Friday, January 21, 2011

VISI HANYA MIMPI

Visi hanya mimpi ...
jika bicara sekadar bicara
jika kertas kerja berselerak
di meja hujah
masing-masing mabuk angan-angan.

Visi sekadar mimpi...
awal tahun senarai juang
panjang berjela
mengisi ruang harapan
yang menyesakkan
bicaranya gah tetapi
usahanya dangkal membara.

Visi hanya mimpi ...
jika cerita silam terus
mengisi ruang megah
lantas hanyut mengikut arus
terkejut pintu-pintu mimpi
keringat tumpah kerana
musim baru menjelang lagi.


A Hamid Jemain
Muar Johor
BM ; 19/12/2004

Sepohon Kayu


Sepohon kayu daunnya rimbun
Lebat bunganya serta buahnya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya
Walaupun hidup seribu tahun
Kalau tak sembahyang apa gunanya

Kami berkerja sehari-hari
Untuk belanja rumah sendiri
Supaya Allah menjadi sayang
Kami berkerja hatilah riang
Supaya Allah menjadi sayang
Kami berkerja hatilah riang

Kami sembahyang fardhu sembahyang
Sunat pun ada bukan sebarang
Hidup di kubur yatim piatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu
Hidup di kubur yatim piatu
Tinggallah seorang dipukul dipalu

Dipukul dipalu sehari-hari
Barulah ia sedarkan diri
Hidup di dunia tiada bererti
Akhirat di sana sangatlah rugi
Hidup di dunia tiada bererti
Akhirat di sana sangatlah rugi


 ( Saujana )

Kasih Sayang

Kasih sayang itu titi
Kasih sayang penghubung hati
Kasih sayang itu tali
Kasih sayang pengikat diri

Dari kasih timbul simpati
Dengan sayang ada persaudaraan
Kerana kasih ingin berbakti
Saling sayang ma'af mema'afkan

Kasih sayang itu baja
Kasih sayang penyubur jiwa
Kasih sayang itu penawar
Penguat cinta penghapus duka

Kasih manusia sering bermusim
Sayang manusia tiada abadi
Kasih TUHAN tiada bertepi
Sayang TUHAN janji-NYA pasti

Tanpa kasih sayang TUHAN
Tiada simpati tiada persaudaraan
Tanpa kasih sayang TUHAN
Tiada bakti tiada kema'afan

( korus )
Kasih sayang pada semua
Kasih sayang sesama kita
Kasih sayang oooo dunia
Moga selamat di Akhirat sana


Raihan (Firdaus / 'Ain)

Thursday, January 20, 2011

Dari Jendela Diri

Pandangan ke bawah diri, dari jendela diri
ku buka cermin bestari
bayangan dunia, alangkah indah sekali,
yang Kau isikan segala hiasan kesukaan,
manusia pun leka, memenuhi setiap keinginan,
antara segar bugar nafsu dan tenang perasaan,
Kau anugerah wanita dan anak pinak,
lengkap diri bersalut emas dan perak,
harta bertimbun berupa kebun, sawah ladang dusun buah-buahan,
atau binatang ternakan hatta seekor kuda cekal tangkas terlatih,
lalu hati bertemasya, tiada kenal sepi,

Tapi ku lihat damai itu bukannya kesenangan,
kerana di sana sini masih manusia berlari,
berlari-lari mengejar kebahagiaan sejati,
terasa hidup dirinya penoh kemiskinan,
meskipun mewah diri memiliki apa saja.
jiwa tersiksa berpanjangan luka lara.

Dari jendela diriku,
aku menaroh harapan, atas hamparan kalimahMu,
bahawa sesiapa yang berdoa kepadaMu,
tetapkan Kau terima hajatan,
maka aku datang menagih janjiMu
menadah mencari keampunan diri,
jadikanlah teratak diriku, kediaman bagiku
terpelihara dari azab dan dosa-dosa terhitung,
ku mohon padaMu jua,
keredhaan buatku, neraka itu akan tertutup pintu.

( A.Aziz Deraman )



Aku Malu Kerna Dipuji

aku malu pada Tuhan  dan diriku
mendengar pujian orang buatku,
kernaku tahu, aku tidak layak untuk itu....

Ilahi Kau Maha Mengetahui tentang hambaMu ini,
dosa dan noda pada anggota dan jiwa..
dalam kesunyian malam, ku pohon keampunan
janganlah pujian orang itu hanya igauan..
sedang daku di lembah kemurkaan..
hulurkan untukku lautan keampunan..
limpahkan daku hamparan keikhlasan..
hingga pujian atau makian,
tidak akan menggugat perasaan.

Tuhanku, ampunlah daku bila aku dipuji,
sedangkan Dikau mengerti..
diriku ini belum cukup murni
siapalah daku dibandingkan hamba-hambaMu yang suci
para mujahid yang cukup berbakti,
sedangkan aku hanya di pinggiran budi,
belum cukup harta, atau airmata yang ku cucuri,
belum pun darahku tumpahi,  atau nyawa ku korbani,
mereka sudah memuji,
sedangkan baktiku belum pun terbukti..
bahkan jauhnya antara langit dan bumi...

maka tutupilah kelemahan diri ini
ketika dahi merapat ke bumi, aku tangisi
dalam kesunyian dinihari...aku ratapi
aku amat malu padaMu Ilahi
aku bimbangkan nifaq diri tersembunyi ....
bimbangkan puji membunuh kejujuran naluri....

Wahai Ilahi !
Ampunkan daku kerana tak layak dipuji....
Ampunkan mereka kerana salah memuji......


( DR MAZA, Kangar )


Wasiat Imam Ali r.a

Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At Thabariy dalam “Tarikh”nya dan Abu Faraj Al Ashfahaniy dalam “Maqatilut Thalibiyyin” masing-masing mengetengahkan wasiat Imam Ali r.a sebagai berikut :

Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa tanpa sekutu apapun bagiNya dan bahawa Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya, diutus membawa hidayat dan agama yang benar untuk dimenangkan atas agama-agama lain, walau kaum musyrikin tidak menyukainya. Kemudian solatku, ibadatku, hidup dan matiku semuanya kupersembahkan kepada Allah, Tuhan penguasa alam semesta tanpa sekutu apa pun bagiNya. Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku ini adalah orang muslim pertama.

Ku wasiatkan kepada kalian berdua supaya tetap bertakwa kepada Allah.Janganlah kalian mengejar-ngejar dunia walau dunia mengejar kalian dan janganlah menyesal jika ada sebahagian dunia itu lepas meninggalkan kalian. Katakanlah hal-hal yang benar dan berbuatlah untuk memperolehi pahala akhirat. Jadilah kalian penentang orang zalim dan pembela orang madzlum.

Ku wasiatkan kepada kalian berdua, kepada semua anak-anakku, para ahlu-baitku dan kepada siapa saja yang mendengar wasiatku ini supaya sentiasa bertakwa kepada Allah. Hendaknya kalian mengatur baik-baik urusan kalian dan jagalah hubungan persaudaraan di antara kalian. Sebab aku mendengar sendiri Rasul Allah s.a.w. mengatakan : Memperbaiki dan menjaga baik-baik hubungan persaudaraan antara kaum muslimin lebih afdhal daripada sembahyang dan puasa umum. Ketahuilah bahawa pertengkaran itu merusak agama dan ingatlah bahawa tak ada kekuatan apa pun selain atas perkenan Allah. Perhatikanlah keadaan sanak famili kalian dan eratkan hubungan dengan mereka, Allah akan melimpahkan kemudahan kepada kalian di hari perhitungan kelak.

Allah...Allah, perhatikanlah anak-anak yatim......Janganlah mereka itu sampai kelaparan dan jangan sampai kehilangan hak. Aku mendengar sendiri Rasul Allah s.a.w. berpesan : Barang siapa mengasuh anak yatim sampai ia menjadi kecukupan, orang itu pasti akan dikurniai surga oleh Allah. Sama halnya seperti siksa nereka yang pasti akan ditimpakan Allah kepada orang yang memakan harta anak yatim.

Allah...Allah perhatikanlah Al-Quran, jangan sampai kalian kedahuluan orang lain dalam mengamalkannya.Allah...Allah, perhatikanlah tetangga-tetangga kalian, sebab mereka itu adalah wasiat nabi kalian. Sedemikian, sungguhnya beliau mewasiatkan sampai kami menduga bahawa beliau akan menetapkan hak waris bagi mereka.Allah. ..Allah, perhatikan rumah Allah, masjid Al-Haram, janganlah kalian tinggalkan selama kalian masih hidup. Sebab jika sampai kalian tinggalkan, kalian tidak akan dipandang orang. Barang siapa selalu dekat kepadanya, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Allah....Allah, peliharalah solat baik-baik sebab solat itu amal perbuatan yang paling mulia dan merupakan tiang agama kalian. Allah...Allah, tunaikan zakat sebagaimana mestinya sebab zakat itu meniadakan murka Allah, Allah...Allah, laksanakan puasa bulan Ramadhan sebab puasa itu merupakan penutup jalan ke neraka.

Allah...Allah, berjuanglah di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian. Hanya ada dua macam saja orang yang berjuang di jalan Allah, iaitu seorang pemimpin yang memberikan bimbingan dan orang yang patuh kepada pemimpin serta mengikuti kebenaran pimpinannya. Allah....Allah, jagalah baik-baik  keturunan Nabi kalian, jangan sampai mereka dianiaya orang di depan mata kalian. Jagalah baik-baik, para sahabat Nabi yang tidak mengada-adakan bid’ah mungkar dan yang tidak melindungi orang yang  mengadaka-adakan bid’ah mungkar. Sebab Rasul Allah s.a.w telah memberi wasiat tentang mereka itu dan mengutuk orang dari mereka atau orang yang bukan mereka yang mengada-adakan bid’ah mungkar dan mengutuk pula orang-orang yang memberi perlindungan kepada mereka.

Allah....Allah, perhatikanlah para fakir miskin. Ikut sertakan mereka dalam kehidupan kalian. Allah...Allah, jagalah baik-baik wanita kalian dan para hamba sahaya kalian sebab Rasul Allah s.a.w mewasiatkan supaya kalian menaruh perhatian kepada dua golongan lemah itu, iaitu kaum wanita dan para hamba sahaya.

Dalam menjalankan kewajiban terhadap Allah, janganlah kalian takut dicela orang lain. Allah akan melindungi dan menyelamatkan kalian dari orang-orang yang hendak berbuat jahat terhadap kalian. Berkatalah baik-baik kepada semua orang sebagaimana telah diperintahkan Allah kepada kalian. Janganlah kalian lengah meninggalkan amal ma’ruf dan nahi mungkar, agar Allah tidak melimpahkan kekuasaan kepada orang-orang yang berperangai jahat.Sebab dalam keadaan seperti itu doa kalian tidak akan dikabulkan lagi.

Hendaklah kalian saling berhubungan erat, saling tolong menolong dan saling bercinta kasih. Janganlah kalian saling memutuskan hubungan, saling bertolak belakang atau bercerai-berai . Hendaklah kalian saling bantu membantu dalam kebajikan dan takwa dan janganlah saling bantu dalam berbuat dosa dan permusuhan.

Bertakwalah kalian kepada Allah kerana sesungguhnya siksa Allah itu sangat berat. Semuga Allah sentiasa menjaga dan memelihara kalian. Hai para ahlul-bait, Allah melestarikan Nabi s.a.w. melalui kalian. Ku ucapkan selamat tinggal sebaik-baiknya kepada kalian dan ku ucapkan pula, Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh.

Anakku ......camkanlah baik-baik empat perkara yang hendakku katakan.Selama engkau berpegang teguh pada empat perkara itu apapun yang engkau lakukan tidak akan mendatangkan mudharat kepadamu :

  • Sesungguhnya kekayaan yang paling tinggi nilainya ialah akal fikiran.
  • Kemelaratan yang paling berat ialah kebodohan
  • Kesepian yang paling menakutkan ialah bangga pada diri sendiri
  • Dan keturunan yang paling mulia ialah budi pekerti luhur.

Anakku...hati-hatilah engkau berteman dengan orang padir. Sebab jika ia hendak menguntungkan dirimu justru ia berbuat yang merugikan dirimu. Hati-hatilah engkau berteman dengan orang kikir, sebab ia akan menjauhkan engkau dari sesuatu yang paling engkau butuhkan. Hati-hatilah engkau berteman dengan orang durhaka sebab ia akan menjual dirimu dengan harga murah. Hati-hatilah engkau berteman dengan seorang pembohong sebab ia seperti fatamorgana, yang jauh didekatkan kepadamu dan yang dekat dijauhkan darimu...

Hai Bani Abdul Muttalib aku tidak ingin kalian mengambil tindakan pembalasan sampai menumpahkan darah kaum muslimin dengan alasan Amirul Mukminin mati terbunuh. Amirul Mukminin mati terbunuh !. Janganlah kalian membunuh orang selain orang yang membunuhku. Ingatlah kalau akau mati kerana tikaman ini, tikamlah orang yang menikamku dengan tikaman yang sama. Jangan kalian sampai mencincang orang itu, sebab aku mendengar sendiri Rasul Allah s.a.w pernah mewanti-wanti : Hati-hatilah kalian jangan sampai melalukan pencincangan walau terhadap anjing galak sekalipun.

Meraih Cinta Ilahi

Rahasia haji dari Al-Ghazali sebetulnya menggambarkan perspektif sufi. Ratusan tahun sebelum Al-Ghazali lahir, Ja’afar Al-Shadiq ra., tokoh besar dalam dunia tasawuf, memberikan nasihat kepada para jamaah haji, seperti berikut:-

“Jika engkau berangkat haji, kosongkanlah hatimu dari segala urusan.
Hadapkanlah dirimu sepenuhnya kepada Allah swt.
Tinggalkan setiap penghalang; dan serahkan urusanmu kepada Penciptamu.
Bertawakallah kepada-Nya dalam setiap gerak dan diammu.
Berserah dirilah kepada ketentuan-ketentuan-Nya, hukum-hukum-Nya, dan takdir-Nya.
Tinggalkan dunia, kesenangan, dan seluruh mahluk.
Keluarlah dari kewajiban yang dibebankan kepadamu dari mahluk Tuhan.
Janganlah bersandar kepada bekalmu. kenderaanmu, sahabatmu, kekuatanmu, kemudaanmu, dan kekayaanmu.

Buatlah persiapan seakan-akan engkau tidak akan kembali lagi.
Bergaullah dengan baik, jaga waktu-waktu dalam melaksanakan kewajiban yang telah ditetapkan Allah swt dan sunnah Nabi saw berupa adab, kesabaran, syukur, kasih-sayang, kedermawanan, mendahulukan orang lain sepanjang waktu.
Bersihkan dosa-dosamu dengan air taubat yang ikhlas.

Pakailah pakaian kejujuran, kesucian, kerendahan hati, dan kekhusyukan.
Berihramlah dengan meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi kamu mengingati Allah dan mencegahmu dari mentaati-Nya.
Ber-talbiahlah kamu dengan menjawab panggilan Allah swt dengan ikhlas, suci, dan bersih dalam doa-doa kamu, seraya tetap berpegang pada tali Allah swt yang kokoh.

Bertawaflah dengan hatimu bersama para malaikat sekitar Arasy, sebagaimana kamu bertawaf dengan jasadmu bersama manusia di sekitar Baitullah.
Keluarlah dari kelalalianmu dan ketergelinciranmu ketika engkau keluar ke Mina.
Jangan mengharapkan apa pun yang tidak halal dan tidak layak bagimu.

Akuilah segala kesalahan di tempat pengakuan (Arafah).
Perbaharuilah perjanjianmu di depan Allah swt dengan mengakui keesaan-Nya.
Mendekatlah kepada Allah swt di Mudzalifah.
Sembelihlah tengkuk hawa nafsu dan kerakusan ketika engkau menyembelih dam.
Lemparkan syahwat, kekejian, dan segala perbuatan tercela ketika melempar Jamarat.

Cukurlah aib-aib lahir dan batin ketika mencukur rambut.
Tinggalkan kebiasaan menuruti kehendakmu dan masuklah kepada perlindungan ke Masjid Al-Haram.
Berputarlah sekitar Baitullah dengan sungguh-sungguh mengagungkan Pemiliknya dan menyadari kebesaran dan kekuasaan-Nya.
Beristi’lamlah kepada Hajar Aswad dengan penuh keridhaan atas ketentuan Allah swt dan merendahkan diri di hadapan kebesaran-Nya.
Tinggalkan apa saja selain Allah swt ketika engkau tawaf perpisahan.
Sucikan ruh dan batinmu untuk menemui Dia pada hari pertemuan dengan-Nya, ketika kamu berdiri di Shafa.
Tempatkan dirimu pada pengawasan Allah swt dengan membersihkan perilakumu di Marwah."


( Jalaluddin Rakhmat, 242-243 )