Wednesday, September 10, 2014

Bicara hati ketika bermalam di Mina 2

Kemantapan Iman

Ya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, sesungguhnya Engkaulah Maha Sempurna yang menciptakan kami dengan penuh kesempurnaan dan memberikan kami nikmat iman yang sesungguhnya mampu menjadi benteng diri kepada segala permasalahan kami hari ini. Ya Allah, kami amat yakin Engkau sentiasa melihat apa yang kami lakukan, malaikatMu sentiasa mencatat perbuatan baik dan jahat kami. Ya Allah. Tiada apa yang terjadi di dunia ini tanpa pengetahuan dan perancanganMu. Ya Allah. Sesungguhnya Engkau sentiasa hidup. Tuhan yang tidak pernah tidur atau terlalai menguruskan makhluk Ya Allah.

Ya Allah kami sedar Rasulullah saw kekasihMu banyak berkorban untuk memastikan  kami menikmati Islam dan iman pada hari ini. Tanpa pengorbanan junjungan rasulullah saw yang tidak pernah mengenal erti penat dan lelah sera sanggup berkorban nyawa, tentulah kami tidak mengenalMu Ya Allah, Engkau izinkanlah kami untuk mendapat syafaat baginda di hari pembalasan nanti kerana harta dan kekayaan dunia ini sesungguhnya tidak mampu menyelamatkan kami.Ya allah, harta, ibu dan bapa kami juga tidak mampu menyelamatkan kami Ya Allah hanya dengan syafaat nabiMu dan rahmat serta belas ihsanMu Ya Allah yang mampu menyelamatkan kami dari azabMu yang tidak terperi.

Ya Allah kami juga sedar al-Quran yang Engkau turunkan adalah petunjuk dan panduan dariMu yang sejiranya kami menjadikannya sebagai pedoman kami, tentulah kami tidak akan sesat dan rugi. Ya Allah, jadikanlah kami ini orang yang cinta dan suka membaca ayat-ayatMu. Ya Allah yang penuh dengan peringatan dan iktibar. Jadikalah kami ini hambaMu yang menjadikan al-Quran sebagai pedoman hidup kami.

Ya Allah, kami juga sedar akan ketentuan qada dan qadarMu. Sesungguhnya apa sahaja yang Engkau takdirkan kepada kami adalah baik untuk kami. Jadikanlah kami hamba yang bilamana Engkau member nikmat kepada kami, kami menjadi hambaMu yang bersyukur dan bilamana Engkau member kesakitan, kesusahan, kemiskinan, kegagalan dan keperitan hidup kami menjadi hambaMu yang reda di atas segala ketetapanMu yang mempunyai seribu hikmat dan kebaikan itu. Janganlah kami menjadi orang yang lupa diri dengan kekayaan hidup ini. Ya Allah. Kami sedar segala kemewahan dan kebaikan yang Engkau berikan adalah amanah yang perlu kami berikan dan sampaikan kepada orang lain dan kesusahan, kegagalan dan dugaan hidup ini Engkau berikan kepada kami agar kami sentiasa dekat denganMu, memohon bantuan dan kasih sayangMu.

Aameen.

Dr Wan Masri
Asmaul Husna atas namaMu aku merintih

Friday, September 5, 2014

Iman


Pelajaran ke-22

Diriwayatkan bahwa rasulullah saw duduk pada suatu hari berbincang-bincang dengan para sahabat. Tatkala para sahabat semuanya kecuali Usamah bin Zaid menangis, berkatalah Usamah : Aku mengadu padamu kekerasan hatiku, kemudian rasulullah saw meletakkan tangannya pada dada Usamah sambil berkata: Keluarlah hai Musuh Allah! Dan seketika itu juga keluarlah air mata dan menangis, lalu rasulullah saw bersabda: Bekunya mata adalah dari kekerasan hati dan kekerasan hati  adalah dari banyaknya dosa, banyaknya dosa dari lupa akan mati, melupakan mati dari panjangnya angan-angan, panjangnya angan-angan dari cinta dunia dan cinta dunia adalah sumber segala kejahatan.

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

Bicara hati ketika bermalam di Mina 1

Pembersihan Jiwa

Ya Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani, ampunilah dosa-dosa kami atas kelalaian kami selama ini yang sesungguhnya tidak mampu mengenal akan kasih dan cintaMu yang tidak bertepi. Kami mengucapkan kalimah Lailahaillallah, tapi tapi sesungguhnya ia hanya di bibir sahaja. Iman itu sesungguhnya belum masuk ke dalam hati kami, sehingga kami tidak mampu merasa cinta dan rindu kepadaMu Ya Wadud yang Maha Pencinta, kami seseungguhnya tidak mampu untuk merasa gementar ketika ayat-ayatMu dibaca. Kami menyatakan Engkau adalah Tuhan kami, tapi dalam masa yang sama kami sering mengutamakan dunip hidia, wang ringgit, nafsu kami, rakan-rakan kami, prinsip-prinsip hidup kami dan melalaikan diri dari mengingatiMu Ya allah. Ampunilah segala dosa atas kesilapan dan kelalaian kami itu Ya Allah.

Ya Allah yang Maha Agung lagi Maha Suci, Engkau alirkanlah kalimah Lailahaillallah, ke dalam hati kami. Engkau akirkan kalimah Lailahaillallah,ke dalam saliran darah kami. Engkau alirkan kalimah Lailahaillallah, ke dalam jaringan urat-urat kami dan Engkau nalirkan kalimah Lailahaillallah, kepada seluruh anggota tubuh kami agar dengan kalimah ini kami mampu mengharungi kehidupan dunia sebagai hamba dan khalifahMu. Jadikanlah kehidupan kami ini berada di atas orbit fitrah kejadian kami yang Engkau ciptakan dengan penuh kesempurnaan sehingga akhir hayat kami.
 
Ya Allah yang Maha Pembantu lagi Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bantulah kami melontarkan sifat-sifat buruk yang ada dalam hati kami Ya Allah. Astaghfirullah, Engkau bantulah kami lontarkan sifat sombong dan ego kami, Astaghfirullah, Engkau bantulah kami lontarkan sifat malas kami. Astaghfirullah, Engkau bantulah kami lontarkan sifat nerasai diri hebat. Astaghfirullah, Engkau bantulah kami lontarkan sifat keangkuhan kami. Sesungguhnya kami ini hanyalah hambaMu Ya Allah, segala apa yang ada pada diri kami ini adalah milikMu semata-mata Ya Allah. Kami tidak punya apa-apa. Ya Allah. Ampunilah kami, selama ini tidak sedar akan hakikat diri kami dan tidak mengenal siapa Tuhan kami sebenarnya.

Aameen.

Dr Wan Masri
Asmaul Husna atas namaMu aku merintih

Wednesday, September 3, 2014

Pahala doa yang diucapkan maupun yang tidak diucapkan

Pelajaran ke-21

Dihikayatkan bahawa ada seorang salih, keadaan kewangannya menyempit dan mengalami kesukaran dalam hal nafkah dan makan sehari-hari, maka ia diperintah isterinya agar berdoa kepada Allah memohon agar diperluas rezkinya dan dibebaskan dari kesukaran yang dialaminya.

Berdoalah orang salih itu sesuai dengan permintaan isterinya dan tidak lama kemudian tatkala si isteri masuk dilihatnya di sudut rumah lempengan emas murni sebesar sebuah bata. Gunakanlah emas itu sesuka hatimu, kata si suami.

Pada malam hari waktu tidur, si suami salih melihat dalam mimpi seakan ia masuk syurga di mana dilihatnya sebuah gedung yang tidak lengkap kurang satu biji bata. Bagi siapa gedung ini? Tanya ia dalam mimpinya. Bagimu, kata suara yang menjawab. Ke mana suatu bata ini? Tanya lagi ia. Sudah kami kembalikan kepadamu, kata suara yang menjawab. Kemudian terbangun orang saleh itu dari tidurnya dan dimintanya bata emas itu dari isterinya dan diletakkannya dia sisi kepalanya sambil berdoa : Ya Tuhanku telah kukembalikan bata itu kepadaMu dan terletaklah kembali bata itu di tempatnya.

Dan demikianlah sabda rasulullah saw: Tiada seorang mengambil (menerima) suatu suap dari dunia, melainkan akan dikurangi bagiannya dari akhirat.

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

Kemahiran abad ke-21........

Dalam konteks Singapura..

ialah seseorang yang mempunyai keyakinan diri, mengamalkan pembelajaran kendiri, menyumbang dengan aktif dan merupakan warganegara yang prihatin


Dalam konteks Finland..

adalah ke arah perkembangan diri, identiti dan internasionalisme budaya, kemahiran media dan komunikasi, warganegara partisipatori, tanggungjawab terhadap persekitaran dan memastikan kesejahteraan diri dan masa hadapan yang lestari..


Wallahu a'lam.

Tuesday, September 2, 2014

Pahala berpuasa enam hari Syawal sehabis Idul-fitri

Pelajaran ke-20

a) Diriwayatkan bahawa rasulullah saw bersabda: Sesunggguhnya Allah swt telah menciptakan langit dan bumi dalam tempoh enam hari di bulan Syawal, maka barang siapa berpuasa enam hari itu, Allah akan mencatat pahala baginya menurut bilangan makhluknya dan akan menghapus segala maksiatnya serta mengangkat derajatnya.

b) Bersabda rasulullah saw: Sesungguhnya mayat itu mempunyai enam ratus anggota, pada tiap anggota badannya terdapat seribu mulut, kecuali hati. Maka barangsiapa berpuasa enam hari Syawal diringankan oleh Allah penderitaan sakaratul maut baginya sebagaimana meminum air dingin bagi orang yang sedang dahaga.
                                                                                                ( Durratul-Wai’dhin)

Dikatakan bahwa barangsiapa menanam pohon dengan harapan memetik buahnya, ia harus menyiramnya pada waktunya dengan tekun dan rajin. Demikian pula hamba Allah harus rajin dan sergap melakukan ibadah puasa dan sembahyang serta amal-amal kebajikan lain, jika ia mengharapkan diterimanya oleh Allah berkat bulan Ramadhan.  (Hayatul-Gulub)

Wallahu ’alam

H.Salim Bahreisy
Bekal Juru Da’wah Jilid 1
Surabaya, 1977

Pantun Tok Kenali



Pucuk paku sayur pun paku
Dimakan oleh ulamak seberang
Tengoklah aku tiliklah aku
Aku berada di tempat terang

Warisan Ilmu Tok Kenali
Mohd Yusof Cik Wook ms 67