
For showing us the way
You raise us up
So we can stand on mountains
You raise us up
To walk those stormy seas
We are strong
When we can work together
You raise us up
To all that we can be.

By:
Pn. Lyla Roberts
Pn. Janet Ratnam
PWTC, Kuala Lumpur

Saturday, September 13, 2014

Choraldra I


Sempena Sambutan Hari Guru Kebangsaan 2006

Vision 2020
Teachers charting the future
Ladies and gentlemen
Welcome to the world of teachers!
Walk with us as we take you
Down the rocky path and
Unfold our story
To stimulate and tantalize you
With the joys, the sorrows
The trials and the sensations
Of a teacher’s life
So sit back, relax, enjoy!

Teachers-
A motley group
Of specially trained people
Professionals, second to none;
With different talents
Strengths,weaknesses
Of different shapes and sizes.
(Here we go…..)
Big,fat,burly ones
Tall thin squiggly ones
Pot-bellied loveble ones
(Yes!)(I’m a little  bit country)
(And I’m a little bit rock and roll)
Don’t know whether we’re good or bad
But teaching’s in our soul
We’re a little bit country
We’re a little bit rock and roll
(Heard of Mr.Remote Control?) Huh?
(You know, body in canteen,
student no where in sight?) Ahh….
And what about Shah Rukh Khan?
Wah,wah,wah!

By:
Pn. Lyla Roberts
Pn. Janet Ratnam
PWTC, Kuala Lumpur

Sunday, May 11, 2014

Satu renungan

Asalnya dari Gua Musang
Ungai-ungai di atas bukit
Macam dahulu juga sekarang
Tidak berbeza barang sedikit

Minum kopi taruh gula
Kurang manis tambah susu
Sudah gagal timpa bala
Tak kena jadi gila

Senaran cahaya di celah gunung
Nampak jauh seperti permata
Saya menangis anda termenung
Mengenang nasib bangsa kita.

Wallahu a’lam.

Tan Sri Abdullah Ahmad
DKL Menulis
Sinar Harian, 4 Mei 2014

Monday, February 3, 2014

Puisi tentang rasulullah


Katakanlah…….
adakah seseorang yang lebih hebat darinya?
yang Allah beri padanya
rahmat untuk diberikan
kepada alam semesta……
yang jutaan malaikat tidak berhenti berselawat padanya…..
matahari kerananya
doanya tenggelam terlambat…..
bulan terbelah dan pepohonan sujud kepadanya…..

Katakan adakah yang lebih indah darinya?
aliff hidungnya….
nun alisnya dan miim bibirnya…….
jika Yusuf  mendapat separuh ketampanan…..
maka dia telah diberi
ketampanan sempurna….

Adakah yang lebih indah darinya…….
di tangannya ada berkah
di hatinya ada cinta
di matanya ada telaga……
di dalamnya kita bisa
berenang dalam sejuk kasihnya.

Katakanlah….
siapa yang lebih baik darinya?
siapa yang lebih baik darinya?
kasihnya dirasa bahkan
oleh sikafir yang derhaka…..
dermawannya tak pernah takut kefakiran mendera…..
tawaduk,sabar, syukur dan ikhlas
selalu berlapang dada……
senyuman di bibirnya tidak pernah sirna…..

Katakanlah…..
adakah selainnya yang sempurna?
adakah selainnya yang sempurna?
dia mengingati Allah
di setiap waktunya….
memberi shafaat
hingga selamat umatnya
dari seksa neraka…..
bahkan berkorban
dengan darah dan airmata.

Katakanlah……
sesungguhnya yang kami inginkan darimu…..
adakah bisa bersama denganmu?
adakah bisa bersama denganmu?
ya rasulullah.

Ustazah Halimah Alaydrus

Monday, January 13, 2014

Orang


Banyak orang pandai berkata
siang malam tahu duga
di bibir sendiri:
kata tidak menjadi kota
mudah roboh dilanggar bala
di tangan sendiri:
intan bertukar menjadi kaca
jari kita hilang permata.

Mata kabur penglihatan
telinga hilang pendengaran
ayun kaki tanpa pedoman
hilang muafakat kerja.

Orang tetap orang.

A.Aziz Deraman
Zaman Baru, DBP 2006

Sunday, January 12, 2014

Bukankah

Bukankah ketika gelita
diberikan cahaya
lalu kau tidak teraba-raba
mencari pelita.

Bukankah ketika buta
dicelikkan mata
lalu kau melihat indahnya
alam semesta.


Bukankah ketika dahaga
diberikan airnya
lalu kaupun lega
dan terpulih tenaga.

Mengapa setelah diberi segala
kau menjadi orang yang lupa
tidak tahu bersyukur
sebaliknya sombong dan takbur?

Ehsan Jamily
BH, 12 Januari 2014

Sunday, December 15, 2013

Ambang Tahun Baru

Senja tiga puluh satu Disember
sering membenamkan malamnya
naik fajar tahun Masihi baru
terbuka tersimbah aneka pilu
ambang resah kepada yang tahu
merenggut ruang ke dada media
menayang murah dagangan pasar raya
ibu bapa sibuk masalah anak sekolah
pengguna berlumba mencari yang mewah
menukar itu dengan ini meriah ghairah
hangar kota-kota manusia berkampung
pernah terpalit perit derita berkunjung
akal budi kufur datang berselindung.

Segala riang warna riak berlalu
sukar diajak sesama kenangi sayu
darah luka memori memercik
penjuru kehidupan jadi terbalik
kabut jalan bela sengsara gelita
padam sinarnya tanpa titik bicara
di imbasan rupa kita dipaksa cara
terjerat Muslimin tidak bergerak
dibelenggu demokrasi – kapitalisme Iraq
bumi keramat Palestin belum berganjak
kaku diri di pintu khilaf siasah umat
terjemahan diri berisi tafsiran Barat
setiap ucapan dan tulisan yang jadi citra
seruan ideologi  syaitan bergema di jiwa
ditemboki demokrasi mengadang nikmat
nusa lebur di gengaman pengkhianat

Tahun baru Masihi
manusia kehilangan insani
padahal di gerbang sanat Hijrah
manusia kembali kepada fitrah.

A Aziz Deraman
Mahligai Kencana, DBP 2009

Wednesday, December 4, 2013

Sarapan kampung kami

Kami bersarapan setiap hari
dengan hidangan benci-membenci
di warung kampung kami.

Kami tidak memandang wajah
sebaliknya sering maki-memaki
dengan suara meninggi
bercerita pendirian diri
bertujuan menyakitkan hati.

Kami suburkan hal politik
ke dalam fikrah anak dan isteri
lalu mereka sebarkan pula
ke seisi kampung dalam negeri.

Kampung kami kini berpuak-puak
kerana kami sering mulakan pagi
dengan sarapan benci-membenci.

Firdhaus Hassan
FSKIK UPSI
Berita Harian
2 Disember 2013

Tuesday, December 3, 2013

Bertasbih sepanjang waktu

Bagaikan burung camar
yang melabuh di gigi ombak
pada setiap waktu dinihari
dia seorang mualim
menyerahkan kalbu
menyerahkan nafsu
yang sudah lama sebu
pada detik waktu
yang berterusan mekar.
 
Dia menjadi perenung malam
kesabaran seekor camar
berterusan menongkah langit
berterusan memuja alunan ombak
sambil menghirup tasbih keimanan
mencicip renjisan keredhaan
biarpun sebutir pasir pantai
yang mampu melekat
pada sayapnya.

Yang dilihat dalam hati
adalah masa yang berlalu
namun zikir tetap bertasbih
sepanjang waktu.

Naapie Mat
KKB/Tanjung Malim
Beriha Harian
1 Disember 2013

Monday, December 2, 2013

Perjalanan sebuah kehidupan

Perjalanan sebuah kehidupan
ibarat cerita tak berkesudahan
selagi mentari masih menyinari
selagi bulan menerangi
malam sunyi
selagi itulah perjalanan
harus diteruskan.
 
Hidup tak selalunya indah
juga tak selalunya duka
warna-warninya tercorak
di atas kanvas kehidupan

Selagi hembusan nafas
tak bertemu noktah
langkahlah penuh yakin
teruskanlah perjalanan
yang belum selesai
nun di sana
destinasi perjalanan hidup kita.

Siti Maizura Othman
Pontian.
Berita Harian
1 Disember 2013

Monday, November 18, 2013

Apabila kita…….

Apabila kita fikir lelah
Maka kita merasa lelah
Apabila kita fikir kita tidak berani
Maka kita tidak berani
Apabila kita mahu menang tetapi berfikir
Kita tidak mampu
Kita hampir pasti tidak menang
Apabila kita fikir kita kalah maka kita sudah kalah
Kerana di dunia luar kita mendapati
Kejayaan bermula dengan kemahuan seseorang
Semua itu ada di dalam fikiran
Perjuangan hidup tidak selalunya mendatangi
Orang yang lebih kuat dan cepat
Tetapi cepat ataupun lambatnya orang yang menang itu
Adalah orang yang berfikir dia mampu menang.

Norman Vincent Peale

Sulaiman Alkumayi
99 Kecerdasan berasaskan Asmaulhusna

Thursday, November 14, 2013

Jika menanam……….

Kejujuran
Kamu akan mendapat kepercayaan

Kebaikan
Kamu akan mendapat persahabata

Kemanusiaan
Kamu akan mendapat penghormatan

Ketekunan
Kamu akan mendapat kemenangan

Pertimbangan
Kamu akan mendapat keharmonian

Bekerja
Kamu akan mendapat kejayaan

Kemaafan
Kamu akan mendapat keakraban

Kesabaran
Kamu akan mendapat kekuatan dalaman

Keimanan
Kamu akan mendapat syurga

Penghinaan
Kamu akan mendapat pembelotan

Kepentingan diri
Kamu akan mendapat kesepian

Bangga diri
Kamu akan mendapat kekecewaan

Kemalasan
Kamu akan mendapat kebuntuan

Permusuhan
Kamu akan mendapat pemencilan

Ketamakan
Kamu akan mendapat kerugian

Fitnah
Kamu akan mendapat musuh

Kebimbangan
Kamu mendapat kekedutan di wajah

Dosa
Kamu akan mendapat neraka.

19 Tabiat Kuasa Perubahan
Zahir Zainudin & Amaludin Ab Rahman, 2008

Sunday, October 20, 2013

Burung kenek-kenek

Burung kenek-kenek
hinggap di atas dahan
pesan datuk nenek
sujudlah pada Tuhan

Burung kenek-kenek
hinggap di atas pagar
pesan datuk nenek
rajin-rajinlah belajar

Geleng-geleng sapi berbulu di telinga
atur tapak kaki berdiri lama-lama
geleng-geleng sapi berbulu di telinga
atur tapak kaki cepat-cepat melangkah

Burung kenek-kenek
hinggap tepi perigi
pesan datuk nenek
bangun pagi-pagi

Burung kenek-kenek
hinggap di pohon kelapa
pesan datuk nenek
patuh  ibu bapa
 
Lengang-lengang kangkung, kangkung tepi pagar
berair-air kabung budak nak makan sakar
lengang-lengang kangkung, kangkung di tepi rimba
berair-air kabung budak nak makan gula

Burung kenek-kenek
terbang tinggi di awan
pesan datuk nenek
pandai-pandai cari kawan

burung kenek-kenek
hinggap di pohon sena
pesan datuk nenek
besar jadi orang berguna.

Othman Puteh & Aripin Said
Himpunan 360 cerita Rakyat Malaysia
2010

Friday, September 13, 2013

Derita sebuah pusara



Kulewati
sebuah pusara
kepunyaan seorang pejuang
tanahair
tersergam indah di pinggir hutan rimba
yang merintih sepi

Di sinilah sebuah kubur
yang terhias indah
dengan bunga-bunga mawar
dan megah berdiri
pagar yang utuh menjadi pengawal
tapi ia menderita

Pada angin dan kabus pagi
ia menjerit dan bertanya
mana tuanku
mana nisanku?

Aliuddin Mohd Salleh
Kun
DPB, 1991

Thursday, September 12, 2013

Sekadar bertanya



Pada warga kurang siuman
merayau-rayau di merata kota
siapakah yang membiarkan?

Gadis-gadis remaja
menari penuh keasyikan
siapakah yang membenarkan?

Para pengemis
memohon simpati di atas jejantas di jalan utama
siapakah yang memperdulikan?

Mereka juga
adalah potret-potret kota
siapakah pelukis-pelukisnya?

Livis Empanang anak Taka
Alangkah indahnya salju
DPB, 2003

Tuesday, September 10, 2013

Kedah



Merong Mahawangsa sejarah asalnya
Negeri Qalha nama awalnya
Kedah Darul Aman sehebat namanya
Negeri maju hasrat besarnya

Lembangan Kedah luas saujana
Hijau kuning indahnya warna
Pertanian maju ekonomi terjana
Agenda petani ikut rencana

Gunung Jerai di tengah lembangan
Di puncak dingin dapat ketenangan
Hijau hutannya dicemar jangan
Datang pelancong beri pulangan

Padi menguning hasil bertambah
Berkat kerajinan petani tabah
Nasib rakyat terus berubah
Berdaya maju minda bercambah

Bandar Alor Setar ibu negari
Pesat membangun semakin berseri
Rakyat mesra tidak terperi
Lambing kedaulatan tegak berdiri

Pekan Rabu tempat tumpuan
Berjual beli pelbagai sukuan
Barangan murah jadi buruan
Sekali datang jadi igauan

Lembah Bujang tempat prasasti
Tinggalan lama menjadi bukti
Datang ke sini jika bercuti
Dapatkan ilmu lekat di hati

Pantai Merdeka tempat berkelah
Suasana indah sangat menyerlah
Ramai berkunjung menghilangkan lelah
Tenang fikiran lerai masalah

Kulim lambing kemajuan industri
Teknologi tinggi dibawa ke mari
Semakin berkembang meniti hari
Hasil rencana wawasan bestari

Pulau langkawi pulau yang indah
Seantero dunia terkenal sudah
Berkunjung datang semakin mudah
Datang sekali kenang tak sudah

Tanjung Dawai kampong nelayan
Semakin meriah bukan andaian
Hasil laut pendapatan lumayan
Ke mana sahaja ada rangkaian

Daerah Baling jauh ke hujung
Menanti tuan datang berkunjung
Budaya megah tetap disanjung
Suci agama kuat dijunjung.

Ghazali Lateh
Negara Tercinta