Showing posts with label Tafsir Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Tafsir Al-Quran. Show all posts

Sunday, January 22, 2012

Al-Baqarah ( Ayat 1 – 10 )


  1. Alif, Laam, Miim
  2. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa.
  3. Iaitu, orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan), sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
  4. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “Al-Quran” yang diturunkan kepadamu (wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya)
  5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang  yang berjaya.
  6. Sesungguhnya orang-orang kafir (yang tidak akan  beriman), sama sahaja kepada mereka, sama ada engkau beri amaran kepadanya atau engkau tidak beri amaran, mereka tidak akan beriman.
  7. (Dengan sebab keingkaran mereka), Allah meteraikan atas hati mereka serta pendengaran mereka dan pada penglihatan mereka ada penutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa yang amat besar.
  8. Dan di antara mereka ada yang berkata:  “ Kami telah beriman kepada Allah dan kepada hari akhirat “ padahal mereka sebenarnya tidak beriman.
  9. Mereka hendak memperdayakan Allah dari orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya memperdayakan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyedarinya.
  10. Dalam  hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran).

( Tafsir pimpinan Ar-Rahman kepada pengertian Al-Quran, Darulfikir  )

Wednesday, April 6, 2011

Surah An-Naba’ ( Khabaran )

Empat puluh ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Dari hal apakah mereka saling bertanya?
2. (Adakah) dari hal khabaran yang besar,
3. Yang mereka berselisihan padanya,
4. Tidak begitu! (Tetapi) mereka akan ketahui!
5. Lagi tidak begitu! (Tetapi) mereka akan ketahui!
6. Bukankah Kami telah jadikan bumi itu terbentang,
7. Dan gunung-gunung itu sebagai pancang,
8. Dan Kami telah jadikan kamu berpasang-pasang,
9. Dan Kami telah jadikan tidur kamu itu ( untuk ) berhenti lelah,
10. Dan Kami telah jadikan malam itu (sebagai pakaian,
11. Dan Kami telah jadikan siang itu tempat penghidupan,
12. Dan Kami telah diikan di sebelah atas kamu itu tujuh yang teguh,
13. Dan Kami telah jadikan satu pelita yang amat terang,
14. Dan Kami telah turunkan dari mega-mega itu air yang bercurahan,
15. Kerana Kami hendak tumbuhkan dengan (air) itu biji-biji makanan dan tumbuh-
     tumbuhan,
16. Dan kebun-kebun yang subur?

Keterangan :

Di waktu nabi Muhammad mendakwa dirinya jadi Rasul dan mengajak manusia supaya beriman kepada hari kiamat, kaum Jahiliyah saling bertanya antara satu sama dengan yang lain dan beromong-omong tentang hari kiamat : Ada yang engkar dan ada yang syak tentang adanya hari itu, Maka turun firman Allah yang maksudnya dari hal apakah kaum kafir itu saling bertanya antara seorang dengan yang lain? Adakah tentang khabaran besar yang nereka berselisihan faham dan i’tiqad padanya? Tidak begitu! Tidak sekali-kali! Tetapi nanti mereka akan tahu kebenaran hari itu!

Bukahkah Kami telah jadikan bumi ini terhampar, mudah didiami? Bukahkah gunung-gunung itu Kami telah jadikan sebagai pancangan bagi bumi yang menahan penduduknya daripada bahaya angin dan topan yang dari luar dan goncangan dari dalam? Bukakah Kami telah jadikan kamu berpasang-pasang, berjodoh-jodon untuk mendapat kesenangan dari itu?.

Bukankah Kami  telah jadikan tidur itu tempat kamu berhenti penat dan lelah? Bukahkah Kami telah jadikan malam itu sebagai pakaian yang menutup bumi kamu sebagaimana baju menutup badan kamu?  Bukankah siang hari itu Kami jadikan tempat kamu mencari makanan? Bukankah Kami  telah dirikan di sebelah atas kamu y=tujuh perjalanan falak yang besar?. Bukankah Kami telah jadikan matahari sebagai pelita yang amat terang untuk bumi kamu dan untuk tujuh perjalanan  falak yang di atas? Bukankah Kami telah turunkan air yang bercurahan dari mega-mega yang menumbuhkan bagi kamu biji-biji makanan dan tumbuh-tumbuhan serta kebun-kebun yang subur.

Kami yang berbuat sekalian tersebut untuk manusia apakah Kami akan biarkan manusia berbuat sesuatu dengan tidak dapat balasan bagi perbuatannya? Tidak sekali-kali! Kami tidak akan biarkan! Bahkan Kami akan bangkitkan manusia semula dan Kami akan periksa amal mereka : baik dan jahat dan Kami akan balas : si baik dapat kesenangan dan sijahat dapat siksa.


Pelajaran yang kita dapat dari ayat-ayat itu :

Wajib kita mengucap syukur dan beribadat kepada Tuhan yang telah memberi kepada kita sekalian pemberian yang tersebut dan wajib pula kita beriktikad bahawa akan datang suatu hari yang Tuhan akan periksa sekalian pemberianNya itu.

17. Sesungguhnya hari keputusan itu adalah satu masa yang tertentu.
18. Di hari yang ditiup sangkakala lalu kamu sekalian akan datang berduyun-duyun,
19. Dan akan dibukakan langit hingga jadi beberapa pintu,
20. Dan akan dihapuskan gunung-gunung hingga jadi saraab,
21. Sesungguhnya neraka itu adalah tempat yang disediakan,
22. Tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka,
23. Yang akan diam padanya beberapa ahqaab,
24. Tidak akan mereka merasa padanya dingin dan tidak minuman,
25. Kecuali air yang sangat mendidih dan air luka dan nanah,
26. Sebagai balasan yang pantas,
27. Kerana sesungguhnya mereka tidak percaya kepada perhitungan (amal)
28. Dan mereka telah dustakan sungguh-sungguh akan perintah Kami,
29. Padahal tiap-tiap suatu Kami telah kumpulkan di dalam kitab (amal)
30. Oleh sebab itu rasalah, maka Kami tidak akan tambah bagi kamu melainkan azab
      (lagi)

Keterangan :

Akan dibuka langit jadi beberapa pintu itu, maksudnya bahawa di hari kiamat nanti akan gugur sekalian benda-benda  yang ada di langit hingga dengan gugurnya itu seolah-olah di langit jadi beberapa pintu dilalui oleh bintang-bintang yang gugur.

Ahqab itu ertinya beberapa huqb , satu huqb lapan puluh tahun atau lebih maksudnya bahawa mereka akan kekal padanya beberapa masa yang tidak berkeputusan.

Saraab itu maksudnya bayangan-bayangan air yang terlihat di waktu panas keras tetapi apabila dihampiri tidak ada airnya.

Sesungguhnya hari keputusan atau hari kiamat itu adalah satu masa yang tertentu yang tidak diketahui bila akan terjadi  melainkan oleh Allah sendiri iaitu di hari yang akan ditiup sangkakala dan manusia sekalian akan datang berduyun-duyun untuk menunggu keputusan dan akan dibuka langit hingga seoalah-olah jadi beberapa pintu yang dilalui oleh bintang-bintang yang akan gugur dan akan dihancurkan dan dihapuskan gunung-gunung hingga akan jadi sebagaimana sarab yang kelihatannya ada tetapi waktu dihampiri tidak akan ada apa-apa.

Di hari itu sesungguhnya jahannam akan jadi tempat yang disediakan dan tempat kembali bagi orang-orang yang durhaka yang akan diam padanya beberapa ahqab yang tidak berkeputusan dan tidak akan merasa dingin atau air melainkan air yang sangat mendidih dan air luka dan nanah ahli neraka, ialah sebagai balasan yang pantas dan patut menurut perbuatan mereka kerana mereka tidak percaya kepada (hisab) perhitungan amal di hari kiamat dan mereka dustakan sungguh ayat-ayat, tanda-tanda dan perintah-perintah kami dan tiap-tiap suatu daripada perbuatan mereka dan lain-lainnya sudah Kami catat dan tulis di dalam daftar lantaran itu maka pada hari tersebut Kami akan berkata : ” Rasalah balasan amal kamu ” dan Kami tidak akan tambah melainkan siksa atas siksa.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat-ayat tersebut :

Hendaklah manusia percaya kepada hari kiamat dan hari perhitungan serta mengerjakan amal yang baik dan menjauhi amal yang jahat menurut perintah Allah dan RasulNya kerana siksa buat orang-orang kafir di hari itu amat pedih dan dahsyat yang tidak ada bandingannya.

31, Sesungguhnya orang-orang yang berbakti itu akan mendapat kesenangan,
32. Kebun-kebun dan anggur-anggur,
33. Dan perawan-perawan muda yang sebaya,
34. Dan piala yang penuh (minuman)
35. Tidak akan mereka mendengar padanya, perkataan yang sia-sia dan tidak dusta,
36. (Iaitu) sebagai balasan dari Tuhanmu (ialah) pemberian yang cukup,
37. (Ialah) Tuhan yang mempunyai langit-langit dan bumi dan apa-apa yang di antara
      keduanya, (Tuhan yang ) Pemurah, padahal mereka tidak berhak berkata-kata
      kepadaNya.
38.Dihari yang akan berdiru Ruh dan malaikat berbaris-baris, padahal tidak akan
     berkata-kata kecuali siapa yang diizinkan oleh (Tuhan) yang pemurah serta ia
     berkata benar.
39. Yang demikian itu hari yang benar, lantaran itu siapa yang mahu, biarlah ia pilih
       tempat kembali kepada Tuhannya,
40. Sesungguhnya Kami acam (ingatkan) kamu akan azab  yang hampir (datangnya)
      di hari yang seseorang akan melihat apa yang dua tangannya telah kerjakan, dan
      orang kafir akan berkata : Alangkah baiknya kalau aku dahulu telah jadi tanah!

Keterangan :

Sesungguhnya orang-orang yang berbakti kepada Allah akan mendapat kemenangan dan kesenangan di hari kiamat  dari kebun-kebun, anggur-anngur, perawan-perawan muda yang sebaya dan seumur, piala minuman yang penuh, di tempat mana mereka tidak akan mendengar perkataan yang sia-sia atau dusta.

Sekalian itu ialah sebagai pembalasan yang cukup dari Tuhan yang pemurah yang mempunyai langit dan bumi dan barang yang di antara keduanya padahal mereka tidak berhak  berkata-kata atau meminta sesuatu daripadanya, yang demikian itu akan kejadian di hari yang malaikat-malaikat bersama ketuanya berdiri berbaris-baris dengan diam tidak berkata-kata melainkan siapa-siapa yang diizinkan oleh Allah yang rahman serta  ia berkata perkataa yang benar,

Yang demikian ialah hari yang benar, yang tidak ada syak tentang kedatangannya, oleh sebab itu siapa-siapa mahu dapat kemenangan dan kesenangan di hari itu, hendaklah ia memilih tempat kembalinya itu kepada Tuhannya. Sesungguhnya Kami telah ancam dan beri ingat kepada kamu akan azab yang hampir datangnya, di hari yang tiap-tiap seorang akan dapat melihat apa ia sudah kerjakan sendiri dan tiap-tiap seorang kafir yang melihat dahsyat, hebat dan kepayahan di hari itu akan berkata : Alangkah baiknya kalau aku ini dulunya jadi tanah saja!.
.
Pelajaran yang kita dapait dari ayat-ayat itu :

Hari kiamat itu, satu hari yang tentu datangnya, hari kiamat itu satu hari yang amat dahsyat dan hebat hingga si kafir harap-harap dirinya jadi tanah yang tidak akan diperiksa amalannya. Di hari itu, manusia dan malaikat tidak berhak walaupun omong kepada Tuhan kecuali siapa-siapa yang diberi izin. Di hari itu, orang yang berbakti akan mendapat kesenangan dan nikmat yang besar.

Lantaran itu sekalian, wajiblah kita bersedia amal yang baik untuk menghadap hari yang tidak ada siapa pun akan dapat menolong kita.

 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Tuesday, April 5, 2011

Surah An-Nazi’aat ( Yang beralih dengan cepat )

Empat puluh enam ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Perhatikanlah (bintang-bintang) yang beralih dengan cepat,
2. Dan (bintang-bintang) yang selalu berpindah-pindah,
3. Dan (bintang-bintang) yang selalu beredar dengan lekas,
4. Lantas (bintang-bintang) yang berlomba-lomba beredar,
5. Lantas (bintang-bintang) yang mengatur urusan,
6. (Ingatan) hari yang akan bergoncang keras sesuatu yang bergoncang,
7. Lalu diiringi oleh sesuatu yang mengiringi,
8. Hati-hati (manusia) dihari itu ketakutan,
9. Pandangan-pandangannya tunduk merendah

Keterangan :

Perhatikanlah keadaan bintang-bintang yang beralih dengan cepat dan perhatikanlah bintang-bintang yang selalu berpindah-pindah tempat, dan perhatikanlah bintang-bintang yang beredar dengan lekas, seperti bumi dan lain-lain bintang yang mengelilingi matahari lantas perhatikanlah bintang-bintang yang beredar mengatur urusan : musim panas, musim dingin, musim buah dan musim bunga dan ingatlah hari yang bumi akan bergoncang dengan sekeras-kerasnya laku diiringi oleh satu goncangan, di hari mana hati-hati manusia akan ada di dalam ketakutan dan pandangan-pandangan manusia akan tunduk merendah diri.

Iaitu sekiranya kaum kafir yang tidak mahu percahaya kepada hari kiamat itu perhatikan hal perjalanan bintang-bintang tersebut, nescaya mereka akan dapat tahu bahawa apabila beradu bintang-bintang itu antara satu dengan lainya akan terjadi kerusakan alam ini, yang mana Tuhan namakan hari kiamat, di hari mana hati manusia di dalam ketakutan dan pandangan-pandangan manusia tunduk ke bawah, dengan merendah diri menantikan putusan dari Tuhan yang maha kuasa.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat-ayat itu :

Orang berakal dan yang hendak mendapat keselamatan, wajib bersedia amal yang baik sebelum datang hari yang mengoncang dan menggegar bumi sekeras-kerasnya dan sebelum datang hari yang makhluk sekaliannya di dalam ketakutan.

10. Mereka berkata : apakah kami akan dikembalikan kepada keadaan yang pertama?
11. Apakah (akan dikembalikan kami) apabila kami telah jadi tulang yang buruk?
12. Mereka berkata : yang demikian – kalau begitu – satu kembalian yang rugi,
13. (Allah berfirman) : Yang demikian itu tidak lain melainkan (dengan) satu suara
       (sangkakala),
14. Maka tiba-tiba mereka (akan ada) di  muka bumi,

Keterangan :

Kaum kafirin yang tidak mahu percaya kepada hari kiamat akan berkata : ” Apakah kami akan dihidupkan semula seperti keadaan sekarang ini, walaupun sesudah kami jadi tulang yang buruk dan reput?. Kalau begitu adalah yang demikian, satu kembalian yang rugi bagi kami kerana kami belum bersedia.

Mereka berkata begitu atas jalan mengejek dan dengan maksud mendustakan adanya hari kiamat. Lantaran itu, maka Allah swt berkata : Bahawa hari kiamat itu akan terjadi dengan satu sangkakala dan dengan suara sangkakala kedua akan hidup dan keluar sekalian makhluk dari kubur masing-masing ke muka bumi.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat-ayat tersebut :

Janganlah kita suka menolak dan tidak mahu menerima perkara-perkara yang kita rasa tidak akan terjadi atau yang belum pernah kita lihat terjadinya.

Apabila Allah kehendaki tiap-tiap sesuatu akan jadi, sebagaimana sekallian alam ini, jadinya dengan satu perkataan ” KOEN ” begitlah akan rusak alam ini dengan satu tiupan sangkala yang diperintah oleh Tuhan dan sesudah itu dengan satu tiupan lagi akan hidup sekalian makhluk yang sudah jadi tanah dan abu itu, Allah maha kuasa.

15. Sudahkah datang kepadamu khabar Musa,
16. Waktu Tuhannya menyeru – dia di lembah yang suci (bernama) Thuaa,
17. (Katanya) : pergilah kepada Fir’aun kerana sesungguhnya ia itu durhaka melebihi
      batas.
18. Maka katalah kepadanya : Maukah engkau jadi bersih,
19. Dan (mahukah) aku pimpinmu kepada Tuhanmu supaya engkau jadi takut?
20. Lalu Musa tunjukkan kepadanya tanda (mukjizat) yang amat besar,
21. Tetapi Fir’aun dustakan dan durhaka,
22. Kemudian ia berpaling padahal berusaha,
23. Lalu ia kumpulkan (rakyatnya) dan ia seru,
24. Katanya : Akulah tuhan kamu yang paling tinggi,
25. Lantaran itu, Allah siksa dia siksaan akhirat dan dunia,
26. Sesungguhnya tentang itu, adalah satu pelajaran bagi orang yang mahu takut,

Keterangan :

Allah bawakan ceritakan nabi Musa itu, ialah sebagai satu peringatan bagimana Allah belahkan lautan lalu menyebabkan Firaun serta kaumnya masuk lalu tertimbud dengan air dan juga sebagai isyarat yang menunjukka bagaimana balasan yang didapati oleh kaum-kaum yang mendustakan agama dan hari kemudian.

Allah berkata : Hai Muhammad! (atau : Hai pembaca Al-Quran ) sudahkah sampai kepadamu hikayat nabi Musa, di waktu Tuhannya memanggil dia di lembah suci yang bernama : Thuaa, lalu Tuhan berkata : Ya Musa! Pergilah kepada Firaun, raja Mesir kerana ia telah durhaka melewati batas dan tanyalah akan dia : Mahukah engkau jadi orang yang bersih; dan mahukah aku tunjukkan jalan dan pimpinmu ke jalan Allah, supaya engkau jadi orang yang takut kepada Allah?

Sesudah nasehat nabi Musa dan ajakannya itu tidak diperdulikan oleh Firaun maka nabi Musa pun tunjukkan mukjizatnya yang amat besar pada pandangan orang zaman itu iaitu tongkatnya jadi ular tetapi walaupun begitu Firaun dustakan juga dan durhaka. Kemudian Firaun berpaling dari Musa lalu berusaha mengumpulkan rakyatnya lalu ia berseru katanya : Akulah tuhan kamu yang maha tinggi. Lalu Allah siksa dia dengan siksaan dunia dan siksaan akhirat. Sesungguhnya di dalam cerita Firaun dengan Musa itu satu pelajaran bagi orang yang mahu takut kepada Allah.

Adapun perkataan Firaun : ”Akulah tuhan kamu yang paling tinggi” itu maksudnya bahawa akulah raja kamu dan penjaga kamu yang paling besar tidak ada siapa pun berkuasa lebih daripadaku.
.
Pelajaran yang kita dapait dari ayat-ayat itu :

Kepada orang-orang yang ingkar akan kebenaran baiklah kita bawakan beberapa contoh kejadian supaya ia menimbang dan memikirkan kerana di dlam kisah-kisah kejadian zaman dahulu itu ada beberapa pelajaran dan pengajaran bagi yang mahu mengambil nasehat.

27. Apakah kamu makhluk yang amat payah (dijadikan), ataukah langit padahal Ia
      telah dirikan dia?
28. Ia tinggikan pendirianya dan ia sempurnakannya,
29. Dan Ia gelapkan malamnya dan Ia dluhakan cahaya siangnya,
30. Dan bumi itu – sesudah demikian – Ia hamparkan
31. Ia keluarkan daripadanya akan airnya dan tumbuh-tumbuhnya,
32. Dan gunung-gunung itu Ia pancangkan,
33. (Yang demikian itu) sebagai bekalan bagi kamu dan binatang-binatang ternak
      kamu.

Keterangan :

Kepada kaum-kaum yang mendustakan dan memustahilkan bangkitan hari kiamat, Allah berkata : Mengapakah kamu menyangka tidak akan ada bangkitan di hari kiamat sesudah badan kamu jadi tanah, abu, hawa dan lainnya? Apakah membuat kamu itu lebih payah daripada membikin langit?

 Sedang langit itu Allah telah dirikan dan telah sempurnakan dan Ia gelapkan malamnya dan zahirkan cahaya siang harinya dan sesudah itu Ia hamparkan bumi iaitu Ia jadikan bumi ini tempat yang dapat di diami manusia iaitu Ia keluarkan airnya dan tumbuh-tumbuhannya,

Dan Ia pancangkan gunung-gunung sebagai satu penjaga bagi penduduk bumi daripada kebiasaan yang disebabkan oleh angin dan topan dan sebagainya. Allah pancarkan airnya dan tumbuhkan tumbuh-tumbuhannya itu ialah untuk jadi bekal dan makanan bagi kamu dan binatang-binatang peliharaan kamu.

Pelajaran yang kita dapati dari ayat-ayat itu :

Kalau kita lihat dan perhatikan langit dengan isinya dan bumi berserta keadaannya untuk keperluan manusia nescaya kita dapat tahu bahawa membangkitkan manusia yang sudah hancur badannya itu satu perkara yang amat mudah pada sisi Allah yang mana tidak patut sekali-kali manusia engkari.

34. Maka apabila datang keributan yang besar,
35. Di hari yang manusia akan sedar kepada apa yang dikerjakannya,
36. Dan akan ditunjukkan neraka bagi orang yang mahu melihat,
37. Adapun orang yang durhaka meliwati batas,
38. Dan melebihkan penghidupan di dunia,
39. Maka sesungguhnya mereka itu ialah tempat kembalinya,
40. Dan adapun orang yang takut kepada Tuhannya dan ia menegah dirinya daripada
      hawa nafsunya,
41. Maka sesunguhnya surga itu ialah tempat kembalinnya,

Keterangan :

Apabila datang hari keributan yang besar iaitu hari yang manusia akan sedar dan ingat kepada pekerjaaannya yang telah lalu di dunia sedang ketika itu diperlihatkan neraka kepada pandangan orang maka di waktu itu, siapa-siapa yang telah melakukan kedurhakaan yang meliwati batas serta melebihkan dan mementingkan urusan dunia lebih daripada akhirat akan dapat tahu bahawa neraka itu ialah tempat kembalinnya, adapun orang yang takut kepada Tuhannya serta ia telah menahan dirinya daripada melakukan sesuatu menurut hawa nafsunya akan dapat tahu bahawa surga itu tempat kediamannya.

Pelajaran yang kita dapati dari ayat-ayat itu :

Sebelum datang hari keributan besar dan sebelum datang hari yang manusia akan sedar kepada amal-amalnya dan sebelum datang hari yang neraka akan diperlihatkan, hendaklah kita menjauhi sekalian amal jahat mahupun yang melewati batas ataupun tidak dan hendaklah kita pentingkan urusan akhirat sebagaimana mestinya supaya kita mendapat surga tempat kediaman dan jauh daripada neraka tempat siksaan.

42. Mereka akan bertanya kepadamu dari hal kiamat, bilakah kejadiannya?
43. Di mana engkau dari sebutannya?
44. Kepada Tuhanmulah terserah pengetahuan (tentang) itu,
45. Engkau itu hanya seorang pengancam akan seorang yang takut kepada (kiamat)
      itu :
46. Di hari yang mereka melihat dia, (mereka akan merasa) seolah-olah tidak pernah
      diam ( didunia) melainkan satu malam atau siangnya (saja)

Keterangan :

Sesudah mendengar keterangan tentang kiamat mereka bertanya kepadamu : Bilakah akan kejadian kiamat itu?. Padahal di mana engkau dari sebutannya ( iaitu jauh engkau daripada mengetahui waktu kejadiannya), kerana pengetahuan tentang masa kejadian kiamat itu terserah kepada Tuhanmu semata-mata dan sesungguhnya engkau itu tidak lain melainkan seorang pengancam, pembawa khabar yang menakutkan orang yang mahu takut kepada hari kiamat itu.

Hari akhirat itu lantaran susah payahnya dan huru haranya, maka pada masa melihat dia kaum kafir itu akan merrasa seolah-olah mereka tidak hidup di dunia melainkan satu malam daripada malam-malam akhirat atau satu siang sahaja.

Pelajaran yang kita dapati dari ayat-ayat itu :

Wajib kita percaya kepada hari kiamat dan tidak perlu kita fikir-fikirkan atau bertanya-tanya waktu akan kejadiannya kerana masa kejadiannya tidak ada yang tahu melainkan Allah sendiri. Hanya perlu kita menasihati manusia supaya percaya dan takut kepada Allah yang menyediakan balasan yang amat pedih di hari itu bagi mereka yang durhaka.

 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Monday, April 4, 2011

Surah ‘Abasa’ ( Bermasam Muka )

Empat puluh dua ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Ia (Muhammad) masamkan muka dan berpaling,
2. Lantaran datang kepadanya orang buta itu,
3. Dan apakah engkau tahu, barangkali ia akan jadi bersih,
4. Atau ia akan ingat, lantas peringatan itu memberi manfaat kepadanya?
5. Adapun orang yang tidak memperdulikan itu,
6. Maka engkau menghadap kepadanya,
7. Padahal apakah ruginya kalau ia tidak jadi bersih?
8. Adapun orang yang berjalan datang kepadamu,
9. Padahal ia takut,
10. Maka engkau tidak perdulikan dia,

Keterangan :

Di waktu nabi Muhamad sedang duduk bersama ketua-ketua kaum Quraisy menasihati dan mengajak mereka masuk Islam datang seorang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum minta diajar Quran tetapi lantaran mengharap keislaman ketua-ketua Quraisy itu maka nabi Muhammad saw tidak memperdulikan dia bahkan memasamkan muka dan berpaling. Di waktu itu turun ayat-ayat tadi menegor perbuatan Nabi saw dengan perkataan tersebut yang ertinya :

Muhammad masamkan muka dan berpaling dari Abdullah bin Ummi Maktum.

Apakah engkau sudah tahu hai Muhammad! Bahawa ia tidak akan ambil faedah dari pengajaran-pengajaranmu? Bukankah boleh jadi ia akan menjadi bersih atau ia akan ingat, lalu peringatan itu memberi faedah baginya?

Adapun ketua-ketua kafir yang tidak perlu kepadamu itu, engkau menghadap mereka padahal apakah kerugianmu kalau mereka tidak jadi bersih dan tidak beriman?

Dan adapun Abdullah bin Maktum yang berjalan datang kepadamu padahal ia takut kepada Allah, hendak bertanya ayat-ayat Quran itu, engkau tidak perdulikan dia.

Menurut riwayat bahawa sesudah itu tiap-tiap kali Abdullah bin Maktum datang, Rasulullah hormati dan tanya apa hajatnya.

Nabi memalingkan muka dari Abdullah bin Maktum itu bukan satu perbuatan yang salah pada permulaannya kerana di waktu itu belum ada larangan sedang perbuatan Rasulullah itu menurut fikiran memang betul kerana mengharap faedah yang lebih besar.

Tetapi sesudah ada tegoran dari Allah tentulah Rasulullah tidak kerjakan lagi dan kita juga tak boleh mengerjakan begitu.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Kalau kita jadi guru, mengajar atau mengajak orang kepada agama Allah janganlah kita bedakan antara seorang dengan yang lainnya bahkan hendaklah kita beri keterangan kepada tiap-tiap orang yang bertanya dengan maksud hendak mengetahui agama Allah, walaupun seorang hamba beliau, kerana kita tidak rugi kalau ketua-ketua dan orang-orang kaya tidak masuk agama Allah. Tetapi kita bersalah kalau kita tidak perdulikan pertanyaan orang yang hendak mengetahui agama Allah.

11. Jangan begitu! Kerana sesungguhnya (ajaran-ajaran Quran) itu satu peringatan.
12. Maka siapa-siapa yang mahu biarlah ia ingat kepada Allah,
13. (Ajaran-ajaran) itu ada di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,
14. Yang ditinggikan, yang disucikan,
15. Di tanggan (malaikat-malaikat) utusan (Tuhan)
16. Yang mulia, yang berbakti,
17. Celaka manusia! Alangkah besar kekufurannya!
18. Dari apakah Allah jadikan – dia!
19. Allah jadikan – dia  dari uthfah lalu ia atur sifat-sifatnya,
20. Kemudian, Ia mudahkan jalan (keluar)-nya,
21. Kemudian, Ia maikan dia lalu Ia jadikan – dia terkubur,
22. Kemudian, bila Ia kehendaki Ia akan bangkitkan dia
23. Sesungguhnya! Belum (manusia) tunaikan apa yang Allah perintah dia
     (mengerjakan)

Keterangan :

Janganlah begitu! Ya Muhammad! Di waktu menasihati atau mengajak orang ke Islam. Janganlah engkau bedakan manusia antara satu dengan lainnya kerana ajaran-ajaran agama itu ialah peringatan – maka siapa yang mahu, biarlah ia ingat kepada Tuhannya – peringatan mana ada tersebut di kitab-kitab agama yang mulia, yang tinggi, yang suci, di tangan malaikat-malaikat yang mulia, yang berbakti kepada Allah, yang jadi utusan antara Allah dengan manusia.

Sesudah tahu dan dengar bahawa isi kitab-kitab agama dari zaman dahulu mengajak manusia beribadat kepada Tuhan dan mengerjakan kebaikan untuk dunia dan akhirat maka masih juga manusia tak mahu indahkan lantaran itu Allah berkata :

”Celaka manusia! Alangkah besar dosanya dan kufurnya! Tidak ia fikir dari apa Allah jadikan dia? Sesungguhnya Allah jadikan dia dari nuthfah (air mani) lalu Allah atur sifat-sifatnya kemudian Allah mudahkan jalan keluarnya kemudian Allah matikan dia terkubur di bumi kemudian bila Ia kehendaki Ia akan bangkitkan dia dari kuburnya buat diperiksa amalnya.

Sesungguhnya manusia belum tunaikan kewajiban-kewajiban yang ditentukan atasnya oleh Tuhan yang telah jadikan dia daripada tidak ada kepada ada dan beri dia rezeki  untuk hidupnya sampai matinya.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat-ayat tersebut :

Oleh sebab ajaran-ajaran Al-Quran dan nasihat-nasihatnya itu satu peringatan untuk kebaikan diri manusia sendiri yang juga ada tersebut di dalam kitab-kitab agama  yang dahulu-dahulu maka hendaklah kita sampaikan kepada manusia ajaran-ajaran itu dengan tidak memandang tinggi rendah derajatnya atau pengaruhnya.

Wajiblah manusia menerima kasih dan menjalankan sekalian perintah serta menjauhi sekalian larangan Tuhan yang menjadikan dia daripada setitk air mani hingga jadi manusia yang cukup sifatnya dan janganlah sekali-kali kufur kepada agamaNya.

24. Cubalah manusia lihat kepada makanannya.
25. Kami telah curahkan air (dibumi) satu curahan,
26. Kemudian Kami hancur-hancurkan tanah itu,
27. Lalu Kami tumbuhkan padanya biji makanan
28. Dan anggur dan sayuran,
29. Dan zaitun dan kurma,
30. Dan kebun-kebun yang subur,
31. Dan buah-buahan dan rumput-rumput,
32. Untuk jadi bekalan bagi kamu dan bagi binatang-binatang ternak kamu.

Keterangan :

.Cubalah manusia perhatikan makanannya, nescaya ia dapati bahawa Kami telah turunkan hujan atas bumi dan dengan itu Kami hancurkan dan lembutkan tanah itu, lalu Kami keluarkan biji-biji yang jadi makanan seperti padi, gandum, kacang dan sebagainya dan anggur, sayuran, ulaman, zaitun, kurma, kebun-kebun yang subur, buah-buahan dan rumput-rumput, untuk jadi bekalan kamu dan binatang-binatang peliharaan kamu.


Pelajaran yang kita dapait dari ayat-ayat itu :

Tidak patut sekali-kali manusia tidak memperhambakan diri kepada Tuhan yang telah jadikan dia dan telah menurunkan hujan dan mengatur bumi hingga dapat mengeluarkan makanan yang cukup untuk jadi bekal hidupnya dan bekal bagi binatang-binatang peliharaan yang berguna baginya di dalam hal mencari penghidupannya dan melawan musuhnya dan sebagainya.

33. Maka apabila datang suara pertempuran besar,
34. Di hari yang tiap-tiap seorang lari dari saudaranya,
35. Dan ibunya dan bapaknya,
36. Dan isterinya dan anak-anaknya
37. Bagi tiap-tiap seorang dari mereka, di hari itu ada satu urusan yang melalaikan
      dia,


Keterangan :

Maksudnya alangkah dahsyat dan hebat keadaan apabila datang suara pertempuran besar, suara bintang dengan bintang beradu, beretempur!

Iaitu hari yang tiap-tiap seorang tidak akan pedulikan bahkan akan lari daripada saudaranya, ibunya, bapaknya, isterinya, anak-anaknya kerana tiap-tiap seorang di hari itu ada urusan memikirkan dirinya gyang mana melalaikan dia daripada memikirkan diri yang lain.

Pelajaran yang kita dapati dari ayat-ayat itu :

Sepatutnya manusia beribadat kepada Tuhannya, berbakti kepada ibubapanya, berbuat kebaikan kepada saudara-saudaranya, berkelakuan baik, menunaikan kewajibannya terhadap isterinya dan anak-anaknya sebelum datang hari yang manusia tidak akan dapat beramal untuk dirinya apalagi untuk lainnya.

38. Beberapa muka di hari itu bercahaya,
39. Tertawa dan bersuka-suka
40. Dan beberapa muka di hari itu (terlihat) atasnya dukacita
41. Yang ditindih oleh kegelapan
42. Mereka itu ialah orang kafir yang durhaka

Pelajaran yang kita dapati dari ayat-ayat itu :

Kalau memang kita suka kepada kesenangan akhirat yang membikin muka kita berseri-seri, bersukacita dan kalau memang kita takut dan tidak suka kepada azab akhirat yang menjadikan muka kita dukacita yang ditindih kegelapan hendaklah kita beriman, mengerjakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya menurut ajaran Al-QuranNya dan pimpinan NabiNya saw.


 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )

Sunday, April 3, 2011

Surah At-Takwier ( Mengulung )

Dua puluh sembilan ayat – turun di Mekah

Dengan nama Allah, Pemurah, Penyayang

Keterangannya telah terdahulu di surah Al Fatihah

1. Apabila matahari itu digulung,
2. Dan apabila bintang-bintang itu gugur,
3. Dan apabila gunung-gunung itu dihapuskan,
4. Dan apabila unta-unta yang bunting itu dibiarkan,
5. Dan apabila binatang buas itu dikumpulkan,
6. Dan apabila laut itu membuak,
7. Dan apabila ruh-ruh itu disatukan (dengan badannya),
8. Dan apabila diperiksa anak yang ditanam hidup-hidup,
9. Dengan dosa apa dia dibunuh,
10. Dan apabila surat-surat amal dibentangkan,
11. Dan apabila langit itu dikupas,
12. Dan apabila neraka itu dinyalakan,
13. Dan apabila syurga itu dihampirkan,
14. (Tiap-tiap) jiwa akan ketahui apa (amal) yang sudah sediakan,

Keterangan :

Maksudnya apabila matahari akan digulung iaitu tidak dicahayakan lagi dan apabila bintang-bintang semua akan gugur dan apabila gunung-gunung semua akan terhapus jadi abu dan apabila unta-unta yang bunting yang sangat dihargakan itu akan tidak diperdulikan lagi, lantaran masing-masing dengan nafsi-nafsi dan apabila binatang-binatang buas akan berkumpul jadi satu, lalai dengan huru-hara hari kiamat hingga lupa kepada permusuhan antara satu dengan lain;

Dan apabila air laut menggelegak dan membuak lantaran goncangnya bumi dan tidak teratur perjalanannya dan apabila badan-badan manusia yang di kubur dikembalikan ruhnya dan dibangkitkan dan apabila anak-anak perempuan yang ditanam hidup-hidup oleh kaum jahiliah itu akan diperiksa dengan sebab apa mereka dibunuhdan apabila surat-surat amal yang ditulis oleh malaikat penjaga manusia akan dibentangkan untuk diperiksa dan apabila langit itu akan dikupas iaintu tidak ada lagi sesuatu yang dinamakan langit.

Dan apabila neraka akan dinyalakan untuk membakar mereka yang berdosa dan kufur dan apabila surga akan dihampirkan kepada orang yang akan jadi penduduknya. Maka apabila sudah kejadian sekalian yang tersebut itu barulah tiap-tiap seorang manusia tahu apa yang ia sudah sediakan dari amal yang baik atau jahat untuk dirinya.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat ini :

Sebelum datang hari yang tidak ada kesempatan bagi manusia untuk mengerjakan kebaikan hendaklah tiap-tiap manusia bersedia amal baik supaya dapat menduduki syurga yang disediakan untuk manusia yang beramal baik dan hendaklah manusia ingat bahawa hari kiamat, hari huru-hara besar itu amat besar dahsyatnya jika mereka tidak bersedia lebih dahulu.

15. Lantaran itu, perhatikanlah sungguh-sungguh bintang-bintang yang kelihatan
      kembali,
16. Yang beredar, yang berlindung (kembali),
17. Dan (perhatikanlah) malam apabila hampir habis,
18. Dan (pehatikanlah) waktu subuh apabila mulai kelihatan,
19. Sesungguhnya yang tersebut itu perkataan seorang utusan yang mulia,
20. Yang mempunyai kekuatan disisi ’arsy yang tinggi derajatnya,
21. Yang ditaati di sana, yang dipercayai.

Keterangan :

Lantaran khabar Qiamat yang baru tersebar itu amat luar biasa maka memikirkan bagaimana akan terjadi itu perlu kamu perhatikan sungguh-sungguh bintang-bintang yang terlihat beredar kembali sesudah hilang beberapa lama lantas terus beredar kemudian hilang kembali.

Kalau kamu pelajari ilmu falak dan kamu perhatikan sungguh-sungguh nanti kamu ketahui bahawa di antara bintang-bintang yang terlihat lalu hilang itu ada yang beberapa hari atau bulan ada yang bertahun-tahun, ada yang berpuluh dan beratusan tahun dan ada pula yang lebih. Kalau kamu sudah ketahui itu sekalian tentulah dengan mudah kamu akan percaya dan dapat gambarkan difikiran kamu bagaimana akan terjadinya hari yang dahsyat itu apabila Tuhan yang maha kuasa kehendaki.

Dan begitu juga kalau kamu perhatikan bagaimana habis malam dan terbitnya subuh yang tiap-tiap hari terjadi ini, nescaya kamu dapat tahu bahawa bumi kita ini satu daripada bintang-bintang kecil yang mudah hancurnya apabila Allah gugurkan atasnya satu daripada bintang-bintang yang besar beribu atau bermillium kali bumi ini.

Subhanallah! Sesungguhnya khabaran kiamat yang tersebut itu bukan bikinan Muhammmad tetapi perkataan yang dibawa oleh Rasul Kami yang mulia iaitu Jibril yang mempunyai kekuatan di sisi ’arsy dan mempunyai pangkat tinggi yang Kami beri, dan ditaati di sana dan yang Kami percaya yang tidak membawa khabar-khabar kepada manusia yang jadi utusan Kami melainkan dari Kami.

Pelajaran yang kita dapat dari ayat itu :

Sekalian khabaran kiamat yang akan kejadian yang begitu dahsyat bukan rekaan atau bikinan nabi Muhammad tetapi khabaran dari Allah yang dibawa oleh Jibril, utusan Allah supaya dengan memperhatikan itu semua, manusia akan mengenal kekuasaan Tuhan dan akn menurut perintah-perintahNya dengan ikhlas dan meendah diri, terutama apabila tahu yang ia jadi penduduk di bumi satu bintang yang kecil ini.

22. Dan kenalan kamu (Muhammad) itu bukan gila,
23. Dan sesungguhnya ia telah melihatdia (Jibril) di pihak, atas yang nyata
24. Dan ia (Muhammad) itu tidak tertuduh (berdusta) tentang (urusan) ghaib
25. Dan yang demikian itu bukan perkataan syaitan yang terkutuk,
26. Lantaran itu kemanakah kamu hendak pergi?
27. Yang demikian itu tidak lain melainkan satu peringatan untuk makhluq
28. (Iaitu) bagi siapa-siapa dari antara kamu yang hendak berlaku lurus,
29. Tetapi tidak akan kamu mahu melainkan jika dikehendaki oleh Allah yang
      mempunyai sekalian alam.

Keterangan :

Kepada kaum kafirin yang mengatakan nabi Muhammad gila, dusta dan dapat khabar dari syaitan itu, Allah berkata : Kenalan kamu, Muhammad itu bukan gila, bahkan ia dapat khabar-khabar tersebut dari Kami dengan perantaraan Jibril yang dikenal oleh Muhammad lantaran Muhammad sudah pernah melihat dia di pihak atas yang nyata dengan terang di malam Mi’raj dan juga Muhammad itu bukan seorang yang dituduh berdusta di dalam urusan ghaib dan juga khabaran yang dibawa oleh Muhammad itu bukan perkataan syaitan yang terkutuk lantaran itu kemanakah kamu hendak lari padahal keterangan tentang kebenaran Muhammad sudah cukup?

Sekalian khabaran kiamat, syurga dan neraka yang tersebut itu tidak lain melainkan satu peringatan untuk sekalian makhluk ialah untuk siapa-siapa yang mahu berlaku lurus dan ikhlas.

Tetapi lantaran segala sesuatu di tangan Allah dan di dalam kehendakNya maka Allah berkata : Bahawa kehendak kamu tidak akan berlaku jika tidak dikehendaki oleh Allah.

Allah sudahi surah ini dengan perkataan segala sesuatu di dalam gengaman Allah itu maksudnya tidak lain melainkan supaya kita sekalian berserah diri kepadaNya di dalam segala hal.

Pelajaran yang kita dapait dari ayat-ayat tersebut :

Sesudah tidak ada keterangan yang nabi Muhammad itu gila atau pendusta atau mendapat khabar dari syaitan kecuali dengan tuduhan saja wajiblah manusia beriman kepadanya dan turut ajaran-ajarannya jika manusia hendak berlaku lurus di jalan Allah.

Dan oleh sebab tiap-tiap suatu tidak akan berlaku melainkan dengan kehendak Allah maka wajiblah pula manusia meminta supaya Allah tunjukkan baginya jalan yang lurus.


 ( A. Hassan ;  Al-Hidayah, Pustaka Aman Press 1975 )