Saturday, March 2, 2013

Puisi Permata Budi (2)


Percakapan

Seperti suatu hukuman
memaksa untuk menerima
menimbang segala rahsia
menilai segala bicara.

Awalnya di mana
akhirnya pun di mana
kalau sepi itu duka
kalau duka itu sepi.

Mendiamkan diri apakah itu rahsia
seperti anggukan cuma tanda soalnya
kalau percakapan itu meluaskan pertentangan
dan membisu pula mendalamkan permusuhan.

Bagaikan pintu malam yang terbuka
dasar laut yang kering airnya
penyair yang kehilangan puisinya
seniman yang kehilangan ilhamnya
tinggallah lidah bagaikan pedang yang mengawalnya.

Ahmad Sarju
Januari 1985

Puisi Permata Budi (1)


Berikan waktumu

Berikan waktumu
mengenal erti hati petani
menjamah luka pelaut di muara
mengusap sengsara buruh di kota
berikanlah simpatimu
menanam budi bangsa sendiri.

Berikan waktumu
menjahit pedih perajurit duka
menyambut pulang pelombong malang
mengusir lara seniman terbuang
berikanlah simpatimu
menyimpan ingatan setiap pejuang.

Berikan waktumu
menyalin fikiran pemuda resah
mengorak langkah gadis gelisah
menjalin ikatan kota dan desa
berikanlah simpatimu
menyemai kasih sesama insan

Berikan waktumu
membimbing pedoman putera-puterimu
menterjemah pahit jadikan keazaman
mentafsir lemah jadikan kecekalan
mengubah songsang jadikan kebenaran
berikanlah simpatimu
membina bangsa gagah berilmu.

Ahmad Sarju
November 1990

Selawat 23



Ya Allah, limpahkanlah seutama-utama selawat, setinggi-tinggi berkah dan sebaik-baik tahiyat di dalam setiap waktu, kepada semulia-mulia makhluk, saidina dan maulana Muhammad, sesempurna-sempurna penduduk bumi dan langit. Limpahkanlah pula kesejahteraan kepadanya, duhai Tuhan kami, sebaik-baik tahiyat, di dalam setiap kehadiran dan pandangan.

Friday, March 1, 2013

Berihsan dalam semuanya


Permata  31 :

Daripada Abu Ya’la, Syaddad bin Aus ra berkata bahawa rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan terhadap segala sesuatu. Jika kamu membunuh, laksanakanlah dengan cara yang baik, dan apabila kamu menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah seseorang daripada kamu menajamkan pisaunya serta hendaklah dia menyegerakan sembelihannya. (Riwayat Muslim)


Mutiara hikmah :

a) Renungkanlah tentang rahmat Yang Maha Penyayang itu, Zat Penyayang itu mengampuni pelacur yang hanya memberi minum seekor anjing, memaafkan orang yang telah membunuh seratus orang, merenggangkan tangannya untuk menerima orang-orang yang bertaubat dan menyeru orang-orang Nasrani untuk bertaubat.

b) Lihatlah musibah itu dari sisi yang paling memberikan harapan, bayangkanlah pahala yang anda dapatkan dari musibah tersebut. Sedarilah bahawa musibah yang menimpa diri anda itu lebih ringan jika dibandingkan dengan menimpa orang lain. Dan, belajarlah dari orang-orang yang telah mendapat cubaan dan ujian.

Wallaahu a’lam.

Al-Lu’lu’lil Mukminin Jld 1,
Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri

Yakin kepada Allah SWT


Permata  30 :

Daripada Abi al-Abbas, Abdullah bin Abbas ra berkata: Pada suatu hari ketika aku berada di belakang nabi saw, lalu banginda bersabda: Hai anak! Aku akan mengajarmu bebeberapa perkataan. Peliharalah Allah, nescaya Dia memeliharamu. Peliharalah Allah, nescaya engkau dapatiNya di hadapanmu. Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah, dan apabila engkau memohon pertolongan maka pohonlah pertolongan itu dengan Allah. Dan ketahuilah! Sesungguhnya umat itu kalau mereka berkumpul untuk memberi manfaat kepada engkau dengan sesuatu, tidaklah mereka dapat memberikannya kepada engkau kecuali dengan suatu yang sudah dituliskannya oleh  Allah atas engkau. Dan jika mereka berkumpul untuk membahayakan engkau dengan suatu, tidaklah mereka dapat membahayakan engkau kecuali dengan suatu yang sudah dituliskannya oleh Allah atas engkau. Diangkatkan segala pena dan telah keringlah segala buku (Riwayat al-Tirmizi)

Mutiara hikmah :

a) Wahab b Munabbih ra berkata: Aku telah mencatat dari kitab seorang dari Hawariyin. Jika ditimpa kepadamu bala maka senangkan hatimu sebab engkau telah dijalan di jalan para nabi dan solihin. Jika diberikan kepadamu kesenangan, maka menangislah sebab engkau telah dijalankan di jalanan yang berlawanan dengan jalan yang dijalani oleh para nabi dan solihin.

b) Jika ditimpa musibah atau kesusahan apapun, bersuka rialah dengan hari yang terus berlalu, kerana pergantian hari demi hari akan semakin mengurangi umur dari kesusahan itu. Kesusahan adalah satu rentangan umur seperti umur manusia yang tidak boleh kamu andaikan bilakah akan berakhir.

Wallaahu a’lam.

Al-Lu’lu’lil Mukminin Jld 1,
Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri

Kesederhanaan


Yang mengatur hidup
kebijaksanaan daripada pengalaman
butir kepahitan yang digenggamnya
mengenalkan diri erti ketabahan
membebaskan diri daripada keresahan.

Kesederhanaan adalah daripada akal
mengukuh pendirian mengawal diri
tak terkandas daripada curiga
tak tersesat dalam hutan keraguan.

Keredaan adalah kesanggupan dan keyakinan
melepaskan diri daripada jaring riak dan ingkar
kerana di dalam diri adalah iman
yang memutihkn kejujuran.

Ada di depan kita kehadiran begini
yang resah memanjangkan doa
yang gembira melupakan kepahitan
lidah semakin tajam memutuskan perhubungan
ketertiban semakin pudar di hujung pertemuan.

Kita kembalikan setiap kebenaran di sini
gelombang hidup menjadi lautan kesabaran
sungai resah berliku menjadi jernih muaranya
kerana kebenaran adalah cahaya yang menakluki
kejahatan dan kemungkaran.

Ahmad Sarju
Mei 1986

Selawat 22


Kami memohon kepadaMu, Ya Allah agar Engkau melimpahkan selawat dan salam kepada penghulu para rasul dan pemimpin orang-orang takwa, yang telah Engkau ciptakan dengan kebesaranMu dan Engkau hiasi dengan keelokanMu, yang Engkau mahkota dengan kesempurnaanMu dan Engkau jadikan orang yang berhak memandang dzatMu, yang Engkau jadikan ia sebagai tempat bagi asma dan sifatMu, yang Engkau gandengkan namanya dengan namaMu serta ketaatan kepadanya dengan ketaatan kepadaMu, yakni Muhammad bin Abdullah serta para keluarga dan sahabatnya yang menyeru kepada Allah.

Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada saidina Muhammad, wakil hadrat dzatMu, yang memastikan dengan  asma dan sifatMu, yang mengumpulkan antara yang ada dan tiada, pemisah antara yang baru dan yang lama, pemimpin orang-orang yang terbuka dengannya segala yang terkunci, menjadi pulih setiap yang pecah dan menjadi merdeka kembali setiap yang dikalahkan.