Sunday, January 23, 2011

Haji Mabrur

Ya Allah Yang Maha Indah
indahkan diri kami dengan akhlak yang mulia

Ya Allah
indahkan diri kami dengan rasa syukur atas nikmat dariMu
indahkan diri kami dengan kesabaran di kala ujian kami hadapi
indahkan diri kami dengan kesempurnaan ikhtiar di jalan yang Engkau redhai
indahkan diri kami dengan sifat kasih sayang terhadap hamba-hambaMu
indahkan diri kami dengan kecintaan pada kebenaranMu
indahkan diri kami dengan kehidupan yang selalu bermunafaat bagi umatMu
indahkan diri kami dengan getar cinta kepadaMu, cinta kepada rasulMu,
cinta kepada orang-orang yang mencintaiMu

Ya Allah
jadikan sisa umur ini menjadi umur yang indah
jadikan sisa umur ini penuh makna
penuh manfaat bagi umat.

Ya Allah
selamatkan bangsa kami
tuntunlah bangsa ini oleh para pemimpin yang indah akhlaknya,
indah hatinya, adil sikapnya
lindungi kami dengan pemimpin yang serakah.

Ya Allah
lindungkan kami daripada pemimpin yang zalim
tiada Tuhan selain Engkau
pengenggam bangsa ini.

Ya Allah
kepadaMulah kami bermohon
jadikanlah para haji mabrur
menjadi cahaya kepada umatMu
Aamin.

( Aa Gym )

Saturday, January 22, 2011

Dengki

Duhai Ya Allah
ampuni segala kebusukan hati
kami selama ini
ampuni segala apa pun masa lalu kami
ampuni semua kezaliman yang pernah kami perbuat Ya Allah
khusus kepada ibubapa kami
ampuni jika pernah melukakan hatinya
atau mencabik-cabik perasaannya
golongkan menjadi anak yang tahu balas budinya

Ya Allah
jadikan kami menjadi cahaya bagi hatinya
kemuliaan bagi dunia akhirat.

Ya Allah
ampuni jika kami pernah mendengki
kepada orang-orang yang Engkau cintai
golongkan kami menjadi orang yang selalu
mengasihi dan  memuliakan orang-orang yang Kau sayang.

Ya Allah
ampuni jika kami pernah berbuat zalim
pada hamba-hambaMu yang lemah
golongkan kami menjadi jalan kurniaanMu Ya Allah
bagi kaumMu yang duapak
berikan kenikmatan bagi kami untuk menolong
berikan kelazatan bagi kami untuk mengabdi
berikan kemampuan bagi kami
untuk melindungi hamba-hamba yang lemah
mencukupi hamba-hambaMu yang fakir
membahagiakan hamba-hambaMu yang teraniaya.

Ya Allah
kami memohon kepadaMu
indahkan diri kami dengan kerendahan hati
angkatkan darjat kami dengan keikhlasan
sempurnakan kehidupan kami dengan hati bening.

Ya Allah
izinkan Ramadhan tahun ini menjadi
pembersih lahir dan batin kami
izinkan Ramadhan tahun ini menjadi
sebaik-baik bekal bagi kepulangan kami.

Ya Allah
selamatkan bangsa kami ini
lindungi kami daripada para pemimpin yang mendengki satu sama lain
lindungi kami daripada ulamak yang terjerat dengan kedengkian
dan lindungi seluruh keluarga dan masyarakat
daripada kedengkian

Ya Allah
Kaulah yang mengenggam lahir batin kami.
Aamin.

( Aa Gym )

Hidup ini indah

Ya Allah Ya Karim
Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim
Ya Allah ampunlah seluroh dosa kami
Ya Allah ampunlah seluroh aib kami
kami yang belum bersungguh-sungguh bersujud padaMu
golongkan kami yang rasa lazat sujud padaMu
jika kami derhaka pada orang tua kami
ampunlah kami

Ya Karim
jadikan kami
orang yang dapat membahagiakan dan membalas orang tua
jika pernah makan harta dan makanan yang haram
ampunilah
gantikanlah dengan rezeki yang halal, berkah, mudah dan maslahat
jika ajal tak lama lagi menjemput kami
mohon jadikan sisa umur ini
umur merasa indahnya taat padaMu
nikmatnya mengabdi padaMu
lindungi sisa umur dari kesia-siaan.

Ya Allah
ampuni dan selamatkan orang tua dan pendahulu-pendahulu kami
jadikan sisa-sisa umur mereka
orang yang Kau pelihara ketaatan padaMu
berikan mereka Husnul Khatimah
lindungan daripada segala himpitan kubur
yang merepotkan tulang-tulangnya
dan daripada kobaran neraka jahanam
golongkan mereka sebagai orang yang Kau muliakan di dunia dan akhirat.

Ampunkan kedurhakaan kami selama ini kepada orang tua kami
dan beri kesanggupan agar sisa umur kami dapat menjadi
jalan kebahagiaan dan keselamatannya

Ya Allah
Ampunlah pula guru-guru yang telah memberi jalan ilmu
dan kebenaran kepada kami
dan orang-orang yang pernah membuat kebaikan
dan kami pernah aniaya dan aniayaan kami.

Kurniakan kami rumahtangga yang sakinah, sejuk, isteri yang soleh,
Peneguh bagi taat padaMu, tak tersilau dan tertipu oleh dunia,
 mendidik keturunan yang sentiasa terdidik dan mulia
golongkan suami yang soleh, suri tauladan
dan kebahagiaan kepada keluarga dan keturunan,
mencukupi dengan rezeki yang halal dan berkah
titipkan keturunan yang mulia, soleh dan solehah,
lindungi keturunan kami
daripada kedurhakaan, kefakiran, kehinaan dunia dan akhirat
golongkan anak-anak kami mereka yang sentiasa mendoakan kami
golongkan kami terpelihara di dunia dan akhirat kelak.

Cintalah siapa yang hadir di saat ini
golongkan kami yang dapat kenalMu
hingga kami sedar hidup ini semata-mata untuk
memberi pengabdian terbaik hanya padaMu
jangan biarkan hati ini bergantung kecuali gantungkan hanya padaMu
jangan biarkan hati ini takut dan gentar kecuali cukupkan
ketakutan dan kegetaran itu hanya padaMu.
jangan biarkan hati ini mengharap
kecuali mengharap hanya padaMu

Jadikan kami golongan ahli solat yang khusyuk,
ahli shaum yang ikhlas, ahli sedekah yang tulus,
undang kami menjadi haji-hajiMu yang mabrur
golongkan orang yang Kau cukupkan
sehingga dapat mencukupkan yang fakir, menolong yang miskin
berikan kami kedudukan hingga kami dapat
membela yang lemah, melindung yang teraniya.

Kurniakan kami dunia yang melimpah,
yang membuat kami semakin dekat padaMu
yang buat hidup kami semakin bermunafaat kepada agama dan umatMu.

Kaulah satu-satunya harapan dan tujuan kami
selamat dan angkatlah darjat kami.
Aamin.

( Aa Gym )

Membersihkan hati

Ya Allah  yang maha menatap, maha dekat,
mendengkupkan setiap jantung
yang menghela setiap nafas.

Ya Allah
Engkau yang menghimpunkan kami
betapa tebal hijab ini hingga kami  tak dapat mendekatiMU
kerana maksiat yang melumuri diri ini.

Ya Allah
betapa gelap hati ini kerana lumuran dosa yang kami perbuat
sehingga tiada nampak keagunganMu
padahal segalanya ia begitu jelas dan kukuh.

Ya Allah
begitu nesta diri kami
sehingga kami malu untuk mengharapkan kedudukan di sisiMu
tapi kepada siapa lagi
kami ingin memohon untuk membersihkan diri ini
selain daripadaMu.

Ya Allah Yang Maha Mendengar
ampuni  sebusuk apapun dari kami
ampuni jika nafsu sering menjerumuskan kami
ampuni jika sering membuat kami membuat maksiat
ampuni jika amarah sering mengelincirkan kami
berbuat hina dan nesta.

Ya Allah
sebusuk apa pun diri kami
kami tetap berharap agar bisa mempunyai kedudukan di sisiMu
jangan biarkan dunia ini menyilau dan memperdayakan kami
tampakkan Ya Allah kehinaan dunia ini
namun berikan sempatan kami
untuk berbuat sesuatu yang terbaik di dunia ini.

Ya Allah
bimbinglah kami agar nafsu ini nafsu yang Engkau sukai
jangan biarkan kami luluh
oleh godaan, tergelincir, terjerumus Ya Allah.
Beri kesempatan untuk kami bertaubat
Taubat nasuha daripada maut, pengakhir yang baik
Aamin.

( Aa Gym )

Friday, January 21, 2011

Kita Bina Hidup Ini

Kita bina hidup ini
dengan kecukupan bukan dengan kelebihan
dengan kejayaan bukan dengan kecemerlangan
dengan kemudahan bukan dengan kesenangan
dengan keperluan bukan dengan kemahuan
dengan kebaikan bukan dengan kesempurnaan
dengan kekayaan bukan dengan kemewahan
dengan kesediaan bukan dengan ketahuan.

Kita bina hidup ini
bukan dengan manisnya janji tapi dengan pahitnya mengotakannya
bukan dengan indahnya kata tapi dengan sukarnya menyuarakannya
bukan dengan tingginya darjat tapi dengan payahnya memikulnya
bukan dengan banyaknya ilmu tapi dengan kurangnya mendiamkannya
bukan dengan panjangnya nyawa tapi dengan pendeknya mensia-siakannya.

Kita bina hidup ini
dengan mimpi menjadi nyata bukan dengan nyata bertukar mimpi
dengan angan menjadi cita bukan dengan cita bertukar angan
dengan beri menjadi jujur bukan dengan jujur bertukar beri
dengan nokhtah menjadi langkah bukan dengan langkah bertukar nokhtah.

Kita bina hidup ini
bukan untuk terus hidup
tapi untuk hidup seterusnya.


( Mustafa Shamsuddin, Amman Jordan
Berita Minggu, 14 Feb 2010 }

JADILAH SIAPA SAJA

Jadilah pelaut kau tahu lautan hidup bergelora,
Jadilah petani kau kenali keringat sawah ladang,
Jadilah pengayuh beca kau rasai roda lelah seharian,
Jadilah pemandu teksi begitu perit memperolehi sesuap nasi,

Jadilah penukang atau pengukir belum pasti makmur memahat diri,
Jadilah penoreh getah perhatikan derita susunya di musim hujan,
Jadilah pemanjat kelapa kemana pelepah melambai keadilan,

Jadi pemuzik jadi penggubah jadi penyanyi,
Jadi penulis lirik akan tercantum lagu dunia seni,
Jadi pengarah jadi pelakon jadi pelawak tau harga diri,
Jadi pelukis karyamu alam tidak terhakis siang malam,
Jadi pereka bentuk segalanya melakar manis masam,

Jadi penulis bergelar sasterawan merakam adab,
Jadi pencatat zaman semua seniman berfikir hebat,
Jadi pelajar kau belajar, sebagai pengajar jangan kurang ajar,
Jadi pendidik tugasan guru di tanganmu lahir pemimpin besar,
Jadi pelatih jangan tau maki herdik oleh letih lesu nafsu marah,
Jadi pensyarah tau kaedah sedar insaf akan ilmu yang parah,

Jadi perancang di situ berfikir selok belok ekonomi rakyat,
Jadi peguam fasih lidahmu kelak kebenaran hukum terletak,
Jadi komander kau kawal pesawat para penumpang terselamat,
Jadilah siapa saja ikut keupayaan kebolehan diri,
Jadi pemimpin tanggungjawab membangun pertiwi,

Jadi engkaulah penjaga bangsa agar tidak terumbang ambing,
Jadi engkaulah pengawaswarga agar tau melalui musim,
Jadi Perdana Menteri tau berperi sedia berani mati,
Jadi permaisuri di sisi hikmah raja selalu bestari,
Jadi pemaaf seumpama pendakwah terlihat amal makruf,
Jadi penggerak jauhi nahi munkar jasabakti diselangi takruf,
Jadilah kita semua pekerja tahu hidup sebelum mati
Jadikan kematian itu sanya pedoman kembara diri,
Jadi satu cangkir yang setiap kita akan menghirupnya,
Jadi batas dunia dan barzakh di hisab dosa pahala!


Dato’ Hj A.Aziz Deraman
Kuala Lumpur
1 Mei 2002

Bila Tersasar Jalan Pulang

TIDAK mungkin sama hidup anak-anak yang ada ibu dan yang tidak beribu. Wajah duka si anak yatim pasti dapat merobek hati sekeras batu. Hilai tawa anak yatim sumbang iramanya, seperti ada bait duka di tengah-tengah.
Begitu juga hiba yang dirasai bila tangisan mereka berpanjangan seperti tiada penghujung. Dan itulah yang saya rasakan ketika melihat 4 orang cucu tiri meratapi pemergian ibu mereka malam Selasa baru-baru ini. Berita kehilangan menantu tiri saya, Mairisah (Mai), 40 tahun, bukan saja membuat saya tersentak tapi terus tersentap dari segala kemungkinan yang bakal berlaku kepada anak-anak saya andai nanti saya pula yang menyusul Mai, entah bila-bila saja.
Anak-anak Mai seramai 4 orang, semuanya masih di bangku sekolah dan yang paling kecil, Dara Resani, berusia 8 tahun. Beberapa hari lagi sekolah akan dibuka, bagaimanakah agaknya anak-anak ini akan meneruskan kehidupan tanpa ibu di sisi. Insafnya melihat drama kehidupan di depan mata....
Tanpa dakapan, pelukan, ciuman dan salam terakhir, Mai pergi meninggalkan anak-anak. Penyakit kencing manis kronik punca kematian dan arwah Mai sudah menghidapinya sejak sekian lama.
Empat beradik Yudi, Icha, Fajar dan Dara bergilir menjaga ibu bila ayah mereka keluar bekerja. Disuap, dimandi, dimanja semuanya dibuat sebaik mungkin oleh anak-anak ini. Tapi takdir kehidupan menjemput Mai di pagi Selasa minggu lalu. Mai terus pengsan dan koma. Yang kecil terkapai-kapai kerana masih belum puas dibelai, yang besar seperti kebingungan kerana belum bersedia.
Betapa besarnya peranan ibu hanya bila sudah tiada baru terasa. Segalanya tentang ibu itu besar erti pada sebuah kehidupan yang fana ini. Saya selalu berkata kepada anak-anak, apa pun yang dinamakan ibu, asal saja namanya ibu, besar ertinya.Baik namanya ibu roti, ibu sawat, ibu negeri mahupun ibu tiri.
Signifikannya seorang ibu di dalam sebuah institusi keluarga. jangan sekali-kali dipandang remeh. Sepinya rumah yang ditinggal sang ibu, sepi lagi ruang hati anak-anak yang kehilangan tempat bergantung. Ratapan cucu-cucu tiri membuat saya rasa begitu sebak.
Apa lagi yang lebih hiba dari melihat anak-anak meratapi jenazah ibu diturunkan ke liang lahad. Bercerai kasih seperti itu, badan yang sasa pun akan terasa seakan melayang. Belum pun kering tangisan melepaskan Mai menemui sang pencipta dan alam barunya, silih berganti pula dengan tangisan melihat sedu sedan anak-anak Mai melangkah ke 'alam baru' tanpa ibu.
Biar pun kematian selalu 'hampir' dalam hidup saya, begitu pun, saya tewas dan masih lemah untuk mengawal perasaan. Saya akan terus bergelut dengan emosi bila ianya datang menyapa tidak kira waktu dan tempat.
Hidup perlu diteruskan, kata orang sekeliling memberi semangat tapi tanyalah pada si bijak pandai, tidak mungkin ada penawar bagi mereka yang ditinggalkan bila ada sebuah kematian. Melainkan tuhan melenyapkan kesedihan itu dan memadamkan episod duka sedikit demi sedikit. Tapi parutnya akan tetap ada sampai bila-bila kerana setiap kali kematian menyapa, airmata akan menjadi teman yang paling setia.
Di mana pun, ada saja berita tentang kematian tetapi sedikit yang mengambil iktibar darinya. Arwah ayah selalu titipkan..."Jangan lupa bekalan untuk dibawa pulang" tapi kedegilan dan kesibukan membuat saya selalu tersasar dan lalai.
Setiap kali itu juga, saya akan berkata, kerugian itu akan saya tebus sedikit demi sedikit. Bila dan bagaimana, saya sendiri tenggelam punca mencari jalan penyelesaian. Getaran kematian itu semakin terasa. Sukarnya menjadi 'si alim yang jahil' dan ibu yang gagal mendidik.
Di usia begini, pendakian menuju jalan pulang semakin hampir selama mana jasad masih dikandung badan. Tapi berapa ramai yang diberi ingatan tentang usia yang semakin susut. Jangka hayat bukan ada tanda luput dan tidak seperti catatan sebuah kalendar. Bila dan di mana, hampir tiada yang diberi pengetahuan tentang itu.
Kata pujangga, melihat kematian umpama seekor ayam yang melihat ayam-ayam lain disembelih di depan mata, satu demi satu dikorbankan. Bila seekor sudah menggelupur dan tumbang, seekor lagi menanti giliran. Tidak terdaya untuk mengelak melainkan terpaksa menyerah diri. Di hujung kehidupan menjengah 'maghrib', rasanya tidak mungkin ada peringatan lagi untuk menyelamatkan diri dari tersasar terus. Biar berteman dengan yang lebih tua, lebih berilmu dan beragama, saya masih bermimpi di siang hari dan terus-terusan menikmati dunia sementara ini.
Dan meskipun begitu banyak tanda peringatan yang dikirimkan dari usia meningkat, rambut putih, nikmat yang ditarik hinggalah ke penyakit kronik, bisikan syaitan senantiasa membuat hati ini degil dan terus menongkat dunia hingga buat-buat lupa episod 'ayam yang disembelih'.
( Bawang Putih )